Arsip Blog

Kamis, 24 Desember 2009

believe it or not, bumi TETAP TERSEKSI ... 241209

24/12/2009 - 13:23
Meneropong Saham Batubara
BUMI Tetap Paling Seksi
Jagad Ananda

INILAH.COM, Jakarta - Di antara sekian banyak saham batubara, BUMI tetap paling seksi. Apalagi jika tudingan penggelapan pajak bisa clear. Potensi penguatannya diyakini masih sangat besar.
Kasus penggelapan pajak senilai Rp2,1 triliun, yang dituduhkan Ditjen Pajak kepada perusahaan batubara milik Grup Bakrie, untuk sementara, mereda. Kendati belum rinci, keterangan yang disampaikan manajemen PT Bumi Resources (BUMI) tampaknya cukup menenangkan investor.

Lihat saja faktanya, setelah manajemen perseroan menyatakan tidak pernah memiliki tunggakan pajak, harga sahamnya langsung menggeliat kembali. Pada penutupan pasar Rabu (23/12) harga BUMI tetap bertahan di Rp2.275, setelah sehari sebelumnya menguat Rp175 atau 8,33%.

“Dalam suasana pasar menjelang libur panjang seperti sekarang, posisi harga BUMI sudah bagus,” komentar seorang analis. Bahkan, analis ini memprediksikan, BUMI akan kembali menguat ke level Rp2.900 paling lambat Januari 2010. Tapi dengan catatan, jika keterangan manajemen (tentang tak adanya tunggakan pajak) benar adanya.

Harga BUMI ada kemungkinan melonjak lebih tinggi lagi dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Pertama, saham perusahaan batubara terbesar di Tanah Air ini belum kembali normal, sejak kejatuhannya di akhir 2008. Jika diasumsikan dengan harga yang terbentuk Rabu lalu, sepanjang 2009 ini, BUMI ‘hanya’mengalami kenaikan sekitar 128%.

Cukup tinggi. Tapi, tetap saja paling kontet jika dibandingkan dengan kenaikan yang dicapai oleh saham batubara lainnya. Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) misalnya, selama setahun mengalami penguatan lebih dari 190%. Sementara harga PT Adaro Energy (ADRO) melonjak 250,5%, PT Batubara Bukit Asam (PTBA) 153,6% dan PT Bayan Resources (BYAN) 490,4%.


Faktor lain yang juga akan mengerek saham-saham dari sektor ini adalah meningkatnya permintaan dunia sekaligus harga batubara. Seiring dengan memilihnya perekonomian dunia, dipastikan permintaan batubara terutama dari China dan India tahun depan akan naik minimal 9%. Sesuai hukum pasar, naiknya permintaan akan disertai meningkatnya harga jual.

Itu sebabnya, banyak analis yang memperkirakan harga BUMI akan melesat lebih tinggi lagi. “Kemarin saja ( September 2009) perusahan China berani membeli dengan harga Rp3.780,” kata seorang kepala riset.

Hanya saja, kenaikan yang tinggi seperti itu tidak akan dialami saham-saham batubara lainnya. Alasannya, ya itu tadi, kecuali BUMI, saham-saham itu telah mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Bahkan BYAN dan ITMG telah melampaui target harga yang ditetapkan analis beberapa waktu lalu. [mdr]
23/12/2009 - 12:47
Ukie Jaya Mahendra
‘Trading Buy’ untuk BUMI
INILAH.COM, Jakarta – Potensi positifnya pergerakan indeks hari ini diprediksi mendongkrak saham BUMI, Rabu (23/12) sebagai reversal dari koreksi tajam sebelumnya. Direkomendasikan Trading buy.
Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securitas mengatakan potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini sebagai lanjutan dari penguatan kemarin. Hal ini merupakan reversal dari koreksi yang lama dan tajam sepekan lalu. Emiten ini juga terimbas positif dari potensi pengautan indeks akibat window dressing pada saham-saham tambang BUMN. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke levelresistance Rp2.425 dan Rp2.175 sebagai levelsupport-nya,” katanya kepada wartawan INILAH.COMAhmad Munjin, di Jakarta, Selasa (22/12) malam.


Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp175 (8,33%) menjadi Rp2.275 ketimbang sebelumnya di level Rp2.100. Volume transaksi mencapai 242,6 juta unit saham senilai Rp533,2 miliar dan frekuensi 7.328 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Menjelang libur Natal 2009, bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI hari ini?

Potensi penguatan masih ada sebagai lanjutan dari penguatan kemarin. Ini merupakan reversal dari koreksi yang lama dan tajam sepekan lalu. BUMI juga terimbas positif dari potensi pengautan indeks akibat window dressing pada saham-saham tambang BUMN.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.425 dan Rp2.175 sebagai level support-nya. Meski sekarang merupakan hari menjelang libur panjang Natal tahun ini, 24-27 Desember, tidak akan memicu aksi profit taking di market termasuk juga BUMI. Sebab, untuk tahun ini perdagangan masih tersisa empat hari lagi. Hari ini satu dan tiga hari di pekan depan.

Jika situasi politik tidak terlalu memanas, indeks bepeluang menguat (upside). Saya masih percaya seperti itu. Karena itu, meski ada libur panjang tidak akan dimanfaatkan pasar untuk aksi ambil untung.

Apalagi, pekan lalu terjadi panic seling sehingga bursa turun tajam 78 poin dan kemarin market mengalami rebound. Kalau market regional masih tetap menguat dan kondisi politik tidak terlalu memanas, indeks akan rebound paling tidak 1%. Karena itu, BUMI terangkat lebih karena sentimen market.

Masih ada peluang window dressing?

Masih. Positifnya BUMI memang karena ada harapan window dressing. Tapi bukan pada BUMI sendiri melainkan dimotori oleh saham-saham tambang milik BUMN. Karena itu, meski peluang window dressing di BUMI sendiri sangat kecil, tapi saham ini akan terkena imbas positifnya.

Terkait tudingan tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun dan denda Rp8,4 triliun?

Saya nggak yakin hal itu akan berpengaruh pada pergerakan saham BUMI hari ini. Saya tidak tahu apakah hal itu bener-benar terjadi atau hanya semacam blackmail. Kalau blackmail artinya tidak terjadi apa-sapa sama BUMI.

Bagaimana dengan sentimen dari harga minyak mentah dunia?
Sentimen dari harga minyak, masih netral. Sebab, harga komoditas ini masih stabil di level US$73 per barel . Tapi, pasar secara umum masih tetap mencermati perkembangan skandal Bank Century senilai Rp6,7 triliun itu.


Saya turut berkumpul dengan Fuad Rahmani, Ketua Bapepam-LK dan beberapa pihak dari sekuritas. Intinya, kita mendukung Sri Mulyani-Boediono. Artinya, kalau hasil pansus nantinya menyudutkan keduanya, akan menjadi sentimen negatif di pasar. Kita mendukung, keduanya tetap kredibel. Kalau sampai ada apa-apa, artinya memang keduanya korban politik.

Kita berharap Sri Mulyani dan Boediono bisa mempertahankan jabatannya. Tapi, bola saat ini masih bergulir. Bahkan saya menduga bisa terjadi impeachment. Tapi SBY sangat susah di-impeach dari sisi DPR karena partai Demokrat mayoritas. SBY berpeluang di-impeach dari sisi hukum. Itu yang kemungkinan terjadi.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Jika impeachment menjadi kenyataan, dampaknya akan sangat negatif bagi pasar. Sebab, hal ini menyangkut pidana. Terlepas dari semua itu, saya rekomendasikan trading buy untuk BUMI. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini