Arsip Blog

Senin, 21 Desember 2009

suasana tidak kondusif, kata analis, BUY ON WEAKNESS @ bumi:211209

21/12/2009 - 05:53
Panduan Investor Saham
Beli Jangka Lebih Panjang
Jagad Ananda


(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di penghujung 2009 ini, bursa saham diliputi ketidak-pastian yang begitu kental. Window dressing yang dinanti-nanti investor tak kunjung datang. Sementara di dalam negeri, kasus skandal Bank Century makin tak jelas ujung pangkalnya.

Suasana yang tidak kondusif ini diperparah gejolak pasar saham di AS. Pekan lalu, bursa Wall Street kembali ke jalur merah. Banyak investor buang barang gara-gara beberapa hal.

Salah satunya adalah aksi obral saham yang diakukan oleh Citigroup. Untuk membayar sebagian utangnya kepada pemerintah AS (sebesar US$ 20 miliar dari total US$ 45 miliar), Citi mengumumkan akan menjual sahamnya dengan diskon 9%.

Keadaan kian memburuk setelah laporan sejumlah lembaga keuangan di sana menampilkan angka-angka yang mengecewakan dan jauh dari ekspektasi pasar. Inilah yang mendorong investor segera mengamankan kekayaannya dengan membeli dolar.

Aksi serupa juga terjadi di Tanah Air. Melihat kondisi di luar negeri yang tidak bersahabat, ditambah adanya tiga libur panjang di pekan-pekan terakhir tahun ini (Tahun Baru Islam, Natal dan Tahun Baru Masehi), investor domestik pun mengikuti jejak rekan-rekannya di AS, menyerbu dolar.

Dampaknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun makin langsing. “Kejadian serupa (indeks melemah) kemungkinan akan terjadi di hari-hari menjelang libur Natal,” kata seorang analis saham.

Itu sebabnya, ia menyarankan agar investor bersikap menunggu. Jika penurunan harga saham kembali terjadi, ia menyarankan investor membeli secara bertahap. “Tapi jangan berharap bisa mendapat gain dalam waktu singkat, sebab penguatan diperkirakan baru akan terjadi awal tahun,” imbuhnya.

Lantas saham apa saja yang layak dijadikan sebagai ajang investasi? Ada beberapa. Misalnya saham dari sektor pertambangan dan perkebunan. Efek dari dua sektor ini diyakini akan bergerak naik seiring dengan menguatnya harga minyak.

Empat saham yang layak dikoleksi lantaran harganya sudah tergolong murah adalah PT Bumi Resources (BUMI) dengan target harga Rp2.950, PT Aneka Tambang (ANTM) dengan target Rp2.550, PT Medco Energy (MEDC) Rp2.800 dan PT Gas Negara (PGAS) di Rp4.200.

Adapun dari sektor perkebunan, sejumlah analis menyarankan agar investor mempertimbangkan saham PT Tunas Baru Lampung (TBLA) dan PT Astra Agro Lestari (AALI).

Selain dari dua sektor itu, sejumlah saham bank juga pantas dilirik karena harganya yang sudah melemah. Dari sektor ini, pilihannya adalah PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini