Arsip Blog

Minggu, 27 Desember 2009

bumi DIKEPUNK MULYANI CS, bumi BERGEMINK 4000 ... 271209

Penggagas Kaukus Golkar Bersih Desak Ical Mundur

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Aburizal Bakrie.
Artikel Terkait:
BEI Minta BUMI Jelaskan Soal Tunggakan Pajak
Kalau Bayar, Bakrie Bisa Ajukan Permohonan Penghentian Penyidikan
Ditjen Pajak Selidiki Tunggakan Pajak Bakrie
Menkeu Bungkam soal Dugaan Rekayasa Pajak Bakrie
MINGGU, 27 DESEMBER 2009 | 18:20 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Penggagas Kaukus Golkar Bersih Zaenal Bintang kembali meminta Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical segera mengundurkan diri dari jabatannya untuk sementara waktu.

Menurut Zaenal, penggelapan pajak yang dilakukan tiga perusahaan milik Bakrie Group sebagaimana tengah diusut Ditjen Pajak Depkeu telah membuat citra Golkar makin terpuruk, baik di mata masyarakat maupun pendukung partai pohon beringin itu.. Menurutnya, jika Golkar masih bertahan di bawah kepemimpinan Ical, maka masa depan Golkar makin suram dan citranya pun makin dipertanyakan publik.

"Aburizal harus nonaktif sementara. Dia harus berjiwa satria dan sadar diri mengundurkan diri," kata Zaenal Bintang di kediaman mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli, Jakarta Selatan, Minggu (27/12/2009).

Politisi senior Partai Golkar ini merekomendasikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono yang kini menjabat sebagai Menko Kesejahteraan Rakyat untuk menggantikan Ical. Menurutnya, pergantian tidak memerlukan mekanisme partai, karena hal itu akan memerlukan waktu dan membuang-buang biaya.

"Kalau Ical diganti, menurut saya Agung Laksono layak menggantinya. Dia harus mengundurkan diri dengan jiwa satria, jadi tidak perlu mekanisme kepartaian lagi," paparnya..

Pria asal Makkasar ini menilai Agung Laksono mumpuni menggantikan Ical karena tiga modal yang ia miliki. Pertama, Agung merupakan kader Golkar sejati. Kedua, ia memiliki massa pendukung (internal Golkar) yang cukup besar. Dan ketiga, posisi Agung lebih kuat dibanding Ical karena dirinya kini merupakan anggota kabinet.

Agung Laksono pernah memimpin organisasi pendiri Partai Golkar, Kesatuan Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957. Kosgoro merupakan satu dari tiga organisasi masyarakat pendiri Partai Golkar. Dua organisasi masyarakat pendiri Partai Golkar lainnya adalah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

Agung sendiri terang-terangan pernah menyatakan keinginanannya memangku tahta tertinggi Partai Golkar itu pada pertengahan Juli lalu. (Persda Network/COZ)

27/12/2009 - 08:29
Sepekan Saham BUMI
Naik Tipis di Transaksi Singkat
Asteria


(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan yang berlangsung sangat singkat, hanya tiga hari, PT Bumi Resources (BUMI) mengalami kenaikan tipis 1,1%. Hal ini dipicu bantahan perseroan atas tudingan tunggakan pajak sebesar Rp2,1 triliun.

Meski telah merosot dalam empat hari perdagangan sepanjang pekan lalu, BUMI pada hari pertama diperdagangkan, Senin (21/12), gagal berbalik arah. Emiten batubara ini ditutup terkoreksi Rp150 ke Rp2.100.

Bayang-bayang penerbitan saham baru BUMI mendominasi sentimen saham terlikuid di lantai bursa ini, turun ke level terendahnya sejak Juli silam. Seperti diketahui, manajemen BUMI tengah mengkaji rencana penerbitan saham baru yang akan ditawarkan kepada pemodal strategis pada kuartal pertama 2010.

Berdasarkan keterangan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) mengenai penambahan modal tanpa HMETD, BUMI dapat menerbitkan saham maksimal 10% dari yang telah dikeluarkan (19,4 miliar saham).

Perseroan kini tengah menjajaki beberapa mitra strategis untuk mengelola Herald Resources Limited. Namun, BUMI tetap mempertahankan posisi mayoritas di perusahaan yang baru diakuisisi itu. Manajemen BUMI tak bersedia mengungkapkan dengan siapa perseroan sudah melakukan negosiasi.

Sentimen pelemahan bursa global, berlanjut pada koreksi IHSG, juga menekan pergerakan emiten ini. IHSG pada awal pekan membukukan penurunan terburuk di kawasan Asia, dengan anjlok 3,12% ke level 2.431,389. Pasar masih mengkhawatirkan kondisi politik dalam negeri, menyusul memanasnya kasus Bank Century.
Namun, keesokan harinya, Selasa (22/12), BUMI berhasil terangkat Rp175 (8,33%) ke Rp2.275, didukung naiknya harga komoditas dunia. Harga minyak dunia naik ke level US$73 per barel dan harga batubara Australia berada di level US$82 per metrik ton.

Melonjaknya saham BUMI menjadi katalis penguatan indeks sehingga pada hari kedua pekan ini ditutup naik 1,49% ke level 2.467,637. Pasalnya, sebagai saham dengan turn over terbesar, pergerakan BUMI mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan. Selain itu, terdorong technical rebound, indeks menguat dipicu pergerakan positif bursa regional dan global.

Sementara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BUMI yang batal dilaksanakan pada 7 Januari mendatang, seakan memberi energi tambahan bagi BUMI untuk bergerak volatile.

BUMI menunda pelaksanaan RUPSLB untuk membahas penambahan modal tanpa HMETD hingga waktu yang belum bisa ditentukan, karena proses negosiasi dengan pemodal strategis memang belum selesai.

Terkait masalah pajak, bantahan BUMI tentang adanya tunggakan, berhasil menenangkan investor. Pada Rabu (23/12), BUMI pun sempat naik ke level Rp2.300, sebelum akhirnya ditutup di level Rp2.275, sama dengan level penutupan sebelumnya.

BUMI membantah adanya tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun dalam laporan keuangan tahun buku 2007. Manajemen pun meminta klarifikasi dari Dirjen Pajak perihal dugaan tindak pidana pajak yang dilakukan BUMI dan dua unit pertambangan batubara PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (AI).

"BUMI tidak pernah gagal memenuhi kewajiban kepada negara. Apa yang kami butuhkan sekarang adalah penjelasan dan klarifikasi atas perbedaan tersebut," ujar SVP Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava.

Sebelumnya, Ditjen Pajak menyatakan sedang mengusut dugaan pidana pajak BUMI dan dua anak usahanya KPC dan Arutmin, dengan total nilai tunggakan mencapai Rp2,1 triliun. Angka ini berasal dari tidak dilaporkannya surat pemberitahuan pajak tahunan 2007.

Ditjen Pajak bahkan berencana menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pelaksanaannya. KPK juga siap mempelajari laporan yang akan disampaikan oleh Ditjen Pajak

Beberapa analis menilai, harga BUMI akan melonjak pesat dengan beberapa faktor. Salah satu pemicunya berasal dari meningkatnya permintaan dunia seiring pulihnya perekonomian dunia. Selain itu, harga saham BUMI belum setinggi emiten lain.

Sepanjang 2009, BUMI mengalami kenaikan 128%. Sedangkan saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik lebih dari 190%, PT Adaro Energy (ADRO) naik 250,5%, PT Batubara Bukit Asam (PTBA) 153,6% dan PT Bayan Resources (BYAN) 490,4%. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini