Arsip Blog

Rabu, 30 Desember 2009

faktor2 penguatan bumi sudah DATANK lagi ... 301209

30/12/2009 - 10:14
Inilah Saham Pilihan Hari Ini!
Wahid Ma'ruf
INILAH.COM, Jakarta - Saham BUMI,BDMNTINS dan BBNI layak menjadi saham pilihan pada perdagangan hari ini dengan perkirakan IHSG  yang masih akan menguat di kisaran 2.473-2.561.


Demikian hasil riset Reliance Securities di Jakarta, Rabu (30/12). Hari terakhir perdagangan saham 2009 masih berpotensi naik meskipun dalam 2 hari terakhir sudah mengalami penguatan. IHSG mulai masuk area overbought sehingga sesi II bisa saja mengalami profit taking walaupun penutupan sore nanti dapat ditutup di area hijau.

Saham pilihan hari ini seperti Bumi Resources (BUMI) direkomendasikan beli di level 2.500 dan jual di 2.625 dari penutupan kemarin di 2.525. Saham BUMI hari ini masih berpotensi menguat dalam jangka apendek namun mulai memasuki area overbought. Untuk saham Bank Danamon (BDMN) hari ini berpotensi menguat. Walaupun memasuki area overbought dan mengindikasikan penguatan untuk perdagangan hari ini. Volume perdagangan yang mengalami peningkatan mengindikasikan BDMN hari ini akan melanjutkan penguatan. Sahan ini direkomendasikan beli di level 4.550 dan jual di levbel 4.650 dari penutupan kemarin 4.575.

Sedangkan saham Timah (TINS) pada perdagangan hari ini direkomendasikan beli 1.970 dan jual di level 2.025 dari penutupan kemarin 1.970. Saham TINS berpotensi melanjutkan penguatan. Volume perdagangan yang mengalami kenaikan mengindikasikan penguatan dapat berlanjut pada hari ini. Untuk saham Bank Negara Indonesia (BBNI) pada hari ini masih berpotensi menguat walaupun sudah masuk area overbought. Saham BBNI direkomendasikan beli di level 1.980 dan jual di level 2.075 dari penutupan kemarin di 2.000. [hid]
30/12/2009 - 08:56
Siap Balik Arah ke Jalur Hijau
BUMI Berpotensi Menguat 4-5%
Ahmad Munjin


(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (30/12), hari terakhir perdagangan tahun ini diprediksi menguat sebagai pembalikan arah koreksi 20% pekan lalu. Trading buy BUMI!

Riset analis dari Reliance Securities Gina Novrina Nasution, mengatakan pemicu penguatan BUMI hari ini menyusul pelemahan pekan lalu yang mencapai 20%. Karena itu, sangat wajar bagi emiten ini untuk berbalik arah di jalur penguatan. BUMI masih berada di jalur hijau.
Persentase penguatannya pun, diprediksikan Gina tidak akan jauh berbeda dengan kemarin dan hari sebelumnya di level 4-5%. “Hari ini BUMI akan mengarah ke levelresistance Rp2.625 dan Rp2.400 sebagai level support-nya,” katanya kepadaINILAH.COM, di Jakarta, Selasa (29/12).

Pada perdagangan kemarin saham BUMI ditutup menguat Rp100 (4,16%) menjadi Rp2.500 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.400. Harga tertingginya mencapai Rp2.500 dan terendahnya Rp2.400. Volume transaksi mencapai 152,7 juta unit saham senilai Rp376,3 miliar dan frekuensi 5.992 kali.
Lebih jauh Gina mengatakan, potensi penguatan saham sejuta umat ini merupakan pembalikan arah dalam jangka pendek. Namun penguatan BUMI pekan ini tidak akan setinggi pelemahan pekan lalu meskipun sangat tergantung pada keputusan pasar. “Tapi menurut saya penguatannya tidak akan mencapai 20%,” imbuhnya.
Gina memperkirakan penguatan BUMI paling-paling hanya 15% sepanjang pekan ini yang hanya mengalami tiga hari transaksi. “Jadi, nggak cukup waktu bagi BUMI untuk menguat sesuai koreksi pekan lalu,” paparnya.

Penguatan BUMI juga ditopang faktor kenaikan harga minyak dunia yang saat ini sudah kembali berada di atas level US$75 per barel  dibandingkan pekan lalu yang masih berdada di kisaran US$73-74 per barel. “Sekarang harga minyak sudah berada di level US$ 79 per barel,” tandasnya.
Selain itu, sentimen dari market regional dan global berpeluang bergerak positif seiring kenaikan harga minyak mentah dunia ini. Di sisi lain, pada saat bursa Indonesia libur pekan lalu, bursa luar bergerak positif. “Karena itu, penopang penguatan indeks cukup kuat, termasuk BUMI,” imbuhnya.
Mengenai sentimen dari perseroan tentang kemungkinan mengkonversi utangnya kepada CIC menjadi saham baru, sudah diserap pasar sehingga tidak berpengaruh lagi pada pergerakan harga saham BUMI hari ini. Konversi itu akan diterbitkan perseroan hingga 10% atau 1,94 miliar saham dari total 19,40 miliar saham.
Gina menegaskan, penguatan BUMI bukan karena faktor sentimen dari konversi utang tersebut. Penguatan BUMI lebih karena faktor penguatan di regional dan global dan sentimen positif dari penguatan harga minyak dunia dan komoditas lainnya. “Saya rekomendasikan trading buy untuk BUMI,” pungkasnya. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini