Arsip Blog

Rabu, 09 Desember 2009

bumi emangnya superaman :P ... 091209

EKONOMI
09/12/2009 - 12:53
IHSG Siang Terkoreksi
BUMI Gagal Topang Bursa
Ahmad Munjin


(inilah.com/Document)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG pada sesi pertama perdagangan Rabu (9/12) kembali tertekan seiring tipisnya transaksi di lantai bursa. Penguatan saham BUMI tak mampu menopang penguatan indeks.

Pada perdagangan Rabu (9/12) sesi siang, IHSG melemah tipis 1,755 poin (0,07%) ke level 2.482,137 dan indeks saham unggulan LQ 45 melemah 0,598 poin (0,12%) ke level 491,320. Perdagangan cukup tipis, dengan volume transaksi 1.607 juta lembar saham, senilai Rp 1,073 triliun dan frekuensi 37.642 kali. Sebanyak 66 saham naik, 68 turun dan 61 stagnan.

Semua sektor bergerak variasi, didominasi pelemahan. Sektor aneka industri memimpin penurunan dengan koreksi 0,8%, disusul sektor finansial turun 0,6%, properti 0,35%, infrastruktur 0,2%, perkebunan 0,11% dan konsumsi 0,04%. Sedangkan sektor industri dasar, perdagangan, manufaktur dan tambang masih berhasil membukukan penguatan.

Saham Bumi Resources (BUMI) mencatatkan penguatan Rp 25 menjadi Rp 2.500. Emiten ini masih mendominasi perdagangan, dengan nilai transaksi sebesar Rp169 miliar. Namun, apresiasi BUMI kurang signifikan mengangkat bursa, di tengah tipisnya transaksi dan merebaknya berbagai sentimen negatif.

Bayu Nugroho, Fund Manager Valbury Asia Securities pun memperkirakan, pergerakan IHSG hingga penutupan sore nanti akan variatif, cenderung melemah seiring sepinya transaksi. “Indeks akan bergerak pada kisaran support 2.470 dan 2.510 sebagai level resistance-nya katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (9/12).

Tipisnya transaksi ini pun, lanjut Bayu, menyebabkan pergerakan indeks sangat tipis. Hingga pukul 10.20 WIB nilai transaksi di bursa saham baru mencapai Rp480 miliar yang seharusnya sudah mencapai Rp1 triliun pada hari normal. “Saya kira, penutupan indeks cenderung melemah. Plus-minusnya tidak akan besar, hanya di bawah kisaran 10 poin,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini pelaku pasar masih wait and see terhadap perkembangan kondisi politik di Tanah Air terkait peringatan Antikorupsi se-Dunia hari ini. Namun, meski demo hari ini berjalan damai, Bayu menilai hal ini tidak akan memicu aksi beli investor. “Secara umum, pasar tidak melakukan transaksi apapun, baik beli maupun jual. Baru pekan depan mereka akan melakukannya,” imbuhnya.

Bayu menilai, pelaku pasar mengambil posisi cash terlebih dahulu. Namun, setelah bursa saham terkoreksi, mereka baru mengambil posisi beli. Hal ini mengingat potensi indeks yang masih menjanjikan. “Tapi bagi mereka yang belum merealisasikan keuntungan, akan melakukan profit taking terlebih dahulu seiring rontoknya bursa global dan regional,” paparnya.

Negatifnya bursa global dan regional dipicu adanya pelemahan dari recovery ekonomi. Meski sebenarnya tren pemulihan ekonomi berada dalam posisi upside, untuk jangka pendeks masih slowdown recovery indicators. “Hal ini dipicu pernyataan dari Ben Bernanke, Gubernur Bank Sentral AS bahwa masyarakat dunia jangan terlalu percaya diri terhadap pemulihan ekonomi saat ini,” timpalnya.

Di tengah kondisi ini, beberapa saham masih bisa menjadi pilihan di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG). “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut, karena kondisi market yang sepi,” pungkasnya.

Sedangkan Henan Putihrai memprediksikan, IHSG hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Demo memperingati hari anti korupsi dan melemahnya mayoritas bursa global dan regional, masih akan memicu aksi profit taking investor. “Indeks hari ini akan bergerak pada kisaran 2.457/2.470– 2.498/2.511,” ungkapnya dalam riset Rabu (9/12).

Dari sisi teknikal, khususnya menggunakan indikator candlestick chart, indeks membentuk pola spinning tops. Secara teoritis pola ini mengindikasikan neutral lines. Jika indeks hari ini benar-benar melemah maka target penurunannya ke level 2.457 yang merupakan middleline dari bollinger band. “Namun apabila indeks sanggup bertahan maka target kenaikannya adalah resistance I dan II hari ini,” imbuhnya.

Beberapa emiten yang melemah siang ini antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp450 menjadi Rp33.400, PT Astra Agro Lestari (AALI) terkoreksi Rp200 ke Rp 23.650, PT Unilever Indonesia (UNVR) melemah Rp150 ke level Rp11.150. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp150 menjadi Rp7.750, PT Indo Tambangraya Megah(ITMG) turun Rp 150 menjadi Rp 28.750, dan PT Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 9.300. [mdr]

Dapatkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini