Arsip Blog

Kamis, 31 Desember 2009

bumi BAYAR PAJAK GEDE ABIS DAH, bagi2 dividen lah ... 311209

31/12/2009 - 17:38
EKSKLUSIF
Ha? Laba BUMI Turun 26 %
Mosi Retnani Fajarwati


INILAH.COM, Jakarta - Sepanjang kuartal III 2009, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan penurunan laba bersih sebesar 26 % dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan pernyataan SVP Investor Relations BUMI Dileep Shrivastava yang diterima INILAH.COM di Jakarta, laba bersih yang berhasil dibukukan untuk kuartal III tahun ini mencapai US$362 juta. "Laba kami sebelum pajak US$535 juta," ungkapnya.

Dileep juga menginformasikan, laba yang tercatat sebelum pajak pada periode yang sama tahun 2008 mencapai US$496 juta. "Saat itu, pajak yang harus ditanggung US$6 juta," ungkapnya.

Penurunan laba disebabkan oleh meningkatnya beban pajak untuk periode kuartal III 2009 sebesar US$173 juta. "Pajak kami mencapai US$173 juta," ungkapnya.

Selain itu, perseroan tambang batubara terbesar ini berhasil menurunkan biaya produksi hingga 15 %. Laporan keuangan perseroan secara lengkap baru akan dipublikasikan petang ini. "Usai saya kembali dari India pada 10 Januari (2010), kita akan mengadakan media briefing," ungkapnya.[mre/hid]



Per 30 September 2009
Bumi Resources Raup Laba US$ 362 Juta
Namun, perolehan laba itu turun 27 persen dibanding kuartal III-2008 senilai US$ 496 juta.
KAMIS, 31 DESEMBER 2009, 17:07 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nerisa

Tambang batu bara (www.warwick.ac.uk)
BERITA TERKAIT
Jelaskan Aksi Korporasi, Bumi Temui BEI
Januari, Bumi Gandeng Mitra di Herald
Saham Herald Resources Efektif Delisting
Pekan Ini, BEI Panggil Bumi Resources
BEI Telaah Dokumen Pajak Bumi Resources
Web Tools

VIVAnews - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih hingga kuartal III-2009 sebesar US$ 362 juta.

Namun, perolehan laba itu turun 27 persen dibanding kuartal III-2008 senilai US$ 496 juta. Penurunan laba tersebut dipicu oleh kenaikan beban pajak perusahaan.

Senior Vice President Investor Relations Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, perusahaan memiliki beban pajak sebesar US$ 173 juta pada kuartal III-2009. Sedangkan pada periode sama tahun sebelumnya beban tersebut hanya sebesar US$ 6 juta.

"Tanpa memperhitungkan pajak tersebut, laba kami mencapai US$ 535 juta," kata dia pada VIVAnews di Jakarta, Kamis 31 Desember 2009.

Meski demikian, dia menambahkan, laba operasional dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) pada periode tersebut tidak jauh berbeda dengan posisi kuartal III-2008.

Selain itu, Bumi berhasil menurunkan biaya produksi hingga 15 persen. "Laporan keuangan tersebut akan dipublikasikan sore ini," katanya.

Dileep mengungkapkan, perseroan berniat menggelar konferensi pers pada 10 Januari 2010.

Sebelumnya, perusahaan memperoleh penghargaan sebagai perusahaan yang menerapkan prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG) di Indonesia versi majalah Swa dan Indonesian Institute of Company Directors (IICD).

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Laporan Keuangan BUMI Molor Lagi
Jum'at, 1 Januari 2010 - 17:54 wib
TEXT SIZE :
Widi Agustian - Okezone

Ilustrasi
JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) seharusnya sudah merilis laporan keuangan per September 2009 pada akhir Desember lalu. Tetapi, hingga hari ini laporan keuangan tersebut nampaknya belum juga diserahkan kepada otoritas bursa untuk rilis.

"Sepertinya akan di-publish pada akhir minggu ini," kata SPV Investor Relations-Corsec BUMI Dileep Srivastava saat dikonfirmasi okezone, di Jakarta, Jumat (1/1/2010).

Awalnya, BUMI berencana akan menyampaikan laporan keuangan interim per 30 September 2009 paling lambat akhir November 2009. Akan tetapi penyerahan laporan keuangan tersebut kembali molor hingga dijadawal ulang paling lambat pada akhir Desember 2009. Tetapi nyatanya hingga sekarang ini belum juga laporan keuangannya. "Segera (dirilis laporan keuangannya)," ujar Dileep.

Menurut Direktur Utama BUMI Ari S Hudaya, beberapa waktu lalu, keterlambatan pelaporan tersebut dilakukan seiring dengan banyaknya aksi korporasi yang tengah di proses perseroan saat ini. "Karena banyak corporate action, mungkin laporan keuangan selesai Desember," tambahnya.

Sebagai informasi, perseroan saat ini tengah menuntaskan pengambilan divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) bersama dengan PT Daerah Maju Bersaing. Tak hanya itu, perseroan juga sedang menunggu proses tender penjualan blok milik BHP Billiton.

Dengan demikian, maka BUMI melakukan penelaahan terbatas atas laporan keuangan intermnya per 30 September 2009 tersebut. Apalagi pada Mei 2009 lalu, BUMI melakukan revisi karena salah menulis beberapa angka dalam laporan keuangan kuartal I-2009 yang tidak diaudit. Kepada otoritas BEI, manajemen BUMI menyatakan kesalahan penulisan itu hanya terdapat di catatan (notes) laporan keuangan. Tapi, ternyata banyak koreksi yang harus mereka lakukan.

"Kami akan menggelar paparan publik saat aksi korporasi rampung dan sudah bisa di-publish," kata Ari waktu itu. (wdi)
(rhs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini