Arsip Blog

Jumat, 18 Desember 2009

imink-iming doank (8)... 161209

17/12/2009 - 09:58
Aji Martono
BUMI, ‘Wajib’ Akumulasi Beli


(inilah.com /Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Sentimen negatif rencana rights issue dan denda tunggakan pajak, akan menekan saham PT Bumi Resources (BUMI) pada Kamis (17/12). Namun, untuk menengah panjang, investor wajib akumulasi beli.

Aji Martono, technical analyst PT Indomitra Securities mengatakan, potensi pelemahan BUMI hari ini masih dipicu rencana penerbitan saham baru. Hal ini akan menyebabkan bertambahnya saham sehingga harga saham publik terdilusi. Pasar menganggap, emiten ini benar-benar akan melakukan rights issue. Padahal, hal itu sebenarnya belum tentu akan dilakukan oleh perseroan.

“BUMI hari ini masih berpeluang melemah. Hanya saja, untuk middle term dan long term para investor wajib ‘mengakumulasi beli’ saham ini,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (16/12) saham BUMI ditutup melemah Rp25 (1,05%) menjadi Rp2.350, dengan intraday Rp2.375 dan Rp2.250. Volume transaksi menacapai 247,7 juta unit saham senilai Rp573,6 miliar dan frekuensi 6.995 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin melemah, bagaimana pergerakan saham BUMI hari ini?

BUMI masih berpeluang melemah hari ini. Selain tunggakan pajak, juga karena faktor teknikal dan isu rencana rights issue. Hal ini menyebabkan bertambahnya saham sehingga harga saham publik terdilusi. Pasar menganggap, emiten ini benar-benar akan melakukan rights issue. Padahal, sebenarnya belum tentu akan dilakukan oleh perseroan.

Jika BUMI benar-benar melakukan rights issue, pemegang saham publik akan mempertanyakan. Kok BUMI minta uang terus sama pemegang saham. Karena itu, investor lebih baik menghindar terlebih dahulu dari saham BUMI saat ini jika rights issue benar-benar dilakukan. Yang paling mungkin dilakukan BUMI saat ini adalah penyertaan untuk strategist invsetor semacam China Investment Corporation (CIC). Sebagai optional share-nya investor strategis itu diberikan saham BUMI.

Apa yang membuat pasar begitu yakin BUMI akan rights issue?

Memang isu rihgts issue BUMI mencuat karena anak usaha Grup Bakrie lainnya seperti PT Energi Mega Persada (ENRG), PT Barieland Development (ELTY), dan PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP), berencana melakukan rights issue.

Jadi, dianggap BUMI juga akan melakukannya. Rights issue terakhir yang dilakukan BUMI adalah di level Rp1.000 per saham. Sekarang dimungkinan rights issue kembali. Tapi, yang masuk akal adalah memilih satu investor strategis dengan memberikan optional share tanpa HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu).

Bagaimana dengan potensi denda tunggakan pajak senilai Rp8,4 triliun?

Pelemahan BUMI juga masih dipicu oleh tudingan tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun yang dilayangkan Direktorat Pajak. Namun investor juga harus jernih dan jeli melihat tunggakan tersebut. Kalau memang terbukti, hal ini akan memperkeruh harga BUMI. Sebab, denda atas tunggakan tersebut bisa lebih besar dari pada tagihan pajaknya.

Perseroan dan anak-anak usahanya memiliki opsi membayar denda tunggakan pajak sebesar 4 kali lipat dari nilai pokok tunggakan. Hal ini bisa ditempuh jika memang perusahaan tidak mau diproses di pengadilan, setelah terbukti mereka memiliki tunggakan pajak.

Artinya, jika dugaan adanya tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun benar, BUMI bisa memilih opsi membayar denda sebesar Rp8,4 triliun atau totalnya Rp10,5 triliun. Tapi, ini belum final, sehingga beberapa investor bisa saja memanfaatkan momentum ini untuk kembali mengoleksi saham ini.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level support Rp2.150 dan Rp2.400 sebagai level resistance-nya.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Dengan semua isu itu, BUMI hari ini masih berpeluang melemah. Hanya saja, untuk middle term dan long term para investor wajib ‘mengakumulasi beli’ saham ini.

Walaupun, ada rencana akan menerbitkan saham baru tanpa HMETD, ini tidak terlalu berpengaruh pada harga sahamnya. Memang jumlah sahamnya akan bertambah. Tapi karena ada optional share berupa saham yang diberikan BUMI kepada strategist invesment itu tidak akan mendilusi harga sahamnya. Bisa saja penyertaan strategis itu akan diberikan ke CIC yang memang sudah bermitra. Untuk middle and long term dengan harga saat ini merupakan level yang sangat baik untuk melakukan akumulasi beli dengan batas Rp2.150. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini