Arsip Blog

Rabu, 02 Desember 2009

bumi melewati 2500 ke 2600 ... dulu : 021209

02/12/2009 - 10:01
Ukie Jaya Mahendra
Data Inflasi Angkat BUMI!

Ukie Jaya Mahendra
INILAH.COM, Jakarta – Positifnya sentimen market seiring data inflasi November yang mencatatkan deflasi 0,03%, akan mengerek naik saham BUMI, Rabu (2/12). Rekomendasi akumulasi buy.

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Sekuritas mengatakan, BUMI berpeluang menguat, seiring positifnya sentimen market. Hal ini dipicu data inflasi November 2009 yang masih terkontrol.

“BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.600 dan Rp2.325 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (1/12) kemarin, BUMI ditutup menguat Rp125 (5,31%) ke level Rp2.475, dengan intraday Rp2.475 dan Rp2.325. Volume transaksi mencapai 252,01 juta unit saham senilai Rp606,5 miliar dan frekuensi 6.475 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin menguat 5,3% apakah BUMI masih bisa melanjutkan penguatan?

BUMI masih menguat seiring positifnya sentimen market. Hal ini dipicu data inflasi November 2009 yang tercatat hanya 2,4% (year on year) dari perkiraan analis di level 2,66%.

Meski deflasi bulan lalu tipis, ini sangat positif bagi pergerakan inflasi berikutnya hingga akhir tahun. Karena nilai transaksi BUMI 20% dari market, meski tidak menguat tajam saham ini akan rally dan bisa naik 2-3%.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.600 dan Rp2.325 sebagai level support-nya. Kemarin pun Grup Bakrie, termasuk BUMI men-drive pergerakan market. Menyusul berita inflasi November yang tercatat deflasi 0,03%, saham-saham The Seven Brothers berbalik arah menguat. Artinya, inflasi November lebih bagus dari perkiraan.
Kemarin, saham ELTY (PT Barieland Development) naik 21,95%; BTEL (PT Bakrie Telecom) terdongkrak 10%; ENRG (PT Energi Mega Persada) terangkat 7%; BUMI melesat 5%; BNBR (PT Bakrie and Brothers melonjak 4%; UNSP (PT Bakrie Sumatera Plantation) terapresiasi 4%; dan DEWA (PT Darma Henwa) terangkat 4%. Bakrie sevennaik semua. Karena itu, BUMI hari ini pun seharusnya sudah kembali balik arah (reversal) menguat.


Bagaimana dengan isu, BUMI akan mendilusi sahamnya?

Isu-isu yang beredar di pasar saat ini juga belum tentu benar. Isunya BUMI akan melakukan rights issue tapi tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Jadi, BUMI langsung mengeksekusi sehingga harga sahamnya terdilusi. Saya pikir itu tidak benar. Kebenarannya masih diragukan.

Sebelumnya juga rencana rights issue ENRG dan DEWA menjadi tekanan terhadap semua saham Bakrie Group termasuk BUMI bahkan market secara keseluruhan. Tapi sebenarnya BUMI sendiri tidak ada hubungannya. Hari ini pun tetap itu berpengaruh negatif tapi sekarang orang akan lebih melihat ke fundamental BUMI saja seiring positifnya sentimen inflasi.
Sentimen penguatan BUMI masih dari euforia deflasi November lalu yang diumumkan BPS kemarin. Saya yakin, penguatan BUMI adalah faktor inflasi dan harga komoditas yang masih stabil cenderung menguat. Harga minyak mentah dunia saat ini kembali ke level US$78 per barel . Selain sentimen market, pada dasarnya fundamental saham BUMI juga kuat.


PT Newmont Nusa Tenggara mencatatkan laba triwulan ketiga senilai US$600 juta. Apakah ini masih akan menjadi sentimen positif?

Iya. Meski itu sudah tercermin dari kenaikan BUMI kemarin 5,3%. Tapi untuk hari ini sentimen itu akan memperkuat sentimen positif dari positifnya data inflasi. Artinya, pasar optimistis terhadap perekonomian Indonesia dan semakin berani bermain di BUMI.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan hold untuk saham yang sudah dimiliki dan menambah lagi. Pasar bisa melakukan aksi akumulasi buy untuk mid-term dan long term. Saham yang sudah ada di-hold, kalau perlu nambah dengan tenang, jangan panik. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini