Arsip Blog

Rabu, 23 Desember 2009

iming-imink doank bah ... (15): 231209

Rabu, 23/12/2009 10:41 WIB
JP Morgan Naikkan Target Harga Saham BUMI ke Rp 4.000
Indro Bagus SU - detikFinance


(foto: dok BUMI) Jakarta - PT JP Morgan Securities Indonesia (BK) merevisi naik target harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi Rp 4.000 per saham. Dengan memperhitungkan potensi tunggakan pajak Rp 10 triliun, JP Morgan masih memasang harga Rp 3.500 per saham.

Berdasarkan hasil riset JP Morgan seperti dikutip detikFinance, Rabu (23/12/2009), jika BUMI beserta anak usahanya pada akhirnya terbukti melakukan penunggakan pajak dan harus membayar berikut denda sebesar Rp 10 triliun, harga BUMI hanya akan berkurang Rp 500 per saham menjadi Rp 3.500 per saham.

Pada 10 Desember 2009, JP Morgan memasang harga BUMI di level Rp 3.750 per saham. Kini harga tersebut direvisi naik menjadi Rp 4.000 per saham. JP Morgan memproyeksikan harga rata-rata batubara di 2010 akan mencapai US$ 80 per ton dan US$ 85 per ton di 2011. Harga rata-rata batubara untuk jangka panjang diproyeksikan sebesar US$ 80 per ton.

Dengan revisi proyeksi harga tersebut, JP Morgan merevisi proyeksi pendapatan dan laba bersih BUMI hingga 2011. Sebelumnya, proyeksi pendapatan BUMI di 2010 sebesar US$ 4,169 miliar dengan laba bersih US$ 310 juta. Proyeksi terbaru, pendapatn BUMI di 2010 sebesar US$ 4,639 miliar dengan laba bersih 496 juta.

Proyeksi awal pendapatan BUMI di 2011 sebesar US$ 5,413 miliar dengan laba bersih US$ 483 juta. Proyeksi terbaru, pendapatan BUMI di 2011 sebesar US$ 6,075 miliar dengan laba bersih US$ 767 juta.

Perubahan proyeksi tersebut kemudian mengubah nilai aset-aset BUMI. Kepemilikan BUMI di KPC ditaksir senilai Rp 65,498 triliun, Arutmin Rp 29,158 triliun, cadangan batubara sebanyak 7,8 miliar ton senilai Rp 7,782 triliun, Darma Henwa Rp 1,308 triliun, Fajar Bumi Sakti Rp 1,795 triliun, Pendopo Energi Batubara rp 1,234 triliun, aset lainnya Rp 1,449 triliun, Newmont Nusa Tenggara Rp 3,042 triliun.

Total aset BUMI ditaksir mencapai Rp 111,266 triliun. Sementara total utang BUMI saat ini mencapai US$ 4,002 miliar atau setara dengan Rp 40,015 triliun. Namun BUMI masih memiliki kas internal sebesar Rp 19,427 triliun.

Dengan demikian, nilai ekuitas BUMI sebesar Rp 90,678 triliun. Jumlah saham dalam Modal Disetor dan Ditempatkan Penuh BUMI sebanyak 19,404 miliar saham. Dari situ diperoleh nilai ekuitas per saham BUMI sebesar Rp 4.673. Dengan memperhitungkan diskon 15%, nilai ekuitas per saham BUMI masih sebesar Rp 3.972.

Tak luput, JP Morgan juga memperhitungkan persoalan tunggakan pajak BUMI. Dirjen Pajak menuding BUMI beserta KPC dan Arutmin memiliki tunggakan pajak sebesar Rp 2,1 triliun.

Manajemen BUMI telah membantah tudingan tersebut. Namun Dirjen Pajak mengancam, jika terbukti bersalah BUMI berpotensi harus membayar denda 4 kali lipat ditambah tunggakan pokok, sehingga totalnya mencapai Rp 10,5 triliun.

Menurut perhitungan JP Morgan, seandainya denda dan pokok tunggakan pajak senilai Rp 10,5 triliun itu harus dibayarkan BUMI, tidak mengubah nilai ekuitas per saham BUMI terlalu besar.

Dengan memperhitungkan denda dan pokok sebesar Rp 10,5 triliun, maka nilai ekuitas BUMI akan turun dari Rp 90,678 triliun menjadi Rp 80,178 triliun. Angka tersebut dibagi dengan 19,404 miliar saham BUMI setara dengan Rp 4.132 per saham. Dipotong diskon 15%, harga saham BUMI masih sebesar Rp 3.512 per saham.
(dro/qom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini