Arsip Blog

Selasa, 08 Desember 2009

raja UTANG beneran lage, bumi ... 081209

Selasa, 08/12/2009 08:46 WIB

BUMI pinjam US$150 juta dari JPMorgan Chase

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali meraup pinjaman baru senilai US$150 juta dari JPMorgan Chase Bank N.A dan JPMorgan Chase Bank N.A cabang Hong Kong.

Direktur Bumi Eddie Junianto Soebari mengatakan pada 7 Desember manajemen menandatangani perjanjian kredit dengan JPMorgan dalam rangka pinjaman baru senilai US$150 juta. JPMorgan bertindak selaku facility agent dan security agent untuk pinjaman yang berjangka waktu 6 bulan itu.

"Transaksi tersebut tidak termasuk dalam kategori transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Nomor IX.E.2 Bapepam LK tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama," jelasnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, tadi malam.

Pinjaman itu, kata dia, juga tidak termasuk dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi yang memiliki benturan kepentingan.

Berdasarkan data, Libor 6 bulan pada pekan ini adalah sebesar 0,48%. Dengan mengacu pada data tersebut, berarti bunga pinjaman baru ini diperkirakan sebesar 9,48%. Tingkat bunga ini lebih rendah dibandingkan dengan kupon obligasi senilai US$300 juta yang diterbitkan Bumi pada November di level 12%.

Pada 3 Desember 2009, Bumi memaparkan manajemen telah mengantongi pembiayaan yang meliputi pinjaman, penerbitan obligasi dan obligasi konversi total US$3,17 miliar dalam tempo 4 bulan sejak Agustus.

Dari total pembiayaan tersebut, perseroan mengalokasikan pendanaan untuk investasi dan akuisisi total US$1,27 miliar. Akuisisi ini mencakup akuisisi 24% saham PT Newmont Nusa Tenggara, dan juga akuisisi pada aset batu bara coking, tembaga serta emas di masa datang. Seluruh investasi dan akuisisi ini diharapkan mendatangkan keuntungan minimal 25%.

Bumi juga menganggarkan US$500 juta untuk mengembangkan tambang tembaga di Sulawesi melalui anak usahanya Gorontalo Minerals dan Citra Palu Minerals. Selain itu, US$300 juta untuk pengembangan tambang bijih besi di Mauritania. Produksi emas dan tembaga akan dimulai pada 2013.

Alokasi investasi lainnya adalah untuk pengembangan tambang timah hitam dan seng melalui anak usahanya Herald Resources Ltd di Dairi, Sumatra Utara sebesar US$211 juta, dan US$150 juta untuk pengembangan tambang batu bara melalui PT Fajar Bumi Sakti dan PT Pendopo Energi Batubara.

bisnis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini