Arsip Blog

Senin, 14 Desember 2009

GEMPA bumi di bei ... 141209

EKONOMI
14/12/2009 - 16:42
Penutupan IHSG
BUMI dan TLKM Tekan Bursa
Asteria


(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Di tengah reboundnya bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini malah terjebak dalam zona negatif. Saham BUMI dan TLKM terpantau mengerek turun bursa.

Pada perdagangan Senin (14/12), IHSG ditutup melemah 12,713 poin (0,50%) ke level 2.506,386. Indeks LQ 45 melemah 2,4 poin (0,48%) ke level 496,008.Indeks JII turun 0,88% ke 413.87.

IHSG pada awal perdagangan dibuka melemah 0,77% ke level 2.499. Kendati berupaya menguat, indeks tampaknya sulit keluar dari zona negatif, dimana pada sesi siang berada di angka 2.510 dan akhirnya ditutup di 2.506.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG terkoreksi di tengah penguatan bursa Asia dan global. Hal ini dipicu kekhawatiran pasar atas kondisi politik di dalam negeri, “Investor cenderung berhati-hati dan menahan langkahnya untuk masuk pasar,” katanya.

Kondisi politik dalam negeri sudah menghangat, dimana kasus Bank Century sudah menyebar ke konflik antara Menteri Keuangan dengan Menko Kesra. Sementara, Partai Demokrat menyatakan posisi Wapres dan Menkeu ditentukan oleh rekomendasi final Pansus DPR.

Sedangkan merosotnya komoditas di pasar dunia turut menekan saham berbasis komoditas. Harga minyak turun ke bawah level US$70 per barel, tepatnya US$69,87, seiring penguatan dolar AS. Demikian juga harga timah turun ke US$15.200 per ton, dan emas turun ke US$1.115,40 per troy ons.

Hampir semua sektor melemah, kecuali sektor konsumsi, manufaktur dan industri dasar yang masih menghijau. Sedangkan sektor infrastruktur terpantau memimpin penurunan, dengan anjlok 1,8%, disusul tambang yang turun 1,4%, properti 0,8%, perkebunan 0,5%, aneka industri 0,4%, perdagangan 0,3% dan finansial 0,08%.

Saham PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Telkom (TLKM) menginspirasi penurunan bursa kali ini. BUMI yang melemah Rp150 ke Rp2.425, mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp817 miliar, atau 23% total perdagangan. Sedangkan Telkom yang melemah Rp 300 ke Rp 9.500, mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp161 miliar, atau 4,6% total transaksi.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat. Volume transaksi tercatat 5,316 miliar saham, senilai Rp 3,513 triliun, dengan frekuensi 73.740 kali. Sebanyak 59 saham naik, 140 saham turun dan 59 stagnan.

Beberapa emiten yang melemah antara lain PT Astra Autoparts (AUTO) turun Rp300 ke Rp5.700, PT Bukit Asam (PTBA) melemah Rp100 ke Rp17.200, PT Medco Energy (MEDC) terkoreksi Rp100 ke Rp2.450, PT United Tractors (UNTR) turun Rp 100 ke Rp15.200, dan PT Sampoerna Agro (SGRO) terkoreksi Rp75 di posisi Rp2.575.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Schering Plough (SCPI) naik Rp2.000 ke Rp39.000, PT Dian Swastatika (DSSA) menguat Rp700 ke Rp3.500, PT Gudang Garam (GGRM) terapresiasi Rp850 ke Rp20.750, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp500 ke Rp29.500, PT Unilever (UNVR) naik Rp200 ke Rp11.200, serta PT Semen Gresik (SMGR) naik Rp150 ke Rp7.500.

IHSG terkoreksi di tengah reboundnya bursa Asia. Indeks Komposit Shanghai naik 55,59 poin (1,71%) ke level 3.302,90, indeks Hang Seng menguat 183,64 poin (0,84%) ke level 22,085,75, Indeks Nikkei-225 melemah tipis 2,19 poin (0,02%) ke level 10.105,68 dan indeks Straits Times naik 2,05 poin (0,07%) ke level 2.802,56. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini