Arsip Blog

Minggu, 27 Desember 2009

Joedoel JADOEL: ANTM pernah niat MENGAKUISISI BUMI ... sih :271209

Jumat, 10/10/2008 01:00 WIB

Konsorsium Antam jajaki caplok Bumi

oleh :

JAKARTA: Konsorsium PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menjajaki kemungkinan membeli 35% saham PT Bumi Resources Tbk.



Penjajakan akuisisi itu di tengah tergencetnya harga saham Bumi, induk perusahaan tambang batu bara dengan produksi terbesar di Indonesia, ke level Rp2.175 per saham dari posisi tertinggi di level Rp8.550.



Direktur Utama PTBA Sukrisno mengatakan perseroan berdiskusi dengan jajaran manajemen Antam terkait dengan rencana akuisisi Bumi. Sejauh ini, konsorsium BUMN ini masih menyiapkan dana dari kas internal untuk mendukung aksi korporasi itu.



"Akuisisi ini sejalan dengan rencana kami untuk mengakuisisi perusahaan tambang yang ada di Kalimantan guna meningkatkan cadangan batu bara kami," katanya kepada Bisnis kemarin.



Menurut dia, PTBA dan Antam masih mengkaji jumlah saham yang mungkin untuk diakuisisi, disesuaikan dengan kas internal. "Kami masih bernegosiasi dengan Antam terkait dengan rencana akuisisi itu. Dengan harga saham Bumi seperti saat ini, tentunya sangat menarik untuk diakuisisi."



Dirut Antam Alwin Syah Loebis ketika dikonfirmasi mengatakan perseroan berminat membeli saham Bumi. Namun, hal itu bergantung pada valuasi harga saham dan hasil uji tuntas.



Ketika dikonfirmasi, Senior Vice President of Investor Relations Bumi Dileep Srivastava mengaku mendengar rumor itu dari eksternal. Namun, katanya, sejauh ini dia belum mendapatkan informasi soal itu.



Satu bankir investasi asing yang mengetahui informasi itu menambahkan selain konsorsium Antam dan PTBA, dua konsorsium perusahaan lokal lainnya tengah bernegosiasi dengan keluarga Bakrie terkait dengan penjualan saham itu.



2 Konsorsium lain



Menurut kabar yang beredar, katanya, dua konsorsium itu adalah konsorsium Sampoerna, Putra Mas Agung, dan pengusaha Tommy Winata, dan konsorsium Djarum.



Bahkan, katanya, konsorsium Djarum melihat peluang melakukan hostile takeover dengan mengumpulkan saham Bumi yang banyak beredar di pasar saham pada harga yang cukup menarik.



Hostile takeover merupakan rencana akuisisi suatu perusahaan dengan mengumpulkan saham di pasar.



Biasanya, aksi itu tidak sejalan dengan keuangan manajemen perusahaan target. Selain itu, akuisisi itu juga banyak dihambat oleh calon pembeli lain yang mencoba dengan menawar pada harga yang lebih tinggi.



"Ketiga konsorsium itu dikabarkan menawar saham Bumi di kisaran Rp2.500-Rp2.700 per saham," ujarnya.



Ari Pitoyo, Head of Research PT Mandiri Sekuritas, juga mengaku mendengar informasi rencana penjualan Bumi.



Jika Bumi hari ini mengeluarkan siaran pers mengenai adanya penawaran saham di level Rp2.700, katanya, hal itu memberikan sentimen positif.



Apabila pembeli menawar Bumi Rp2.700, berarti itu setara dengan price to earning ratio (P/E) 4 kali. "Valuasi itu menarik karena setara P/E perusahaan batu bara di Australia."



Bumi telah menandatangani pinjaman baru US$100 juta dari Credit Suisse untuk menambah modal kerja. (Pudji Lestari) (bambang.jatmiko@bisnis. co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)



Oleh Bambang P. Jatmiko & Wisnu Wijaya

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini