Arsip Blog

Sabtu, 05 Desember 2009

aksi @ bumi = UTANG dalam arti seluas-luasnya ... 051209

04/12/2009 - 14:15
Analis Merespon Positif
Aksi BUMI Belum Akan Berhenti
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources (BUMI) gencar melakukan aksi korporasi dan agresif berekspansi apalagi menjelang akhir tahunm. Hal ini mendapat respon positif dari beberapa analis.
NISP Sekuritas menilai saham BUMImasih memiliki prospek menarik, terkait banyaknya aksi korporasi yang dilakukan perseroan. Menurutnya, kalau ekspansi ini berhasil, semakin meningkatkan nilai perusahaan. “Kami rekomendasikan beli dengan target Rp3.500,” ujarnya, Jumat (4/12).

BUMI tampaknya tak henti-henti beraktivitas menjelang akhir tahun ini. Usai mendapatkan 24% saham PT Newmont Nusa Tenggara, emiten batubara ini dikabarkan sedang bernegosiasi dengan PT Recapital Advisor untuk investasi dan akuisisi sektor batubara.

Hal ini menyusul aksi Recapital, yang baru-baru ini menandatangani perjanjian jual beli saham dengan Rizal Risjad untuk akuisisi 90% saham PT Berau Coal, yaitu tambang dengan produksi batubara sekitar 20 juta ton dengan kalori 5.000-5.800.

Analis saham Reliance Securities Gina Novrina Nasution memprediksikan, BUMI masih berpeluang menguat. Hal ini dipicu rencana investasi hingga US$ 2,26 miliar untuk beberapa proyek perseroan. “Kami rekomendasikan beli untuk BUMI dengan support di level 2.525 dan resistance di 2.600,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Seperti diketahui, dengan total dana investasi sebesar US$2,261 miliar, perseroan berharap, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) dapat naik US$2,2 miliar per tahun. Keperluan dana investasi tersebut akan berasal dari kombinasi kas internal dan berbagai skema pendanaan eksternal.

Investasi akan dikucurkan untuk peningkatan kapasitas produksi anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia sebesar US$1,1 miliar. Melalui investasi ini, BUMI menargetkan peningkatan EBITDA sebesar US$800 juta per tahun dan produksi batubara 100 juta ton per tahun.

BUMI juga akan melakukan pengembangan besar-besaran di komoditas tambang non batubara. Untuk pengembangan timah hitam dan seng, BUMI menyiapkan US$211 juta pada Herald Resources Ltd., dengan target peningkatan EBITDA sebesar US$150 juta per tahun.

Sementara untuk pengembangan emas dan tembaga di kawasan Gorontal dan Citra Palu, BUMI akan mengucurkan dana US$500 juta, dengan target peningkatan EBITDA sebesar US$900 juta per tahun. Tambang tersebut diperkirakan beroperasi pada 2013.

Demikian pula untuk proyek tambang biji besi di Mauritania, disiapkan dana US$300 juta dengan target peningatan EBITDA US$250 juta per tahun. Sedangkan untuk pengembangan Fajar Bumi Sakti dan Pendopo Energi disiapkan US$150 juta, dengan terget EBITDA US$100 juta per tahun.

Sedangkan Samuel Securities merespon positif saham BUMI, terkait revisi aturan Bapepam mengenai penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) (secondary offering) hingga maksimum 10%. “Kami rekomendasikan buy untuk BUMI,” ungkap riset yang dipublikasikan Jumat (4/12).

Revisi aturan yang akan direalisasikan pekan depan ini lebih longgar ketimbang sebelumnya yaitu 5%. Dengan keluarnya aturan ini, lanjutnya, pasar berspekulasi BUMI akan menerbitkan saham baru sebanyak 10% modal disetor yaitu 1,94 miliar lembar, yang akan ditawarkan kepada China Investment Corporation (CIC).

Pada perdagangan Jumat (4/12) sesi siang, BUMI terpantau turun Rp 25 ke level Rp 2.525 per unitnya. Anak usaha Bakrie ini masih mendomianasi pergerakan bursa, dengan nilai transaksi Rp286 miliar, atau 22% dari total perdagangan siang ini. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini