Arsip Blog

Selasa, 22 Desember 2009

ANALIS PRO jadi BLOON di depan nasib BUMI...(10)

2/12/2009 - 09:54
BUMI akan Terus Merosot

‘Wait and See’ Saja untuk BUMI!
INILAH.COM, Jakarta – Negatifnya sentiman market, akan memicu pelemahan saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Selasa (22/12). Kasus tunggakan pajak perseroan pun masih menjadi sandungan. Wait and see untuk BUMI!
Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan, saham BUMI berpeluang melemah karena kurang kondusifnya sentimen market akibat aksi profit taking menjelang akhir tahun. Memanasnya suhu politik di dalam negeri turut menekan indeks. Pasar saat ini masih mencermati perkembangan skandal Bank Century.

Pelemahan BUMI juga masih dipicu persolaan tunggakan pajak perseroan yang belum ada penyelesaiannya. “BUMI akan mengarah ke levelsupport Rp2.000 dan 2.275 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Senin (21/12) kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp150 (6,6%) menjadi Rp2.100, dengan intraday Rp2.250 dan Rp2.050. Volume transaksi mencapai 340,9 juta unit saham senilai Rp728,02 miliar dan frekuensi 9.228 kali. Berikut wawancara lengkapnya:
Setelah terus merosot akhir-akhir ini, apakah ada potensi penguatan BUMI hari ini?
Saya kira BUMI masih akan melemah, karena kurang kondusifnya sentimen market akibat aksi profit taking menjelang akhir tahun. Memanasnya suhu politik di dalam negeri turut juga menekan indeks. Pasar saat ini masih mencermati perkembangan skandal Bank Century. Selain itu, pelemahan BUMI juga masih dipicu oleh persoalan tunggakan pajak perseroan yang sampai saat ini belum ada penyelesaiannya.
Akan begerak di kisaran berapa?
BUMI akan mengarah ke level support Rp2.000 dan Rp2.275 sebagai level resistance-nya. Meski valuasi saham sejuta umat ini sudah oversold karena pelemahan sepekan terakhir, tapi untuk pembalikan arah (menguat) belum ada tanda-tanda. BUMI masih diselimuti sentimen negatif dari tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun dan denda Rp8,4 triliun. Karena itu BUMI mengalami pelemahan hari ini.
Bagaimana dengan sentimen market?
Iya itu juga turut membuat BUMI tertekan karena indeks Indonesia kemarin melemah 3,12% yang merupakan koreksi paling tajam di dunia. Ini tentu tidak mendukung penguatan BUMI. Padahal, pelemahan indeks kemarin berada di tengah-tengah positifnya semua bursa Eropa. Begitu juga dengan Hang Seng dan Nikkei. Karena itu, indeks hari ini pun masih berpeluang dilanda profit taking menjelang libur pajang akhir tahun.
Window dressing bagaimana?
Window dressing pun yang secara historis terjadi di akhir tahun, tidak berlaku untuk tahun ini. Kalaupun terjadi window dressing, BUMI seharusnya sudah berada di level tertinggi tahun ini di Rp3.300-an. Begitu juga dengan saham-saham bluechips lainnya. Tapi, siapa tahu terjadi window dressing karena masih ada lima hari lagi di pekan ini.
Saya akui cukup berat, baik BUMI maupun IHSG ^JKSE untuk kembali menguat. Meskipun kemungkinan itu tetap masih terbuka dan asing saat ini masih melakukan net buy di pasar domestik meskipun value-nya menurun. Sentimen di internal market kita sangat susah untuk mengangkat indeks kembali.
Lantas, apa rekomendasi Anda?
Saya rekomendasikan wait and see untuk BUMI. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini