Arsip Blog

Jumat, 11 Desember 2009

imink-iming doank (5)... 111209

11/12/2009 - 09:57
Irwan Ibrahim
Januari 2010, BUMI Rp3.700

INILAH.COM, Jakarta – Minimnya sentimen diperkirakan mendorong saham PT Bumi Resources (BUMI), Jumat (11/12) sideways cenderung melemah. Namun, Januari mendatang, BUMI akan mencapai level Rp3.700-4.000.

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan, pergerakan BUMI yangsideways hari ini disebabkan belum adanya sentimen positif dari aksi korporasi yang baru. Namun, awal 2010, emiten ini akan melonjak. Hal ini dipicu January Effect dan RUPS perseroan.
“Karena itu, saham BUMI akan naik karena faktor RUPS sekaligus January Effect,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Kamis (10/12), saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,97%) menjadi Rp2.550, dengan intraday Rp2.625 dan Rp2.525. Volume transaksi mencapai 128,7 juta unit saham senilai Rp330,7 miliar dan frekuenasi 3.885 kali. Berikut wawancara lengkapnya:
Setelah kemarin melemah tipis, apakah BUMI bisa ditutup menguat akhir pekan ini?
Saya kira BUMI akan sideways hari ini, karena minimnya sentimen positif yang bisa menggerakkannya. Sentimen dari aksi korporasi belum ada yang baru. BUMI akan bergerak pada kisaran support Rp2.500 dan resistance Rp2.600.
Bagaimana pengaruh perseroan yang memberikan pinjamanan kepada anak usaha Recapital senilai US$300 juta?

Itu sudah diserap oleh pasar. Saat ini, investor masih menunggu kenaikan harga batu bara yang saat ini turun ke level US$70 per metrik ton dari sebelumnya US$74. Begitu juga dengan harga minyak mentah dunia yang turun ke level US$70 per barel .
Kapan BUMI akan berada dalam tren penguatan?
Saya kira pekan depan harga komoditas, baik batu bara maupun minyak akan rebound. Karena itu, saham sektor pertambangan termasuk BUMI akan menguat. Namun, pelemahan harga minyak dan batu bara saat ini pun tidak akan membuat BUMI melemah.

Saya yakin, tidak akan ada investor yang melakukan aksi jual secara besar-besaran. Sebab, saat ini merupakan momentum menjelang window dressing sebelum tutup tahun 2009. Karena itu, meski banyak sentimen negatif dalam tiga hari terakhir, BUMI tetap berada di level Rp2.500-an. Window dressing terjadi sepekan menjelang akhir tahun. Saat itu, BUMI akan berada pada level Rp3.100-an per lembar saham hingga tutup tahun.
Bagaimana dengan rencana RUPS 7 Januari 2010 mendatang?
Ya. BUMI akan menjelaskan semua aksi korporasinya dan rencana tahun depan. Pada saat itu, saham ini juga terdongkrak oleh faktor January Effect. Karena itu, saham BUMI akan naik karena faktor RUPS sekaligus January Effect.
Namun, untuk hari ini pergerakan BUMI masih tipis karena masih terkena dampak dariinitial public offering (IPO) PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang nilai transaksinya sangat tinggi mencapai Rp8,1 miliar pada perdagangan kemarin. Karena itu, BUMI sepi sehingga sideways namun tidak akan melemah.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Saya rekomendasikan ‘beli’ untuk jangka panjang, dengan target harga Rp3.700-4.000 pada January Effect 2010. Sebab, saat itu para fund manager, analis sudah memiliki prospek fundamental yang bagus terhadap suatu emiten termasuk BUMI.
Biasanya, para fund manager di pasar global di mana tingkat suku bunga di negara masing-masing rendah, dengan mudahnya mendapatkan dana untuk investasi di portofolio saham. Ini akan memicu harga saham naik pada minggu ketiga Januari 2010. Saat yang sama harga minyak dunia dan batu bara akan naik terus. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini