Arsip Blog

Sabtu, 05 Desember 2009

raja UTANG dibahas lage, bumi ... 051209

05/12/2009 - 15:00
Utang BUMI Membengkak US$2,047 M di 2009
Susan Silaban


(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat penambahan utang hingga US$2,047 miliar sepanjang Agustus hingga akhir 2009.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun INILAH.COM Sabtu (5/12), utang maha besar ini diperoleh melalui fasilitas pinjaman China Investments Corporate (CIC) mencapai US$1,9 miliar. Pinjaman ini digunakan untuk pertama, sebesar US$1,2 juta pembayaran kembali utang. Kedua, US$500 akuisisi PT Darma Henwa Tbk (Dewa), PT Fajar Bumi Sakti (FBS), dan PT Pendopo Energi Batubara.

Pinjaman ini terbagi ke dalam 3 struktur yakni pinjaman pertama sebesar US$600 juta berjangka waktu 4 tahun, pinjaman kedua US$600 juta berjangka waktu 5 tahun dan pinjaman ketiga US$700 juta berjangka waktu 6 tahun.

Tiga pinjaman ini berkupon bunga 12% setahun dengan penambahan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 7% saat masing-masing pinjaman ini jatuh tempo. Dengan demikian, kewajiban bunga yang harus dibayarkan BUMI hingga tahun ketiga (2012) sebesar US$228 juta tiap tahunnya. Untuk tahun keempat (2013), kelima (2014) dan keenam (2017) ada penambahan bunga IRR sebesar 7%.

Ketiga, sebesar US$100 juta untuk equity swap serta pengeluaran dan belanja modal sebesar US$100 juta.

Pada 5 Agustus 2009, BUMI melalui Enercoal Resources Pte Ltd menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 375 juta. Obligasi konversi ini berjangka waktu 5 tahun dengan kupon bunga tetap sebesar 9,25%.

BUMI memberikan opsi pelunasan tunai atas obligasi konversi ini saat jatuh tempo di 2014. Mengacu pada persentase kupon bunga yang diberikan, BUMI harus merogoh kocek sebesar US$ 34,687 juta tiap tahunnya.

Penerbitan obligasi konversi ini dialokasikan untuk US$ equity swap, US$52 juta untuk capped call, dan US$208 juta untuk biaya pengeluaran rutin dan modal kerja.

Kemudian pada 13 November 2009, BUMI menerbitkan obligasi konvensional senilai US$ 300 juta. Obligasi berjangka waktu 7 tahun ini memberikan kupon bunga 12% per tahun. Bunga yang harus dibayarkan BUMI per tahunnya senilai US$ 36 juta.

Bukan hanya itu saja, BUMI pun mengeluarkan surat utang yang dijamin mencapai US$300 juta untuk investasi dan akuisisi.

Terakhir, BUMI melalui Enercoal, lagi-lagi mengeluarkan obligasi konversi senilai US$ 300 juta yang dijadwalkan terbit pada 25 November 2009. Obligasi konversi ini berjangka waktu 7 tahun dengan kupon bunga 5%. Kewajiban bunga yang harus dibayarkan BUMI per tahunnya sebesar US$ 15 juta.

Jadi, total pembiayaan utang dari Agustus hingga akhir tahun ini, BUMI harus mengeluarkan kocek mencapai US$2,047 miliar. [san/cms]
05/12/2009 - 09:56
CIMB Securities
BUMI Raih Rating 'Outperform'
Susan Silaban


(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - PT CIMB Securities Indonesia mempertahankan rating Bumi Resources Tbk (BUMI) pada Outperform dengan target harga Rp3.450 dari Rp3.200.

Demikian riset harian analis CIMB Securities Mastono Ali kepada INILAH.COM, Sabtu (5/12).

Ia beralasan, meskipun beban bunga akan menurunkan EPS FY10-11 sebanyak 2-4%, CIMB percaya BUMI menawarkan growth potential dari berbagai aset baru, meskipun highly leverage. Katalis kunci datang dari lebih kuatnya harga komoditas, batubara hingga emas.

Memang, Bumi Resources berhasil meraup produksi triwulanan tertingginya pada triwulan 3-2009 sebesar 17,5 juta ton. Pencapaian produksi ini setara dengan 70 juta ton apabila dihitung secara tahunan. Menurutnya, jika diamati lebih lanjut, produksi BUMI ini akan dengan mudah melampaui 60 juta ton pada tahun ini. Padahal sebelumnya, acuan produksi BUMI untuk tahun buku 2009 sebesar 58 juta ton atau 10% lebih tinggi dari produksi aktual 52,8 juta ton pada tahun 2008.

Sejak Januari 2009 hingga September 2009, produksi dan penjualan BUMI yang dapat dicapai masing-masing sebesar 44,5 juta ton dan 41,2 juta ton, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008 yaitu sebesar 37,5 juta ton dan 37,9 juta ton.

Acuan penjualan untuk tahun 2009 yang telah diumumkan sebelumnya adalah sebesar 10% di atas 51,5 juta ton total penjualan yang dicapai pada tahun 2008. Dalam hal ini, perseroan juga akan berhasil melampaui target performanya, dengan harapan akan dapat mencapai 59 juta ton. [san/cms]

04/12/2009 - 17:20
BUMI Raup Produksi Tertinggi di Triwulan 3-2009

INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil meraup produksi triwulanan tertingginya pada triwulan 3-2009 sebesar 17,5 juta ton.
Hal ini disampaikan Senior Vice President, Investor Relations Corporate Communications – Corporate Secretary PT Bumi Resources Tbk dalam siaran pernya, Jumat (4/12).
Pencapaian produksi ini setara dengan 70 juta ton apabila dihitung secara tahunan. Menurutnya, jika diamati lebih lanjut, produksi BUMI ini akan dengan mudah melampaui 60 juta ton pada tahun ini. Padahal sebelumnya, acuan produksi BUMI untuk tahun buku 2009 sebesar 58 juta ton atau 10% lebih tinggi dari produksi aktual 52,8 juta ton pada tahun 2008.
Sejak Januari 2009 hingga September 2009, produksi dan penjualan BUMI yang dapat dicapai masing-masing sebesar 44,5 juta ton dan 41,2 juta ton, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008 yaitu sebesar 37,5 juta ton dan 37,9 juta ton.
Acuan penjualan untuk tahun 2009 yang telah diumumkan sebelumnya adalah sebesar 10% di atas 51,5 juta ton total penjualan yang dicapai pada tahun 2008. Dalam hal ini, perseroan juga akan berhasil melampaui target performanya, dengan harapan akan dapat mencapai 59 juta ton.
BUMI akan terus melanjutkan ekspansinya melalui diversifikasi pada bisnis batubara dan nonbatubara. Sejauh ini ekspansi organik BUMI mencakup aset pada tambang minyak dan gas, tambang timbal dan seng di Dairi, tambang emas dan tembaga di Gorontolo dan Palu serta bijih besi di Mauritania, selain ekpansi non-organik pada Newmont Nusa Tenggara.
Untuk menopang ekspansi luar biasa ini, Perseroan akan terus mencari sumber pendanaan. Sejak Agustus 2009 hingga saat ini, keseluruhan utang Perseroan telah mencapai US$3,17 juta, yang terdiri
dari US$1,9 juta dari CIC, US$675 dari obligasi konversi, US$300 juta dari fasilitas CS, dan US$300 juta dari surat utang yang terjamin (secured notes).
Keseluruhan utang ini akan digunakan untuk pembayaran kembali utang, belanja modal, akuisisi dan investasi lainnya.
BUMI tengah mengembangkan kemampuan produksi sebesar 111 juta ton pada akhir 2012, jauh
di atas produksi 30 juta ton pada tahun 2003 saat perseroan mengakuisisi KPC. Artinya terdapat kenaikan produksi hampir empat kali lipat. Prestasi yang sungguh luar biasa, dan nampaknya sulit dipercaya jika ada perusahaan batubara yang mampu meraih kesuksesan seperti ini secara organik
dalam skala global. [cms]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini