Arsip Blog

Senin, 28 Desember 2009

ANALIS PRO jadi BLOON di depan nasib BUMI...(11)

28/12/2009 - 09:49
Irwan Ibrahim
BUMI Potensial Pimpin Koreksi IHSG

INILAH.COM, Jakarta – Seiring potensi negatifnya sentimen domestik dan regional, saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (28/11) diprediksikan melemah. Buy on weakness untuk saham sejuta umat ini!

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan, peluang koreksi BUMI hari ini terbuka karena negatifnya sentimen market domestik dan regional. Di dalam negeri, IHSG mendapat tekanan dari kelanjutan skandal Bank Century. Pasalnya, pada Januari 2010 Pansus DPR akan memanggil 15 saksi termasuk Menkeu Sri Mulyani.
Indeks juga mendapat tekanan jual dari dari insiden teroris di Northwest Airlines, Jumat (25/12) pekan lalu. “BUMI akan mengarah ke level support Rp2.000 dan Rp2.350 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (27/12).

Pada perdagangan akhir pekan lalu, Rabu (23/12) transaksi saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.275, dengan intraday Rp2.300 dan Rp2.225. Volume transaksi mencapai 93,8 juta unit saham senilai Rp212,4 miliar dan frekuensi 3.457 kali. Berikut wawancara lengkapnya:
Bagaimana prediksi pergerakan saham BUMI menjelang tutup tahun?
Saya perkirakan BUMI hari ini akan melemah. Sebab, sentimen market domestik dan regional sangat negatif. Di dalam negeri, indeks mendapat tekanan dari sekandal Bank Century senilai Rp6,7 triliun yang melebar ke mana-mana. Pemicunya, pada Januari 2010 Pansus DPR akan memanggil 15 saksi termasuk Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Indeks juga mendapat tekanan jual dari dari insiden teroris di Northwest Airlines. Semua itu sangat negatif bagi BUMI.
Akan bergerak di kisaran berapa?
BUMI akan mengarah ke level support Rp2.000 dan Rp2.350 sebagai level resistance-nya. Pelemahan indeks akan dipimpin saham Grup Bakrie, dipicu koreksi BUMI. Karena itu, BUMI mustahil tembus level Rp3.000 akhir tahun ini. Walaupun, fundamental BUMI kuat ke arah Rp3.000.
Bahkan, ada broker asing yang menargetkan BUMI di level Rp4.000. Nilai transaksi saham BUMI sudah turun. Level Rp2.000 merupakan saat tepat untuk masuk untuk investasi jangka panjang. Angka ini merupakan level yang sangat murah bagi BUMI.
Bagaimana sentimen dari aksi korporasi?
Semua sentimen negatif maupun positif dari aksi korporasi BUMI sudah terfaktorkan pasar. Pergerakan BUMI selanjutnya menunggu fund manager asing membeli kembali saham ini dan saham tambang lain sehingga menjadi dana segar. Sebab, suku bunga di luar negeri sangat rendah. Itulah yang ditunggu para investor. Masuknya dana segar akan berimbas positif pada Januari Effect 2010.
Kalau begitu, BUMI lebih terpengaruh sentimen market?
Ya, untuk saat ini. Sentimen negatif insiden teroris di Northwest Airlines, siap mewarnai indeks, dengan tekanan jual termasuk BUMI. Aksi teror ini akan berpengaruh negatif hingga ahir tahun. Baru usai pada pekan kedua Januari, sambil melihat perkembangan berikutnya. Senin ini, pelaku Umar Farouk Abdulmutallab, akan disidang. Kalau selesai cepat, akan dihukum lebih ringan. Pengaruhnya sangat tergantung pada perkembangan saat disidang. Kalau jaringan Al-Qaidah sudah masuk AS kembali, sudah bahaya sekali.
Saat peristiwa 11 September 2001 silam, bursa AS anjlok hingga 6% dan langsung di-suspend beberapa hari perdagangan. Jika insiden pekan lalu itu meledak beneran, bisa kacau. Pelaku sudah menyalakan api, tapi ditubruk penumpang lain. Dengan demikian, sentimen lain tidak akan menjadi fokus market saat ini. Misalnya, harga minyak dunia yang saat ini sudah kembali ke US$77 per barel .

Bagaimana dengan window dressing dan January Effect?
Window dressing yang biasanya terjadi di akhir tahun, tidak lagi berpengaruh dalam situasi perdagangan yang sempit. Investor menunggu January Effect saat masuknya investor asing. Itu bisa terjadi karena tingkat suku buga di regional sangat rendah. Suku bunga The Fed saat ini masih di 0-0,25%. January Effect akan berpengaruh positif karena akan ada analisis baru terkait emiten tertentu yang akan mendongkrak indeks.Fund Manager yang punya ekstra dana, akan masuk pasar. Di pasar modal, investor ritel sudah tidak ada, karena uangnya sudah habis.
Bagaimana net buy asing terhadap BUMI?
Secara perlahan, net buy asing masih akan terjadi di tiga hari terakhir perdagangan bursa tahun ini, termasuk BUMI. Tapi, ciri khasnya, jika asing masuk, tidak terjadi dalam jumlah banyak. Mereka bertahap akumulasi buy supaya harganya tidak naik. Investor asing tidak mesti melalui broker asing. Mereka memiliki jaringan di broker lokal.
Lantas, apa rekomendasi Anda?
Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI. Atau, rekomendasi kontrarian. Melakukan pembelian untuk orientasi jangka panjang. Saat terjadi tekanan jual, justru beli. Pasar sebaliknya melakukan aksi beli di level support. Tapi bagi yang dananya terbatas, wait and see dulu. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini