Arsip Blog

Rabu, 31 Maret 2010

7% doank, 100% MAHAL dah ... 310310

Rabu, 31/03/2010 19:03 WIB
Harga Saham Divestasi Newmont Naik 79,93%
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Jakarta - PT Newmont Nusa Tenggara telah menyampaikan penawaran 7% saham divestasi 2010 senilai US$ 444.079.808 kepada pemerintah Indonesia. Nilai divestasi ini mengalami kenaikan 79,93% (US$ 197,279 juta) jika dibandingkan nilai 7 persen saham divestasi Newmont tahun 2009 senilai US$ 246,8 juta.

"Harga saham ini naik dibandingkan nilai 7% divestasi tahun 2009 karena fase 6 dan 7 sudah dimasukkan dalam aset Newmont," ujar Direktur Jenderal Minerbapabum, Kementerian ESDM, Bambang Setiawan saat dihubungi wartawan, Rabu (31/3/2010).

Setelah menerima penawaran tersebut, Bambang menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan kembali apakah pemerintah pusat akan membeli 7% saham divestasi tersebut atau tidak.

Ditjen Minerbapabum, lanjut Bambang, diberi masa tenggang selama 30 hari untuk mengevaluasi penawaran tersebut sebelum diserahkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Nanti Ditjen Minerbapabum akan mengevaluasi kemudian diserahkan ke Kementerian Keuangan yang akan menyatakan akan membeli atau tidak,"paparnya.

Sementara itu, juru bicara PTNNT Rubi Purnomo membenarkan pihaknya telah menawarkan 7% terakhir saham divestasi Newmont kepada Pemerintah RI pada hari ini, 31 Maret 2010.

Namun saat ditanya berapa harga saham yang ditawarkan Newmont kepada pemerintah, Rubi enggan berkomentar. "Karena penawarannya sudah kita sampaikan ke Pemerintah, untuk pertanyaan-pertanyaan lainnya sebaiknya ditanyakan ke Pemerintah ya," paparnya.

Seperti diketahui, hasil keputusan arbitrase telah menyebutkan Newmont memiliki kewajiban untuk mendivestasikan 31% sahamnya kepada pemerintah Indonesia. Adapun 31% saham tersebut terdiri dari 3% saham divestasi jatah divestasi tahun 2006, 7% saham tahun 2007, 2008, 2009, dan 2010.

Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk melalui anak usahanya Multicapital dan Pemda NTB melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB) telah menguasai 24% saham Newmont.

(epi/dnl)
Selasa, 23/03/2010 13:10 WIB
Bakrie Cs Yakin Pukuafu Tak Bisa Ambil Sahamnya di Newmont
Kusmayadi - detikFinance

Mataram - Konsorsium Pemda NTB dengan anak usaha Bakrie Group, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yakin bisa mengungguli PT Pukuafu Indah dalam sidang di Pengadilan Jakarta Pusat, terkait divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). MDB yakin, proses divestasi sudah berada di jalan yang benar.

"Kami yakin dong. Insya Allah menang. Kami ini adalah pembeli yang beriktikad baik. Apa yang kami lakukan (membeli saham newmont) dilindungi oleh Undang-Undang," ujar Andy Hadianto, Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing, pemilik 25 persen saham PT MDB di Mataram pada detikFinance, Selasa (23/3/2010).

Andy yang juga salah satu pejabat Pemprov NTB ini mengatakan, langkah Pemda NTB mengambil bagian dalam divestasi saham Newmont, merujuk sepenuhnya pada putusan arbitrase internasional.

"Kami yakin aman. Dasar kami adalah putusan arbitrase itu," pungkasnya. Namun Andy menolak mengomentari lebih jauh, soal pokok perkara gugatan Pufukafu. Pasalnya itu akan dijelaskan di pengadilan.

Gugatan pembatalan putusan arbitrase 31 persen saham divestasi PTNNT yang diajukan PT Pukuafu Indah kini sudah masuk ke pokok perkara persidangan. Sidang ini akan dilaksanakan pada pada 31 Maret mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebelumnya, proses mediasi antara Pukuafu dengan pemerintah dan PTNNT, tidak menghasilkan kesepakatan.

Kuasa Hukum Pukuafu Wisye H Koesoemaningrat sebelumnya mengatakan, dalam sidang tersebut, pemerintah dan pihak PTNNT sebagai pihak tergugat akan memberikan tanggapan atas gugatan yang diajukan PT Pukuafu Indah.

"Jadi nanti pemerintah dan PTNNT akan memberikan jawaban atas gugatan kami," ungkap dia.

Wisye menjelaskan, alasan Pukuafu mengajukan gugatan tersebut karena perseroan menduga dokumen-dokumen yang diajukan pemerintah ke arbitrase internasional terkait divestasi 31 persen saham Newmont tersebut adalah dokumen yang tidak benar.

"Selain itu, Pukuafu sebagai pemilik 20 persen saham PTNNT juga tidak pernah diberitahukan soal gugatan arbitrase itu. Kami tahunya malah dari media," ungkap dia.

Wisye menambahkan, jika ternyata PN Jakarta Pusat memenangkan gugatan yang diajukan Pukuafu maka seluruh proses divestasi saham PTNNT yang sudah berlangsung bisa dibatalkan. Termasuk kepemilikan 24 persen saham PTNNT oleh PT Multi Daerah Bersaing, perusahaan patungan Multicapital (Bakrie Group) bersama tiga Pemda NTB.

(qom/qom)
kontan
Senin, 22/03/2010 15:12 WIB
Newmont Ajukan Izin Membuka 198,65 Hektar Lahan Hutan
Kusmayadi - detikFinance


Tambang Batu Hijau Newmont (dok detikcom) Mataram - PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah mengajukan izin untuk membuka lahan hutan produksi dan hutan lindung. Lahan tersebut akan digunakan untuk menampung material Newmont.

Hal tersebut disampaikan R Sudirman, Kepala Pusat Lingkungan Hidup Bali Nusa Tenggara usai mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta melakukan kunjungan ke tambang batu hijau, Sumbawa Barat, NTB, di Mataram, Senin (22/3/2010).

Sudirman menjelaskan, lahan untuk penampungan material itu diperlukan karena sumur tambang Batu Hijau kini dibuat melandai. Hal itu dilakukan setelah terjadinya kecelakaan di tambang tersebut yang menewaskan 1 pekerja Newmont.

"Akan dibuat lebih landai, antara lain untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja," kata Sudirman.

Untuk melandaikan sumur tambang itu, Newmont butuh membuka sedikitnya 198,65 hektare kawasan hutan, untuk menampung material. Newmont telah mengajukan izin membuka kawasan hutan seluas itu ke Menteri Kehutanan.

"Hutan yang akan dibuka Newmont itu, kawasan hutan produksi dan kawasan hutan lindung," ujar Sudirman.

Sementara Meteri LH Gusti Muhammad Hatta mengatakan, izin itu sedang diproses Menteri Kehutanan. Menurut dia, pada prinsipnya pemukaan hutan untuk menampung material tidak ada masalah dari sisi lingkungan.

"Itu tidak berbahaya, dan tidak merusak lingkungan. Tapi izinnya masih diproses Menteri Kehutanan," ujarnya.

Dalam kunjugannya, Gusti sempat melihat areal tambang Newmont dari udara, dan melihat dari dekat, sistem pengelolaan lingkungan perusahaan tambang emas dari Amerika ini. Gusti juga melihat reklamasi hutan yang telah dibuka Newmont.

"Semuanya sudah bagus," kata Gusti.

Saat ini, Gusti tengah meneliti dokumen Rencana Kelola Lingkungan dan Rencana Pantau Lingkungan yang dimiliki Newmont, terkait pelandaian lubang tambang ini. Belum diketahui pasti, kapan dokumen itu akan disetujui.

Seperti diketahui, seorang pekerja PTNNT tewas akibat kecelakaan tragis di lokasi tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat pada Minggu, 17 Januari 2010. Newmont memutuskan untuk menutup tambang itu hingga beberapa waktu.

Pekerja Newmont yang tewas adalah Johanis A. Dawir, yang merupakan operator dozer. Pada saat kejadian, Johanis A. Dawir tengah mengoperasikan dozer dan alat berat tersebut terkena longsoran material.

Lokasi kejadian segera diamankan dan upaya penyelamatan Johanis pun dilakukan dengan cepat. Johanis berhasil dikeluarkan namun dinyatakan meninggal oleh petugas medis yang berwenang jam 02.55 siang.

Newmont dalam siaran persnya, Senin (18/1/2010) menjelaskan, semua kegiatan di sumur tambang telah dihentikan hingga selesainya penyelidikan oleh Departemen ESDM dan PTNNT. Manajemen dan karyawan PTNNT bekerja sama secara penuh dengan pihak ESDM untuk memahami penyebab terjadinya kecelakaan ini.


(qom/qom) kontan

anak BUMI bukan macan omponk dah ... 310310

Arutmin Negosiasi Untuk Pindahkan Transmigran Di Tambang Asam-Asam
31 Maret 2010 | 20:30 WIB

Aktifitas penambangan batubara di wilayah
tambang Asam-asam Tanah Laut Kalsel.
Arif Dwi Cahyono
arif@majalahtambang.com

Tanah Laut – TAMBANG. PT Arutmin Indonesia masih melakukan negosiasi untuk melakukan pemindahan penduduk didalam areal tambang Asam-Asam. "Kita melakukan negosiasi baik dengan pemerintah pusat dan daerah, bagaimana mencari solusi bagi penduduk yang sudah tinggal di dalam wilayah konsesi kita," kata Manajer Tambang Asam-Asam PT Arutmin Indonesia Dudi Sudrajat, di Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), kemarin.

Dia menuturkan, penduduk yang tinggal diaeral tambang tersebut sekitar 1.600 Kepala Keluarga (KK), dan mendiami lahan seluas 120 Ha. Menurut dia, masyarakat yang tinggal di daerah tambang tersebut adalah transmigran.

Adanya transmigran pada wilayah tambang itu, mungkin disebabkan dulu masih belum terjadi koordinasi antar sektor yang baik. Sehingga transmigran ditempatkan pada wilayah konsesi tambang.

Adanya kendala tersebut sudah diberitahukan pada pelanggan batubara Arutmin khususnya PLN, sehingga mereka dapat memahami kondisi perusahaan. Hal ini terkait dengan komitmen Arutmin untuk memasok kebutuhan batubara pda proyek 10.000 Megawatt (MW) dari Tambang Asam-Asam.

Arutmin Rencanakan Bangun Lagi Dua Pelabuhan
31 Maret 2010 | 12:45 WIB
Arif Dwi Cahyono
arif@majalahtambang.com

Tanah Laut – TAMBANG. PT Arutmin Indonesia merencanakan untuk membangun dua tambahan pelabuhan batubara. Pelabuhan tersebut akan dibangun di daerah Kintab dan Satui Timur, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Langkah ini untuk mengantisipasi produksi batubara yang terus meningkat," kata Manajer Tambang Asam-Asam PT Arutmin Indonesia, Dudi Sudrajat, di Tanah Laut, kemarin.

Dudi menjelaskan, saat ini Arutmin di Tambang Asam-Asam telah mempunyai pelabuhan MPP Asam-Asam dengan kapasitas maksimum mencapai 10 juta ton setiap tahunnya.

Sedangkan pelabuhan yang di Kintab rencananya akan mempunyai kapasitas 5 juta ton per tahun. Pelabuhan tersebut rencananya mulai dibangun tahun ini dan membutuhkan masa konstruksi selama 16 bulan.

Sementara pelabuhan di Satui Timur saat ini masih dalam tahap review oleh top manajemen Arutmin, kapan akan direalisasikan pembangunannya.Pelabuhan ini rencananya juga akan mempunyai kapasitas 5 juta ton per tahun.

"Biaya investasi kedua pelabuhan saya tidak tahu persis, itu top manajemen yang mengurusnya," katanya.


Arutmin Alokasikan Rp 3,5 M Untuk CSR Tambang Asam-asam
30 Maret 2010 | 22:26 WIB



Sungai Baru - TAMBANG. PT Arutmin Indonesia, anak usaha PT Bumi Resources Tbk, menyediakan dana sebesar Rp 3.5 miliar tahun ini untuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di tambang Asam-asam, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Untuk tahun 2010, kami mengalokasikan dana untuk program CSR sebesar 3.5 miliar rupiah”, demikian disampaikan Mine Manager Tambang Asam-asam, Dudi Sudrajat, Selasa, 30 Maret 2010.

Dudi menambahkan, dana sebesar itu akan digunakan untuk enam bidang sasaran yaitu, pengembangan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya keagamaan, infrastruktur, dan hubungan kepemerintahan.

Adapun wilayah yang akan menjadi sasaran program CSR tersebut meliputi sembilan desa. Yakni desa Asam, Sungai Baru, Muara Asam, Pandan Sari, Asri Mulya, Salaman, Riamadungan, Bukit Mulia, dan Sumber Jaya.

Sembilan desa tersebut tersebar di dua kecamatan Kintap dan Jorong, Kabupaten Tanah Laut.

Menurut Dudi, keberadaan Arutmin di Asam-asam ini mempunyai visi membawa masyarakat lingkar tambang menjadi mandiri dan sejahtera. Juga mengemban misi memberdayakan sumber daya lokal dengan berpegang pada nilai-nilai lokal dan budaya setempat.

Untuk diketahui, Arutmin mengoperasikan empat wilayah penambangan di Kalsel, yakni Asam-asam, Satui, Senakin, dan Batulicin. Pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi I ini mengelola tambang pada areal seluas sekitar 70.000 ha. Diantaranya 12.473 ha untuk wilayah tambang Asam-asam dan Mulia yang berada di wilayah tambang Satui.

Cadangan batu bara di tambang Asam-asam sekitar 290 juta ton, tidak termasuk cadangan tambang Mulia sekitar 60 juta ton yang berada di bawah pengelolaan tambang Asam-asam.

Saat ini jumlah seluruh karyawan di tambang Asam-asam berjumlah 1990 orang.
Jumlah tersebut sudah termasuk para karyawan dari 7 kontraktor tambang dan 3 kontraktor untuk pelabuhan Asam-asam.
Arutmin Targetkan Produksi Asam-Asam 5,75 Juta Ton Pada 2010
30 Maret 2010 | 12:23 WIB

Dudi Sudrajat
Arif Dwi Cahyono
arif@majalahtambang.com

Tanah Laut – Tambang. PT Arutmin Indonesia menargetkan produksi batubara dari tambang Asam-Asam, Kalimantan Selatan (Kalsel), mencapai mencapai 5,75 juta ton. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari produksi 2009 yang hanya tercatat sebesar 3,6 juta ton.

"Sebenarnya 2009 lalu target kita jauh lebih besar, yakni 4,8 juta ton. Tapi ada kendala yang membuatnya tidak tercapai," kata Manajer Tambang Asam-Asam Dudi Sudrajat, di Tanah Laut, Kalsel, Selasa 30 Maret 2010.

Dudi menjelaskan, kendala tidak tercapainya produksi tahun 2009 disebabkan pelabuhan yang tidak didedikasikan untuk batubara Arutmin saja. Melainkan masih dimanfaatkan juga oleh perusahaan lain.

Hal itu membuat produksi menyesuaikan dengan kapasitas pelabuhan yang ada.

Selain itu, infrastruktur saat itu masih belum memadai dan musim hujan yang lama cukup merepotkan untuk memacu produksi. Sebagai dampaknya, maka produksi 2009 tidak dapat mencapai target.
Produksi Tambang Asam-Asam 25% Diekspor
30 Maret 2010 | 16:13 WIB


Arif Dwi Cahyono
arif@majalahtambang.com

Tanah Laut – TAMBANG. PT Arutmin Indonesia merencanakan untuk mengekspor 25% hasil produksi Tambang Asam-Asam yang direncanakan sebesar 5,75 juta ton pada 2010. "Negara tujuan ekspor dari Tambang Asam-Asam adalah India dan Cina, namun yang besar adalah India," kata Manajer Tambang Asam-Asam PT Arutmin Indonesia Dudi Sudrajat di Tanah Laut, Selasa, 30 Maret 2010.

Menurutnya, jumlah yang diperuntukan bagi kebutuhan dalam negeri sebesar 4,2 juta ton, sisanya lah yang sekitar 1,55 juta ton untuk diekspor.

Dia menuturkan, sebagian besar hasil produksi tetap untuk dalam negeri, seperti untuk proyek 10.000 MW dan PLTU Asam-Asam yang terletak tidak jauh dari areal tambang. Total batubara yang dikirim ke PLTU Asam-Asam setiap tahunnya mencapai 65.000 ton.

Dudi menambahkan, saat ini Arutmin telah memenangkan kontrak jangka panjang bagi proyek 10.000 MW tahap 1. Oleh sebab itu juga sekarang Arutmin menjadi aset strategis bagi bangsa.

bumi MENUNGGU, investor TERTUNGGU ... 310310

31/03/2010 - 09:37
Nico Simatupang
Pasar ‘Wait and See’ atas BUMI

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Rabu (31/3) diprediksikan bergerak stagnan. Pasar masih wait and see atas laporan kinerja dan hasil final kisruh pajak . Hold BUMI!

Nico Simatupang, analis investasi PT GMT Asset Management mengatakan, potensi stagnannya saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini, karena sikap wait and see pasar atas banyak faktor. Salah satunya, laporan kinerja perseroan untuk full year 2009. Pelaku pasar juga masih menunggu kejelasan hasil final dari kisruh pajak perseroan. Memnurutnya, pasar ingin tahu berapa denda sebenarnya yang harus dibayarkan oleh BUMI.

Di sisi lain, investor masih menunggu koreksi saham di sektor perbankan dan saham-saham yang sudah menguat terlebih dahulu seperti saham-saham di grup Astra. “Setelah saham-sagam tersebut turun, baru orang trading kembali termasuk di saham BUMI,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (31/3), saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.350, dengan intraday Rp2.400 dan Rp2.325. Volume transaksi mencapai 87,8 juta unit saham senilai 206,7 miliar dan frekuensi 2.360 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah dua hari stagnan, bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya pikir masih sama, stagnan. Sebab, pasar masih wait and see atas laporan keuangan full year 2009. Tapi, biasanya, emiten ini telat merilis laporan keuangannya. Seharusnya kan dirilis hari ini atau awal April.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp2.300 dan Rp2.400 sebagai level resistance-nya.

Bagaimana ekspektasi pasar atas laporan keuangan BUMI?

Jika berkaca pada laporan keuangan tahun 2008, ekspetasi pasar atas kinerja emiten ini tidak terlalu baik. Hal ini menurut saya wajar karena memang utangnya yang sangat banyak. Meski level DER (debt to equtiy ratio) masih di angka 2,5 kali, tapi level ini sangat membebani perseroan jika kinerjanya tidak tumbuh positif. Jika pertumbuhan suatu emiten kurang baik, sementara utangnya besar, otomatis bunga utang akan menjadi beban.

Secara umum, ekspektasi atas laporan keuangan BUMI tidak terlalu positif. Sebab, tingkat ketidakpastiannya tinggi. Sebab, investor pun biasanya mengambil posisi dalam kemungkinan terburuk termasuk mengambil posisi di saham BUMI.

Lantas, bagaimana dengan PER BUMI 9,75 kali, berada di bawah emiten lain di sektornya?

Memang, PER (price earning ratio)-nya masih rendah jika dibandingkan dengan PER emiten lain, di level 9,75 kali. Tapo, murah tidaknya sangat tergantung pada pencapaian kinerja pada full year 2009. Jika earning-nya makin kecil, PE-nya makin besar.

Karena itu, valuasi sahamnya pun meski masih di level Rp2.300-an saat ini menjadi semakin mahal. Sebab, PE di level 9,75 kali dinilai murah jika perseroan mengalami pertumbuhan kinerja. Problemnya, pasar masih menuggu apakah pertumbuhan BUMI semakin besar atau semakin kecil. Karena itu, meski PER BUMI lebih kecil dibandingkan PER emiten lain di sektornya, belum tentu saham ini murah. Karena itu, peluang penguatannya pun terbatas. Itu pula yang memungkinkan saham BUMI bergerak stagnan saat ini.

Coba kita lihat, PER BUMI paling rendah jika dibandignkan PT Adaro Energy (ADRO) yang sudah berada di angka 12,7 kali; PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) di posisi 13,9 kali; dan PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA) sudah mencapai 15 kali. Tapi, emiten-emiten itu tumbuh sehingga meski PER-nya tinggi tetap dinilai pasar masih murah. Apapun yang tidak tumbuh, harganya mahal termasuk peluang laporan keuangan BUMI.

Kenaikan harga minyak ke level US$82 bagaimana?

Ya, karena itu, kenaikan hraga minyak mentah dunia ke level US$82 per barel pun tidak begitu berpengaruh pada pergerakan harga saham BUMI. Sebab, invetor lebih menunggu laporannya keuangannya untuk melihat efek dari semua aksi korporasi yang sudah dilakukan sebelumnya.

Di sisi lain, pasar juga masih menunggu keputusan final dari kisruh pajak perseroan. Pasar ingin tahu berapa denda sebenarnya yang harus dibayarkan oleh BUMI. Tapi, yang paling ditunggu adalah laporan keuangan.

Bagaimana sentimen market?

Dari sisi market, stagnannya saham BUMI juga karena investor yang masih menunggu koreksi saham di sektor perbankan dan saham-saham yang sudah menguat terlebih dahulu seperti saham-saham di grup Astra. Setelah saham tersebut turun, baru orang trading kembali termasuk di saham BUMI. Sedangkan untuk saat ini, indeks sendiri masih akan bergerak dalam kisaran yang kuat dengan support 2.784 dan 2.816 sebagai level resistance-nya.

Apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan hold untuk BUMI hingga ada kejelasan dari laporan keuangannya, untung atau rugi. Semoga saja cepat dirilis sehingga pasar tidak bertanya-tanya. [jin/ast]

HIDUP Dan ENJOY Dari MAEN SAHAM


HIDUP Dan ENJOY Dari MAEN SAHAM


… well, bisa ga? menurut gw bisa donk … gw uda terlalu SERING dengar dan baca KISAH SEDIH termasuk dari para investor saham BUMI yang “jutaan” itu … karena mereka cuma MIMPI DOANK (cara TOLOL/stupid/bodoh/bego/dongok/wet-dreaming/unrealistic) bahwa HARGA SAHAM YANG SUDAH NAEK PESAT AKAN TERBANG S/D KE MATAHARI TINGGINYA … mereka beli saat harga saham bumi naek pesat dari 7000 dan 8000 dengan ekspektasi (bodoh/bego/tolol/unrealistic) akan MELEJIT KE 10000 atawa 20000 … ternyata MENGUAP (juga ke atas seh arahnya) ke 1000-an dan malah berlanjut ke 300-an dalam waktu 3 bulan saja …
… kisah serupa terjadi pada SEMUA SAHAM dan SEMUA HARGA SAHAM pada setiap saat terjadi KOREKSI di ihsg apalagi yang DAHSYAT (kaya nama salah satu program musik tv) … TAPI TETAP SAJA CARA BODOH (tolol/bego/dongok/unrealistic) ini dipakai … apalagi pada saat EUFORIA (Maret adalah bulan penentuan karena terjadi WINDOW DRESSING TERPENTING pada setiap tahun) sampe-sampe VOLUME TRANSAKSI HARIAN MELEBIHI Rp. 10 Trilyun sehari … padahal euforia itu adalah GEJALA KEJIWAAN YANG TAK WAJAR … kegembiraan berlebihan dan irasional adalah JALAN MENUJU PEMBUKTIAN KEBODOHAN cara INVES DI BAWAH 1 TAON …
… karena itu gw mencari jalan gw sendiri untuk berhasil dalam maen saham, yaitu seperti yang gw tulis dan buat filenya untuk didownload dalam posting ini :http://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/31/maen-saham/

e-trading: DIJUAL, dijual saham kpc-arutmin ... 310310

BUMI: Tata Power Jajaki Lepas 10% Saham KPC-Arutmin

Tata Power Co Ltd, perusahaan pembangkit listrik terbesar di India, menjajaki pelepasan sekitar 8-10% saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Nilai penjualan saham di kedua produsen tambang batubara itu mencapai US$300 juta.

Selasa, 30 Maret 2010

lage, 5000@bumi_ENDof2010 ... 300310

30/03/2010 - 09:33
Irwan Ibrahim
‘Long Term Buy’ BUMI!

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (30/3) diprediksikan menguat. Salah satunya karena peluang kenaikan harga minyak ke level US$82 per barel. Long term buy BUMI!

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan potensi penguatan saham BUMI hari ini dipicu oleh harga minyak mentah dunia yang hari ini diperkirakan akan tembus ke level US$82 per barel . Sebab, dolar AS dalam posisi pelemahan. “Buktinya, rupiah menguat ke level 9.077 kemarin,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (29/3) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.350, dengan intraday Rp2.400 dan Rp2.325. Volume transaksi mencapai 99,7 juta unit saham senilai Rp235,1 miliar dan frekuensi 3.216 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin stagnan, bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya yakin saham ini potensial menguat hari ini. Sebab, harga minyak mentah dunia yang hari ini sudah diperkirakan akan tembus ke level US$82 per barel . Sebab, dolar AS dalam posisi pelemahan. Buktinya, rupiah menguat ke level 9.077 kemarin. Karena itu, harga minyak sangat positif bagi pergerakan saham sejuta umat ini.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.450 dan Rp2.300 sebagai level support-nya. Sebab, di sisi lain, penguatan BUMI juga karena mendapat topangan dari sentimen positif di sektor tambang yang mendapat giliran menguat saat ini. Misalnya, saham ANTM (PT Aneka Tambang) dan INCO (PT International Nickel Indonesia).

Sentimen lain?

Peraturan pertambangan mineral dan batubara yang baru dikeluarkan mendongkrak harga komoditas mineral dan batubara sehingga berpengaruh positif bagi BUMI. Sebab, industri pertambangan baru saat ini sulit untuk masuk membuka perizinan baru. Karena itu, produk tambang yang perizinannya lama banyak dicari sehingga demand-nya meningkat.

Karena tidak ada perizinan penambangan baru, produksi tambang lama menurun. Sebab, peraturan melalui SK menteri ESDM belum keluar, meski Undang-Undang dan Kepresnya sudah keluar. Karena itu, investor masih wait and see terlebih dahulu sebelum merealisasikan pertambangan baru.

Akibatnya, tren harga komoditas di pasar domestik menjadi naik. Ini adalah semata implikasi dari UU Petambangan yang baru dan Kepres yang baru. UU itu keluar 4 Januari 2009 dan Kepresnya baru keluar Februari 2010. Karena itu, produksi tambang akan stagnan dalam tiga bulan ke depan.

Bagaimana dengan sentimen market?

Sentimen pasar pun berpengaruh positif bagi BUMI. Sebab, semua emiten saat ini menghadapi window dressing menjelang akhir periode Maret atau kuartal pertama 2010. Semua emiten sudah mengeluarkan kinerjanya untuk full year 2009 yang rata-rata mengalami kenaikan tajam.

Bagaimana dengan perseroan yang mendapat tawaran leasing tambang berlian di Liberia?

Hal itu biasa saja bagi BUMI. Sebab, harga berlian tidak mengikuti harga emas. Karena itu, tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan saham BUMI.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy untuk jangka panjang dan untuk trading jangka pendek disarankan buy on weakness di level Rp2.300-an. Saya tetap menargetkan saham BUMI di level Rp5.000 akhir 2010. Untuk jangka panjang, saham BUMI sangat menjanjikan. [ast]

Senin, 29 Maret 2010

per bumi MASEH RENDAH ... 290310


29/03/2010 - 08:28
Valuasi BUMI Murah, Akumulasi Beli!
Ahmad Munjin

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (29/3) diprediksikan menguat seiring masih derasnya capital inflow dan valuasinya yang murah. Akumulasi beli untuk BUMI!
Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan salah satu alasan penguatan saham  hari ini dipicu masih derasnya arus capital inflowke pasar domestik.
Menurutnya, meski dana asing yang masih net buyhanya mencapai Rp100 miliar akhir pekan lalu, namun tetap masih menjadi topangan kuat bagi saham-saham bluechips termasuk BUMI.
Sebab, angka tersebut memang konservatif tapi berfungsi untuk stabilisasi capital inflow yang masuk belakangan ini. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.425-2.550 dan Rp2.250 sebagai level support kuatnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (28/3).
Akhir pekan lalu, saham BUMI ditutup menguat Rp100 (4,44%) menjadi Rp2.350 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.250. Harga tertingginya mencapai Rp2.400 dan terendah Rp2.225. Volume transaksi mencapai 202,3 juta unit saham senilai Rp468,8 miliar dan frekuensi 6.171 kali.
Potensi penguatan BUMI juga mendapat dukungan dari sisi valuasi. Sebab, price earning ratio (PER) BUMI sangat murah dibandingkan emiten lain di sektor pertambangan batubara.


PER emiten sejuta umat ini di bawah 10 kali. “Angka pastinya, di level 9,75 kali

PER emiten sejuta umat ini di bawah 10 kali. “Angka pastinya, di level 9,75 kali,” ujarnya.
Lihat saja, PER PT Adaro Energy (ADRO) yang sudah berada di angka 12,7 kali, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) di posisi 13,9 kali, dan PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA) sudah mencapai 15 kali. “Karena itu, BUMI termasuk saham yang murah sehingga berpeluang memberikan gain yang menjanjikan di masa mendatang,” paparnya.
Ukie menegaskan, saham produsen batubara thermal ini memang paling murah dibandingkan emiten lain di sektor yang sama. Kalaupun, BUMI mengalami kendala utang, rasio utangnya masih di berada di angka yang terkendali yakni 2,3 kali.
Lebih jauh, Ukie juga mengatakan sentimen dari laporan kinerja untuk full year 2009 juga akan memperkuat pergerakan saham ini. Sementara itu, sentimen dari kisruh pajak yang berujung pada pencekalan Direktur Keuangan BUMI, Eddie J Soebari oleh Direktorat Jenderal Pajak dinilai tidak lagi berpengaruh negatif pada BUMI.
“Sekarang BUMI sudah berubah tidak lagi terpengaruh sentimen pajak. Saya yakin BUMI menguat Senin (29/3) ini,” tukasnya.
Di sisi lain, BUMI juga mendapat dukungan dari peluang positifnya sentiment market. Sebab, inflasi Maret ini pun diperkirakan pasar masih akan terkendali sehingga berpengaruh positif ke pasar. “Secara teknis pun, BUMI memang seharusnya menguat awal pekan ini,” tandasnya.
Namun demikian, harga minyak mentah dunia yang masih bergerak flat di level US$80 per barel  tidak terlalu menjadi topangan bagi BUMI. “Tapi, over all saya rekomendasikan akumulasi beli untuk BUMI,” pungkasnya. [mdr]

uji SEBERAPA GEDE NIAT elo MAEN SAHAM bumi

http://transaksisaham.wordpress.com/pemalas-bodoh-ala-indon/ klik link ini elo baca dulu ocehan singkat gw lalu lakukan tes dengan menghitung sendiri berapa skornya ... dengan TAU DIRI elo akan TERHINDAR dari kekecewaan yang berlebihan, apalagi kill yourselves :P

Minggu, 28 Maret 2010

bumi digempakan @under2500 : 280310

28/03/2010 - 11:08
Melemah Hingga 8,7%
Isu Pajak Tekan BUMI Sepekan
Agustina Melani


(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI sepekan ini melemah 8,7%. Sentimen negatif pajak kembali menjadi sorotan investor, sehingga menjadi salah satu yang membebani pergerakan emiten ini.

Pengamat pasar modal Robin Setiawan mengatakan, meskipun kenaikan harga batubara mempengaruhi positif fundamental PT Bumi Resources (BUMI), anak usaha Bakrie ini sepekan kemarin mengalami pelemahan 8,7%. “Isu pajak anak perseroan masih menghantui investor,” ujarnya dalam perbincangan dengan INILAH.COM, Sabtu (27/3).

Robin menilai, isu pajak BUMI hingga kini sebenarnya belum jelas. Pasalnya, manajemen mengaku belum ada surat resmi terkait pajak. Sementara ditetapkannya direksi BUMI sebagai tersangka kasus pajak, kini lebih terkesan politis. “Padahal sebenarnya sifatnya psikologis saja," tuturnya.

Hal senada diungkapkan pengamat pasar modal Willy Sanjaya, yang menilai isu perpajakan masih memberikan sentimen negatif untuk saham Bumi. Investor juga mengkhawatirkan salah satu direksi yang dikabarkan jadi tersangka. “Hal ini mempengaruhi kinerja BUMI, sehingga sepekan ini cenderung tertinggal ketimbang saham lain,” ucapnya dihubungi terpisah.

BUMI memang memulai perdagangan pekan ini dengan buruk. Pada Senin (22/3), emiten batubara ini anjlok Rp250 ke Rp2.325. BUMI memimpin koreksi grup Bakrie, menyusul kemungkinan batalnya transaksi akuisisi saham Newmont akibat klaim pemegang saham sebelumnya. Selain koreksi saham properti Bakrie, PT Bakrieland Development (ELTY) pascarilisnya laporan keuangan yang mengecewakan.

Sentimen negatif lain berasal dari turunnya harga komoditas energi, tambang dan logam. Selain pemburukan bursa saham akibat profit taking investor dan naiknya suku bunga India sebesar 25 basis poin.

Namun, pada keesokan harinya, BUMI berhasil bertahan di Rp2.325. Salah satu indikatornya berasal dari akuisisi perusahaan batubara lintas negara, menyusul kenaikan tren kenaikan harga batubara yang diyakini tembus US$ 100 per metrik ton pada akhir tahun.

Selain itu perseroan juga berencana menambah produksi anak usahanya. BUMI menargetkan produksi Arutmin Indonesia dan Kaltim Prima Coal naik dari masing-masing 20 juta ton dan 45 juta ton pada tahun ini, menjadi 30 juta ton dan 70 juta ton pada 2013.

BUMI pun menargetkan penjualan batubara kuartal pertama 2010 naik 23% menjadi 16 juta ton. Pada Maret ini, BUMI memprediksi penjualan mencapai sekitar 5,5-5,7 juta ton, setelah pada Februari lalu mencapai 10,5juta ton.

Selama dua hari perdagangan kemudian, BUMI dilanda koreksi, sehingga pada Kamis (25/3) bertengger di Rp2.250. Meski BUMI telah melakukan pembayaran tunggakan pajak pada Desember lalu lebih dari US$200juta, namun proses penyidikan pajak masih terus berjalan dan telah menetapkan direktur keuangan BUMI, Eddie J Soebari dan Direktur KPC, anak usaha BUMI, Robertus Bismarka Kurniawan sebagai tersangka.

Pergerakan terbatas cenderung melemah akhirnya bisa ditutup dengan manis. BUMI pada Jumat (26/3) berhasil menguat Rp100 menjadi Rp2.350. Apresiasi ini didukung melesatnya IHSG ke level tertinggi dalam 2 bulan.

Kabar terbaru menyebutkan, manajemen BUMI belum menerima pemberitahuan ditetapkannya Eddie J Soebari jadi tersangka dalam kasus pidana pajak. Selain itu, belum ada informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan, serta dapat mempengaruhi harga saham perseroan untuk diumumkan kepada publik.

Willy menambahkan, setelah pekan ini tersendat, peluang kenaikan harga saham BUMI pekan depan masih terbuka lebar. Harga emiten ini diperkirakan bisa mencapai level Rp2.550. "Strong buy untuk saham Bumi," pungkasnya. [ast/mdr]

Sabtu, 27 Maret 2010

bumi MENGEJAR BADAI IHSG, seharusnya : 270310

Tambang Berjaya, IHSG Sentuh Rekor Tertinggi
Jumat, 26 Maret 2010 | 16:21 WIB

KOMPAS/RIZA FATHONI

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku pasar bersorak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil menembus level psikologi 2.800 pada penutupan perdagangan, Jumat (26/3/2010). Indeks naik 0,50 persen atau 13,933 poin ke level 2.813,08 yang merupakan level tertinggi sejak 9 Januari 2008.

Saham-saham emiten tambang menjadi penggerak utama kenaikan indeks. Di jajaran paling atas terdapat PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melambung 4,44 persen menjadi Rp 2.350, disusul PT International Nickel Tbk (INCO) yang menanjak 4,12 persen menjadi Rp 4.425. Lalu, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang mendaki 4,09 persen menjadi Rp 17.800 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 3,36 persen menjadi Rp 38.500. Di luar saham tambang, ada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 0,93 persen menjadi Rp 5.450.

Sementara di jajaran saham-saham yang tertinggal adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang turun 1,205 menjadi Rp 8.200 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang turun 1,20 persen menjadi Rp 12.300. Berikutnya, ada saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang turun 1,06 persen menjadi Rp 18.700, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) turun 1,31 persen menjadi Rp 7.550, dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun 1,71 persen menjadi Rp 5.750.

Nilai transaksi perdagangan saham hari ini cukup besar, yaitu Rp 4,62 triliun, di atas rata-rata nilai transaksi harian selama 6 bulan terakhir yang sebesar Rp 3,4 triliun. Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 5,25 miliar saham. (Kontan/Hari Widowati)
Jumat, 26 Maret 2010 | 16:20

PASAR

Emiten Tambang Berjaya, IHSG Tembus 2.813,08



JAKARTA. Pelaku pasar bersorak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil menembus level psikologi 2.800 pada penutupan perdagangan Jumat (26/3). Indeks naik 0,50% ke level 2.813,08 yang merupakan level tertinggi sejak 9 Januari 2008.

Saham-saham emiten tambang menjadi penggerak utama kenaikan indeks. Di jajaran paling atas terdapat PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melambung 4,44% menjadi Rp 2.350 disusul PT International Nickel Tbk (INCO) yang menanjak 4,12% menjadi Rp 4.425. Lalu, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang mendaki 4,09% menjadi Rp 17.800 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 3,36% menjadi Rp 38.500. Di luar saham tambang, ada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 0,93% menjadi Rp 5.450.

Sementara di jajaran saham-saham yang tertinggal adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang turun 1,205 menjadi Rp 8.200 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang turun 1,20% menjadi Rp 12.300. Berikutnya ada saham PT United Tractors tbk (UNTR) yang turun 1,06% menjadi Rp 18.700, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) turun 1,31% menjadi Rp 7.550, dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun 1,71% menjadi Rp 5.750.

Nilai transaksi perdagangan saham hari ini cukup besar, yaitu Rp 4,62 triliun, di atas rata-rata nilai transaksi harian selama 6 bulan terakhir yang sebesar Rp 3,4 triliun. Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 5,25 miliar saham.



Hari Widowati

politis, romantis, realistis, kolusif

Sabtu, 27/03/2010 10:44 WIB
SBY Jadi Saksi Nikah Putra Ical, Tanda Hubungan Tetap Baik
Fitraya Ramadhanny - detikNews

Jakarta - Hubungan Presiden SBY dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) disebut-sebut renggang akibat sikap Golkar terhadap kasus Century. Namun kepastian SBY menjadi saksi nikah putra Ical menunjukkan kalau hubungan keduanya baik-baik saja.

Hal ini diungkapkan Ketua DPP Partai Golkar Fadel Muhammad. Fadel pernah bertanya pada SBY apakah Dewan Pembina Partai Demokrat itu akan menjadi saksi nikah putra Ical.

"SBY bilang, saya sudah kirim protokol ke sana," kata Fadel menirukan SBY, dalam perbincangan di kantor detikcom, Jumat (26/3/2010).

Menurut Fadel, keputusan SBY yang akan datang ke pernikahan Ardi Bakrie dengan artis Nia Ramadhani pada 1 April mendatang merupakan indikator jelas kalau hubungan keduanya baik.

"Kalau SBY tidak menjadi saksi kan nanti jadi ramai," imbuh pengusaha ini.

Namun Menteri Kelautan dan Perikanan ini mengakui kasus Century sempat membuat hubungan Ical dan SBY sempat renggang. Namun karena mereka teman lama hubungan keduanya tetap baik.

"Betul, pada waktu lalu hubungan sedikit renggang antara Pak Ical dan Pak SBY. Tapi mereka teman sejak lama, di kabinet dulu SBY respect dengan dia," papar Fadel.
(nik/nrl)

Jumat, 26 Maret 2010

rekomendasi Reuters @bumi : 260310

http://www.reuters.com/finance/stocks/overview?symbol=BUMI.JK tukh liat sendiri rekomendasi Reuters untuk bumi ...
26/03/2010 - 09:59
Willy Sanjaya
BUMI Murah, Saatnya Beli

INILAH.COM, Jakarta – Jumat (26/3) akhir pekan ini, saham PT Bumi Resources (BUMI) diprediksikan menguat seiring harganya yang sudah sangat murah. Beli di level support untuk BUMI!

Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan, salah satu potensi penguatan saham BUMI hari ini dipicu oleh pergerakan harganya yang sudah mengalami jenuh jual. Karena itu, pelemahan saham BUMI akan terhenti dan kembali balik arah menguat.

“BUMI hari ini berpeluang mengarah ke level resistance Rp2.500 dan Rp2.175 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (25/3).

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp50 (2,17%) menjadi Rp2.250 dengan intraday Rp2.325 dan Rp2.250. Volume transaksi mencapai 127,9 juta unit saham senilai Rp291,9 miliar dan frekuensi 3.896 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI akhir pekan ini?

Saya yakin kecenderungan saham ini untuk menguat masih terbuka lebar. Sebab, harganya sudah sangat murah mendekati level support Rp2.175. Karena itu, salah satu alasan penguatan saham BUMI hari ini dipicu oleh faktor teknikal. Valuasi BUMI saat ini sudah mengalami jenuh jual. Karena itu, pelemahan saham BUMI akan terhenti dan kembali balik arah menguat.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI hari ini berpeluang mengarah ke level resistance Rp2.500 dan Rp2.175 sebagai level support-nya. Sebab, bertahannya harga minyak mentah dunia di atas level US$80 per barel dan penguatan harga batubara ke level US$95 per metrik ton di Newcastle juga masih cukup kuat untuk menopang penguatan BUMI.

Bagaimana dengan kisruh pajak yang berujung pada pencekalan Direktur Keuangan BUMI, Eddie J Soebari?

Saya akui saham BUMI saat ini sedang mengalami dilema. Hal ini dipicu oleh persoalan pajak perseroan dan simpang siurnya berita terkait Direktur Keuangan BUMI, Eddie J Soebari yang ditetapkan sebagai tersangka penggelapan pajak PT Bumi Resources (BUMI). Ini menjadi dilema bagi pemegang saham.

Di sisi lan, pihak manajemen BUMI mengklaim hingga saat ini belum menerima pemberitahuan terkait pemberitaan yang menyatakan Direktur Keuangan perseroan Eddie J Soebari yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pidana pajak. Karena itu, pergerakan BUMI pun menjadi anomali. Pada saat market menguat tajam hingga tembus level Rp2.800, saham BUMI justru mengalami penurunan. BUMI justru berlawanan arah dengan laju indeks.

Pihak manajemen sendiri sudah menyampaikan, sampai saat ini belum ada informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan, serta dapat mempengaruhi harga saham perseroan untuk diumumkan kepada publik.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan beli BUMI di level support (buy on weakness). [jin/ast]

Kamis, 25 Maret 2010

menyangkal tanda kecemasan, bumi : 250310

Direksi Jadi Tersangka, BUMI Belum Terima Pemberitahuan
Kamis, 25 Maret 2010 - 11:00 wib
TEXT SIZE :
Yudi Rustandi - Okezone

Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengklaim hingga saat ini belum menerima pemberitahuan terkait pemberitaan yang menyatakan Direktur Keuangan perseroan Eddie J Soebari yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pidana pajak.

"BUMI belum menerima pemeberitahuan sesuai dengan peraturan yang berlaku atas hal yang telah diberitakan," kata Senior Vice President Investor Relations-Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/3/2010).

Selain itu BUMI juga menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan, serta dapat mempengaruhi harga saham perseroan untuk diumumkan kepada publik.

Seperti diketahui, kabar yang beredar menyebutkan jika Eddie ditetapkan menjadi tersangka karena sudah beberapa kali mangkir dari panggilan yang dilakukan oleh otoritas pajak tersebut. Konon kabarnya Eddie mengaku sakit sehingga dirinya tidak bisa memenuhi pemanggilan tersebut.

Dengan ditetapkannya Eddie menjadi tersangka, maka jumlah tersangka menjadi dua setelah sebelumnya Direktur PT Kaltim Prima Coal (anak usaha BUMI) Robertus Bismarka Kurniawan ditetapkan menjadi tersangka.(ade)

lautan elektron sentimen bumi ... 250310

25/03/2010 - 16:34
Unggulan Menguat, Koreksi BUMI Menghambat
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di area hijau, ditopang oleh kenaikan saham-saham unggulan. Namun, penguatan bursa terhambat koreksi BUMI.

Pada perdagangan Kamis (25/3) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 24,299 poin (0,87%) ke level 2.799,149. Sedangkan saham unggulan LQ45 menguat 5,808 poin (1,07%) ke level 546,066.

Indeks saham dibuka langsung menguat 0,23% ke level 2.781. Maraknya aksi beli investor memunculkan gairah di pasar modal. Alhasil, IHSG pada sesi siang bertengger di 2.806 dan akhirnya ditutup di 2.799.

Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, IHSG berhasil ditutup menguat, terdongkrak sentimen positif kenaikan bursa regional Asia. “Melihat tren penguatan bursa, investor kembali terdorong melakukan transaksi unggulan,” katanya.

Menurutnya, kinerja keuangan sejumlah emiten yang memuaskan dan ekspektasi pembagian dividen beberapa emiten, menambah daya tarik bursa domestik. “Investor pun memburu saham dengan dividen besar,” ujarnya.

Semua sektor membukukan penguatan, dimana sektor aneka industri melesat 2,5%. Disusul sektor perdagangan yang naik 2,3%, manufaktur naik 1,04%, finansial 0,9%, infrastruktur 0,7%, konsumsi 0,5%, properti dan perkebunan 0,4% serta tambang dan industri dasar yang menguat 0,15%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5,498 miliar lembar saham, senilai Rp 5,046 triliun dan frekuensi 118.367 kali. Sebanyak 113 saham naik, 96 saham turun dan 85 saham stagnan. Asing mencatatkan transaksi beli bersih (Net Foreign Transaction) sebesar Rp493 miliar. Dengan rincian aksi beli sebanyak 1,794 triliun dan aksi jual sebesar 1,300 trilun.

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mendominasi perdagangan, dengan nilai transaksi sebesar Rp161 miliar, atau 3,2% total transaksi bursa. Emiten perbankan ini menggeser sang jawara PT Bumi Resources (BUMI) yang hanya membukukan Rp291 miliar. BBRI ditutup menguat Rp100 ke Rp8350. Sedangkan BUMI melemah Rp50 ke Rp2.250.

Sentimen negatif BUMI masih dipicu ditetapkannya petinggi emiten tambang ini sebagai tersangka kasus pidana pajak serta potensi batalnya divestasi PT Newmont. Sementara indeks dolar AS yang menguat mendekati 82, membuat harga minyak mentah dan metal terkoreksi. Penurunan harga minyak juga dipicu meningkatnya cadangan minyak.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.200 ke Rp 43.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 750 ke Rp 17.100, United Tractors (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 18.900, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 37.250, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 12.450, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 14.400, Lonsum (LSIP) naik Rp 150 ke Rp 9.650.

Sedangkan emtien-emiten yang melemah antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 350 ke Rp 11.630, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 225 ke Rp 2.300, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 150 ke Rp 3.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 ke Rp 25.800, XL (EXCL) turun Rp 100 ke Rp 3.350, Indosat (ISAT) turun Rp 100 ke Rp 5.850.

Sore ini, bursa regional Asia didominasi penguatan. Indeks Nikkei-225 Jepang naik 13,82 poin (0,13%) ke level 10.828,85, indeks Kospi di Seoul naik 7,38 poin (0,44%) ke level 1.688,39 dan indeks Straits Times naik tipis 2,56 poin (0,09%) ke level 2.888,92.

Hanya dua bursa yang melemah, yaitu indeks Shanghai di China yang turun 37,632 poin (1,23%) ke level 3.019,18 dan indeks Hang Seng yang melemah 241 poin (1,15%) ke level 20.767,62. [mdr]

target SADIS: akhir 2010@5000_bumi : 250310

25/03/2010 - 09:53
Jangan Khawatirkan BUMI dalam Jangka Panjang

INILAH.COM, Jakarta – Investasi saham PT Bumi Resources (BUMI), diperkirakan memberi gain yang menjanjikan untuk jangka panjang. Emiten ini merupakan pemain global yang akan mengakuisisi lintas negara.

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan pergerakan saham untuk jangka panjang tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, investasi di saham ini akan mendapatkan gain yang menjanjikan. Sebab, perseroan akan menjajaki akuisisi lintas negara. Hal ini tentu akan berpengaruh positif untuk jangka panjang. “BUMI memang merupakan pemain global,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (24/3), saham BUMI ditutup melemah Rp25 (1,07%) menjadi Rp2.300 dengan intraday Rp2.350 dan Rp2.250. Volume transaksi mencapai 109,3 juta unit saham senilai Rp250,3 miliar dan frekuensi 4.145 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin terkoreksi, apakah ada potensi penguatan saham BUMI hari ini?

Saya pikir, BUMI tidak akan turun lagi hari ini. Sebab, pasar yang sudah menyerap sentimen negatif dari kisruh pajak perseroan. Karena itu, pelemahan saham ini sudah terefleksi pada perdagangan kemarin dan sebelumnya. Karena itu, hari ini BUMI potensial menguat terbatas. Terbatasnya penguatan, karena secara teknikal saham ini sudah berada pada pase konsolidasi. Konsolidasinya saham BUMI dipicu oleh kekhawatiran pasar atas masalah pajak. Saat ini pajak BUMI masih diproses di pengadilan. Karena itu, belum ada kepastian bagi investor.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.400 dan Rp2.200 sebagai level support-nya.

Bagaimana dengan peluang batalnya divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara?

Itu tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan BUMI. Sebab, akuisisi Newmont tidak berhubungan langsung dengan BUMI, melainkan PT Multi Daerah Bersaing (MDB). Sedangkan masalah pajak akan berpengaruh pada fundamental BUMI. Penyelesaian pajak masih lama karena diproses di pengadilan. Kisruh ini muncul karena persepsi pajak yang berbeda. Terjadi perbedaan antara sudut pandang pemerintah dengan sudut pandang wajib pajak. Masing-masing pihak merasa benar. Saya melihat kisruh pajak ini akan dimenangkan oleh BUMI. Sebab, dasarnya adalah undang-undangnya yang tidak jelas.

Faktor lain yang memicu konsolidasi BUMI?

Harga batubara yang cenderung flat di level US$94-95 per metrik ton di Newcastle. Sebelumnya ada kekhawatiran harga batubara akan turun karena minyak dunia tembus di bawah US$80 per barel.

Kalau begitu bagaimana proyeksi BUMI jangka panjang?

Untuk jangka panjang tidak ada yang perlu dikhawatirkan berinvestasi di saham BUMI. Sebab, perseroan akan menjajaki akuisisi lintas negara. Hal ini tentu akan berpengaruh positif untuk jangka panjang. BUMI memang merupakan pemain global. BUMI memiliki dua ladang minyak di Yaman dan satu di Kajakstan. Sementara itu, operasionalnya pun dipegang oleh proefesional kelas dunia. BUMI juga sudah mengakuisisi Herald di Australia. BUMI sudah global player.

BUMI juga memiliki ladang emas di Poboya Sulawesi Tengah. Poboya memiliki cadangan emas yang luar biasa. Sekarang ladang tersebut sudah dieksplorasi. Apalagi, harga emas trennya naik terus. Pada saat Poboya dibeli BUMI tahun 2005, harga emas berada di level US$400 per troy ons. Sekarang sudah mencapai level US$1.100 per troy ons. Naik lebih dari 250%.

Lantas apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan ‘beli’ untuk BUMI untuk jangka panjang dengan target Rp5.000 di akhir 2010. [jin/ast]

Rabu, 24 Maret 2010

bumi anjlok kecil, IHSG meraih REKOR ... 240310

Rabu, 24 Maret 2010 | 16:16

BURSA SAHAM

IHSG Kembali Pecahkan Rekor



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali membuat kejutan. Pada penutupan pasar IHSG bertengger di puncak tertinggi sepanjang tahun ini. Indeks berada di level 2.774,85 atau naik 1,98%. Posisi indeks ini mengalahkan level tertinggi sebelumnya yang dicapai pada 17 Maret lalu. Ketika itu indeks bursa berada di level 2.756,26. Kenaikan indeks kali ini ditopang oleh saham-saham unggulan. Sebut saja saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 3,13% menjadi Rp 8.250. Saham bank wong cilik ini mendominasi perdagangan saham hari ini. Total nilai transaksi BBRI mencapai Rp 309,8 miliar. Setelah saham BBRI, ada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). BUMI mendominasi pasar dengan nilai transaksi sekitar Rp 250,3 miliar. Sementara saham PT Astra International Tbk (ASII) mencetak kenaikan terbesar. Saham perusahaan otomotif ini naik 2,45% menjadi Rp 41.800. Anak usaha grup ASTRA juga tak ketinggalan. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga mencetak kenaikan sebesar 4,89% menjadi Rp 18.250 per saham. Secara keseluruhan hampir mayoritas harga saham naik. Sebanyak 128 saham naik, 54 menurun dan 77 tidak berubah dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,18 triliun. Saham-saham lain yang mengalami kenaikan diantaranya saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang naik 2,07% menjadi Rp 37.000, PT Bank Tabungan Pensiunan Negara TBk (BTPN) naik 11,48% menjadi Rp 6.800. Sedangkan saham yang mengalami penurunan harga diantaranya saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang turun 3% menjadi Rp 25.900, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 1,26% menjadi Rp 3.925.



Edy Can kontan

bumi masuk LISTRIK SWASTA ... 240310

24/03/2010 - 12:55
Bakrie Bangun PLTU US$400 Jt di Kaltim
Makarius Paru

NILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Power, anak usaha Bumi Resources Tbk sudah siapkan dana sekitar US$350 juta sampai US$400 juta bangun pembangkit PLTU Mulut Tambang (2x100MW) di Kalimantan Timur.

"Kami sudah menyiapkan investasi sekitar US$350-US$400 juta untuk menyelesaikan proyek, seluruh termasuk urusan pembebasan lahan dan sebagainya," kata President Director PT Bakrie Power, Ali Herman Ibrahim di Jakarta, Rabu (24/3).

Untuk pendanaan akan gandeng pihak lain, terbuka kemungkinan dengan pihak Korea. Apalagi pihak Korea kan sudah leading dalam pembangunan listrik IPP. Namun Bakrie tetap mengincar mayoritas sebesar 65%. "Bakre harus jadi lead," katanya.

Kemungkinan Bakrie Power akan menggandeng investor listrik asal Korea, Kepco (Korean Electricity Power Company).

Katanya lagi, sebenarnya Gubernur Kalimantan Timur sudah meminta kepada Bakrie Power agar proyek PLTU Mulut Tambang Kaltim selesai 2013 mendatang. Makanya, sekarang ini Bakrie mempersiapkan semua hal termasuk rencana pembahasan harga jual listrik ke PLN (PPA).

Pembangunan PLTU mulut tambang ini merupakan permintaan Pemda Kaltim. Gubernur Kaltim berharap Bakrie dapat membangun satu PLTU 2x100MW di Kaltim. "Bakrie pun dengan tanggungjawab moril, didukung group Bakrie apalagi tambang KPC terbesar ada di sana. Makanya kita akan segra membangun PLTU tersebut," paparnya. [san/cms]
24/03/2010 - 11:48
Harga Sumber Energi China Murah Ketimbang Indonesia
Makarius Paru


(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Direktur PT Bakrie Power Ali Ibrahim mengatakan, harga beli sumber energi oleh pembangkit dalam negeri lebih mahal ketimbang harga beli bahan bakar pembangkit di China.

"Biaya bahan pembangkit Indonesia mencapai US$7,4 sen per Kwh, lebih murah dengan yang di China sekitar US$4 sen per Kwh. Padahal Indonesia memiliki sumber energi yang banyak," kata Ali Herman Ibrahim di Jakarta, Rabu (24/3).

Ali menambahkan, selain soal biaya bahan bakar, Perbandingan Biaya Pembangkitan Listrik Indonesia-China seperti biaya EPC di Indonesia mencapai US$1.100per KW sementara China biaya EPC mencapai US$750 per KW.

Selain itu interest rate Indonesia 10%, sementara China lebih dari kecil dari 3%. Biaya pengembangan di Indonesia mencapai 25%, China kurang dari 10%. Katanya lagi, besarnya ongkos pembangunan satu pembangkit di Indonsia, tidak heran kalau harga jual listrik Indonesa per Kwh mencapai US$3,8 sen per Kwh, di China harga listrik capai US$ 1,5 sen per Kwh. [san/cms]
24/03/2010 - 10:22
Proyek IPP Terkendala Pendanaan
Makarius Paru


(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta - Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengeluhkan kendala pendanaan yang dialami pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).

Sekjen APLSI Bambang Priyambodo mengatakan, para IPP yang telah memperoleh LoI pada 2005 dan PPA dari PLN pada tahun 2007 tidak dapat berjalan sesuai rencana. Hal ini disebabkan telah terjadi kenaikkan EPC dan harga bahan bakar pembangkit listrik yang diluar kendali IPP sehingga proyek menjadi tidak feasible dan sulit memperoleh pendanaan dar perbankan.

"Harga infrastruktur untuk EPC serta harga BBM dalam waktu terakhir terus meningkat di luar kendali IPP, proyek menjadi tidak feasible dan IPP sulit mendapatkan pendanaan dari perbankan," kata Sekjen APLSI Bambang Priyambodo di Jakarta, Rabu (24/3).

Ia melanjutkan, agar proyek listrik IPP bisa lebih feasible maka diperlukan kenaikkan harga jual listrik ke PLN.

Lanjutnya, untuk dapat memfasilitasi para IPP dalam memperjuangkan kenaikkan harga jual listrik dengan menyampaikan ke PLN atau pemerintah maka diperlukan sarana untuk saling bertukar informasi. [san/cms]

imink-iming doanK (100)...230310

24/03/2010 - 09:40
Gina Novrina Nasution
BUMI Melemah, 'buy on weakness'!

Gina Novrina Nasution
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI) pada Rabu (24/3) akan bergerak melemah. Pasar khawatir atas potensi batalnya divestasi PT Newmont.

Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan, persaingan konsorsium Pemda NTB dengan PT Multi Daerah Bersaing (MDB) dapat memupuskan harapan BUMI untuk memiliki divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Hal ini terjadi bila pengadilan memutuskan, PT Pukuafu Indah sebagai pemilik sah 31% saham Newmont.

“Karena itu, BUMI akan mengarah ke level support Rp2.200 dan Rp2.450 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (23/3), saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.325, dengan intraday Rp2.400 dan Rp2.300. Volume transaksi mencapai 127,9 juta unit saham senilai Rp300,5 miliar dan frekuensi 5.052 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin ditutup stagnan, bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya kira masih melemah. Pemicunya adalah sentimen fundamental. Saham ini mendapat tekanan dari kasus kisruh pajak perusahaan. Meski soal pajak sudah diserap pasar (price ini) dalam pergerakan saham BUMI sebelumnya, tapi hal itu diperburuk dengan berita peluang batalnya divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Sentimennya pun menjadi negatif.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level support Rp2.200 dan Rp2.450 sebagai level resistance-nya. Sebab, seperti diketahui, konsorsium Pemda NTB dengan anak usaha Bakrie Group, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) bisa batal memiliki saham NNT. Hal itu terjadi, jika pengadilan memutuskan, PT Pukuafu Indah sebagai pemilik sah 31% saham Newmont.

Gugatan pembatalan putusan arbitrase 31% saham divestasi NNT yang diajukan PT Pukuafu Indah kini sudah masuk ke pokok perkara persidangan. Sidang ini akan dilaksanakan pada pada 31 Maret mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Bagaimana dengan faktor teknikal?

Secara teknikal pun support kuat BUMI berada di level Rp2.200. Karena itu, dalam jangka pendek, saham BUMI akan bergerak bearish. Namun, koreksi ini hanya kepanikan sesaat. Itulah yang jadi alasan BUMI kemarin stagnan dan pola pergerakannya membentuk doji candlesticks.

Walaupun nantinya BUMI tidak jadi mendivestasi Newmont, pelemahannya sudah diantisipasi pasar (price in). Karena itu, pada saat arbitrase membatalkan pembelian saham Newmont oleh BUMI melalui MDB, saham sejuta umat ini tidak terkoreksi lebih dalam lagi.

Tren jangka menengah bagaimana?

Jika melihat tren jangka menengah, BUMI masih confirm di level target price Rp3.500 dalam 6 bulan ke depan. Sebab, untuk jangka panjang saham BUMI masih kuat dengan level harga minyak yang tinggi di kisaran US$80 per barel dan harga batubara di level US$95 per metrik ton saat ini. Komodtias minyak dan batubara menjadi penopang target penjualan BUMI untuk tahun 2010. Karena itu pula, dengan tren kenaikan harga minyak mentah dunia dan kenaikan batubara sentimen positif menyelimuti pergerakan sahamnya. Untuk jangka panjang, BUMI masih oke.

Tapi, untuk hari ini saya akui sentimen market pun belum mendukung pergerakan saham BUMI. Sebab, pasar saat ini masih wait and see atas perkembangan market berikutnya.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI. [jin/ast]

24/03/2010 - 09:06
Rekomendasi 'Buy on Weakness'
BUMI Rp3.500 Enam Bulan Lagi
Ahmad Munjin

Gina Novrina Nasution
(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan hari ketiga pekan ini, saham PT Bumi Resources (BUMI) diprediksi melemah. Kasus pajak serta potensi batalnya divestasi PT Newmont, masih menghantui saham ini.

Demikian ungkap Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities saat berbincang-bincang dengan INILAH.COM. Menurutnya, potensi pelemahan saham BUMI, Rabu (24/3)dipicu sentimen fundamental. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke level support Rp2.200 dan Rp2.450 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (23/3) petang.

Secara teknikal, support kuat BUMI berada di level Rp2.200. Ini berarti, untuk jangka pendek, saham BUMI cenderung bearish. Kendati demikian, Gina menilai koreksi BUMI ini hanya kepanikan sesaat. “Terlihat dari stagnannya BUMI kemarin, yang dalam pola pergerakannya membentuk doji candlesticks,” ulasnya.

Gina pun mengakui, sentimen market hari ini belum mendukung pergerakan saham BUMI. Sebab, pasar saat ini masih wait and see atas perkembangan market berikutnya. “Karena itu, saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI,” timpalnya.

Ia menjelaskan, kasus kisruh pajak BUMI sebenarnya sudah terfaktorkan dalam pergerakan anak usaha Bakrie ini sebelumnya. Namun, munculnya berita bahwa divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) berpeluang batal, mencuatkan kekhawatiran pasar.

Seperti diketahui, konsorsium Pemda NTB dengan anak usaha Bakrie Group, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) bisa batal memiliki saham NNT. Hal itu terjadi, jika pengadilan memutuskan, PT Pukuafu Indah sebagai pemilik sah 31% saham Newmont.

Gugatan pembatalan putusan arbitrase 31% saham divestasi NNT yang diajukan PT Pukuafu Indah kini sudah masuk ke pokok perkara persidangan. Sidang ini akan dilaksanakan pada 31 Maret mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Gina memprediksikan, bila arbitrase membatalkan pembelian BUMI melalui MDB, saham sejuta umat ini tidak akan terkoreksi lebih dalam lagi. Pasalnya, pelemahan BUMI sudah diantisipasi pasar. Apalagi jika melihat potensi penguatan emiten batubara ini untuk 3-6 bulan mendatang. “Untuk tren jangka menengah, BUMI masih confirm di level target price Rp3.500 dalam 6 bulan ke depan,” ungkapnya.

Sentimen positif lain berasal dari tren kenaikan harga komoditas minyak dan batubara yang menjadi penopang target penjualan perseroan untuk 2010. “Untuk jangka panjang, BUMI masih oke, dengan level harga minyak yang tinggi di kisaran US$80 per barel dan harga batubara di level US$95 per metrik ton,” paparnya.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.325, dengan harga tertingginya Rp2.400 dan terendahnya Rp2.300. Volume transaksi mencapai 127,9 juta unit saham senilai Rp300,5 miliar dan frekuensi 5.052 kali. [ast/mdr]

bumi TERBANK, investor MELAYANK ... 240310

24/03/2010 - 08:18
BUMI Siap Akuisisi di Lintas Negara
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) siap melakukan akuisisi baik di Indonesia maupun lintas negara.

"TIdak ada hal yang tidak mungkin untuk melakukan akuisisi di Indonesia maupun lintas negara," tutur Direktur BUMI Ken Farrel saat konferensi pers di Singapura kemarin seperti dilansir Bloomberg.

Sayang, Ken Farrel enggan menyebutkan secara detil target akuisisi serta waktu pelaksanaannya. Dalam pertemuan di Singapura, Farrel pun enggan menanggapi rumor kalau BUMI sudah melakukan akuisisi atas BHP Billiton.

Perusahaan China sudah melakukan penawaran lebih dari US$30 miliar untuk BHP Billiton termasuk minyak yang ada di Nigeria dan deposito emas di Filipina seperti yang telah dicermati negara dengan sebutan Negara Matahari Terbit.

Tamasek dan China Investment Corp, perusahaan pembiayaan, melihat investasi pada komoditas di Asia begitu berkembang. Salah satunya, perusahaan Singapura yang telah membeli batubara dari SouthGobi Energy Resources Ltd dan penyedia pertanian dari Olam International Ltd.

Sedangkan Tamasek siap melakukan akuisisi di Afrika. Salah satu perusahaan dari China dengan penghasil metal terbaik di dunia akan berinvestasi sebesar US$1,35 miliar di besi dan barang lainnya di Guinea minggu kemarin. [san/cms]

kumpulan tersangka di bumi : 230310

23/03/2010 - 16:21
Petinggi BUMI Tersangka Penggelapan
Dileep Srivastava: Hanya Spekulasi
Mosi Retnani Fajarwati


(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta - SVP PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Shrivastava mengaku heran dengan pemberitaan salah satu petinggi perseroan yang dinyatakan menjadi tersangka penggelapan pajak.

"Kami selalu merasa heran dengan respon pasar yang irasional, atas spekulasi pemberitaan di media," ujar Dileep melalui pesan singkatnya kepada INILAH.COM, Selasa (23/3). Hal tersebut disampaikannya terkait penurunan yang terjadi pada harga saham BUMI, baru-baru ini.

Saat ini, Dileep beserta jajaran manajemen perseroan tengah melakukan lawatan bisnis di Tokyo, yang sebelumnya melakukan lawatan ke AS. "Kami akan kaji usai lawatan, pekan depan," ujarnya.

Seperti diketahui, Direktur BUMI Eddie J Sobari dikabarkan resmi menjadi tersangka kasus penggelapan pajak, atas ketiga anak perusahaan BUMI, salah satunya PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Sebelumnya, Dirjen Pajak Mochammad Tjiptarjo mengatakan, dikabarkannya Eddie sebagai tersangka dinilainya wajar. Pasalnya, Eddie sudah masuk dalam penyelidikan Ditjen Pajak.

Selain itu, Eddie ditetapkan menjadi tersangka karena sudah beberapa kali mangkir dari panggilan yang dilakukan oleh otoritas pajak tersebut. Konon kabarnya Eddie mengaku sakit sehingga dirinya tidak bisa memenuhi pemanggilan tersebut.

Dengan ditetapkannya Eddie sebagai tersangka, maka jumlah tersangka menjadi dua orang, setelah sebelumnya Direktur KPC Robertus Bismarka Kurniawan ditetapkan menjadi tersangka. [mre]

Selasa, 23 Maret 2010

waswas di bulan penentuan ... 230310

23/03/2010 - 09:37
Yustian Hartono
BUMI Masih Diselimuti Sentimen Negatif

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Selasa (23/3) diprediksikan melemah seiring negatif nya berbagai sentimen. Salah satunya, peluang batalnya divetasi saham PT Newmont atas putusan arbitrase internasional.

Yustian Hartono, technical analyst AmCapital Indonesia mengatakan potensi pelemahan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini, salah satunya dipicu oleh Konsorsium Pemda NTB dengan anak usaha Bakrie Group, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang berpeluang batal memiliki saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Hal itu terjadi jika pengadilan memutuskan, PT Pukuafu Indah sebagai pemilik sah 31% saham Newmont. “Sentimen negatif ini, bersamaan dengan kondisi indeks yang juga sedang mengalami penurunan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Senin (22/3), saham BUMI melemah Rp250 (9,70%) menjadi Rp2.325 dengan intraday Rp2.550 dan Rp2.300. Volume transaksi mencapai 211,5 juta unit saham senilai Rp512,3 miliar dan frekuensi 7.469 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah terkoreksi tajam hampir 10% kemarin, apakah saham BUMI potensial balik arah menguat hari ini?

Saya kira masih berpotensi melemah. Salah satunya dipicu oleh Konsorsium Pemda NTB dengan anak usaha Bakrie Group, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang berpeluang batal memiliki saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Hal itu terjadi jika pengadilan memutuskan, PT Pukuafu Indah sebagai pemilik sah 31% saham Newmont.

Gugatan pembatalan putusan arbitrase 31% saham divestasi PT Newmont yang diajukan PT Pukuafu Indah kini sudah masuk ke pokok perkara persidangan. Sidang ini akan dilaksanakan pada pada 31 Maret mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sentimen negatif ini, bersamaan dengan kondisi indeks yang juga sedang mengalami penurunan. Hal ini telah memperbesar koreksi saham BUMI hingga hampir 10% di level 9,7% pada perdagangan kemarin.

Padahal, sentimen negatif dari PT Newmont sebenarnya tidak begitu besar bagi BUMI. Namun, sentimen ini keluar pada saat pergerakan indeks kurang positif. Akibatnya, saham BUMI pun semakin ‘jeblok’. Sebelumnya pun, pasar sebenarnya belum begitu fokus pada kepemilikan BUMI di Newmont.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level support Rp2.250 dan Rp2.425 sebagai level resistance-nya.

Apa yang menjadi pemicu utama negatifnya sentimen market?

Negatifnya sentimen market dipicu oleh kenaikan suku bunga India 25 basis poin menjadi 3,5%. Angka ini berada di atas ekspektasi pasar sehingga menjadi kejutan. Hal ini menimbulkan spekulsi, Indonesia pun akan melakukan hal yang sama. Sebab, ekonomi India dinilai mirip dengan Indonesia karena sama-sama sebagai emerging market.

Pelaku pasar modal semakin khawatir atas kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga acuan (BI rate) yang saat ini berada di level 6,5%. Kenaikan suku bunga memicu ketatnya likuiditas. Di sisi lain, tingginya suku bunga, juga memicu biaya investasi dari perusahaan-perusahaan bertambah mahal. Karena itu, sentimennya menjadi negatif di market.

Bagaimana dengan sentimen dari harga komoditas?

Harga minyak mentah dunia masih stabil di level US$80 per barel . Karena itu, fluktuasi harga minyak tidak akan terlalu banyak. Minyak pengaruhnya netral ke market dan BUMI. Di sisi lain, meski harga batubara mengalami kenaikan ke level US$95 per metrik ton, namun komoditas ini pun akan mengalami koreksi sesuai laju minyak mentah dunia. Batubara pun pengaruhnya netral bagi BUMI karena pergerakan batu bara pun masih wajar.

Sentimen pajak, cukup menjadi tekanan bagi BUMI?

Kasus pajak BUMI juga masih terus bergulir. Hal ini menambah sentimen negatif bagi emiten ini. Sebab, Maret ini merupakan bulan terakhir tutup buku pajak. Sementara itu, BUMI sendiri belum ada kejelasan yang pasti dari kasus pajaknya. Penyelidikan pun masih terus dilakukan. Hal ini membuat investor yang meminati saham BUMI, menjadi waswas. Karena itu, investor lebih memlih untuk merealisasikan keuntungan yang sudah didapat atau menjauh terlebih dahulu dari saham ini.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI. Sebab, secara teknikal pun, level 2.250 merupakan level support yang sangat kuat. Hal ini sudah beberapa kali terbukti, di kisaran level 2.200-2.250.[jin/ast]

namanya juga bumi, di bawah kaki ... 230310

BUMI Seret IHSG Melorot
Senin, 22 Maret 2010 | 16:14 WIB

KOMPAS/RIZA FATHONI
Pialang saham tertunduk lesu di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
TERKAIT:
Ada Tekanan
Aksi Ambil Untung Tekan IHSG
IHSG Langsung Melaju
Asing Masih Menyerbu, IHSG Bisa Ukir Rekor Lagi
Wall Street Kembali Bukukan Kenaikan
GramediaShop: Kecerdasan Entrepreneur
GramediaShop: Manajemen Laba
JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi. Pada penutupan pasar hari ini (22/3/2010), IHSG melorot 1,48 persen menjadi 2.702,40. Sebagian besar harga saham mengalami mengalami tekanan akibat aksi jual.
Rinciannya, 145 saham harganya menurun, 55 naik dan sebanyak 46 saham tidak berubah.
Saham yang aktif diperdagangkan berdasarkan nilai transaksi adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 512,4 miliar. Harga saham BUMI anjlok 9,71 persen menjadi Rp 2.325 per saham. Setelah BUMI, di posisi kedua ada saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Perdagangan saham raksasa telekomunikasi lokal ini mencapai Rp 282,6 miliar. Harga TLKM sendiri anjlok 2,42 persen menjadi Rp 8.050 per saham.
Saham yang mengalami penurunan harga lainnya adalah PT Merck Tbk (MERK) yang turun 2,68 persen menjadi Rp 72.500, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) anjlok 1,65 persen menjadi Rp 35.800, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 1,81 persen menjadi Rp 24.400 dan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) merosot 2,14 persen menjadi Rp 16.000.
Sedangkan yang mengalami kenaikan harga ada saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TWOR). Harga saham emiten baru ini naik 24,10 persen menjadi Rp 2.575 per saham. Setelah itu ada saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang naik 2,48 persen menjadi Rp 6.200 per saham. Di posisi selanjutnya saham PT Gajah Tunggal Tbk yang naik sebesar 20,31 persen menjadi Rp 770. (Edy Can/Kontan

Senin, 22 Maret 2010

di balek selimut bumi ... 220310

Senin, 22 Maret 2010 | 07:05

TARGET PENJUALAN BUMI

BUMI Incar Penjualan Kuartal I 16 Juta Ton


JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan penjualan batubara di kuartal I-2010 sebanyak 16 juta ton. Target ini lebih tinggi 23% daripada realisasi produksi di periode yang sama tahun 2009, yaitu 12,5 juta ton.

Senior Vice President Hubungan Investor BUMI, Dileep Srivastava, mengatakan, penjualan hingga Februari lalu sebesar 10,5 juta ton. Dileep memprediksi, penjualan di Maret berkisar 5,5 juta ton hingga 5,7 juta ton.

Dileep bilang, produksi di kuartal pertama memang cukup berat karena curah hujan tinggi. Dileep mengakui, BUMI terbantu dengan cadangan produksi di tahun 2009 yang masih tersimpan. Namun, ia enggan menyebut berapa sisa produksi tahun 2009.

Selain itu, pada tahun ini BUMI bakal meningkatkan produksi PT Kaltim Prima Coal (KPC) dari 4.500 ton per hari menjadi 7.500 ton per hari alias naik 66,67%. "Kami akan melakukannya di bulan April 2010," ujarnya, Jumat (19/3).

Dileep memperkirakan, harga rata-rata batubara di atas kapal akan meningkat 8% hingga 10% dari tahun 2009. "Estimasi harga rata-rata sekarang US$ 61 per ton," ujar Dileep, imbuhnya.

Wakil Kepala Riset PT Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere, menilai, BUMI kerap memasang target yang terlalu optimistis. Harapan kenaikan produksi KPC versi BUMI hingga 67% dinilai Nico tidak realistis. "Kalau kenaikannya berkisar 10% sampai 15%, masih bisa dibilang realistis," jelas Nico.

Dia menduga, target BUMI yang terlalu tinggi itu hanya strategi untuk bisa meningkatkan nilai perusahaan dalam mencari utang. Apalagi, belakangan ini, BUMI rajin menggelar roadshow ke sejumlah negara. Nico meramal harga rata-rata batubara di semester I-2010 berkisar antara US$ 90-US$ 100 per ton.



Sofyan Nur Hidayat kontan

Minggu, 21 Maret 2010

bumi @2575 bulat ... 210310

21/03/2010 - 13:09
BUMI Sepekan Cenderung Stagnan
Agustina Melani


(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) selama sepekan ini tak banyak bergerak, hanya mencatat kenaikan sebesar 1,98%. Bahkan, BUMI tertinggal emiten tambang lainnya yang lebih dilirik investor.

Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, saham BUMI memang tertinggal dibandingkan saham tambang lainnya. Seperti PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan PT Adaro Energy (ADRO). Pasalnya, invrstor sedang berkonsentrasi pada kedua emiten yang dinilai memiliki fundamental bagus, deviden besar, rasio utang kecil, serta ekspektasi deviden yang baik itu.

“Investor tidak melihat saham BUMI memiliki keempat hal tersebut,” katanya ketika berbincang dengan INILAH.COM, akhir pekan ini.

Menurut Edwin, penguatan rupiah seharusnya memberikan dampak positif untuk kinerja keuangan perseroan. Sebab itulah ia memprediksikan saham yang menjadi bagian dari kelompok usaha Bakrie ini tak banyak bergerak pekan depan. “Saham BUMI ketinggalan dengan saham tambang lain,” lanjutnya.

Sedangkan pengamat pasar modal Willy Sanjaya menuturkan, saham BUMI lebih dipengaruhi kenaikan minyak mentah yang menembus US$82 per barel. Ia memprediksikan, BUMI masih ada kekuatan untuk bertahan di kisaran 2.575. “Pasar berfluktuasi, sementara saham BUMI tidak terlalu banyak bergerak,” ulasnya.

Pada Jumat (19/3), BUMI ditutup pada pada kisaran 2.575 dengan frekuensi 1,906 dan volume 161,438. Nilai transaksi mencapai Rp205,604 miliar.

Senin (15/3), BUMI ditutup pada 2.500. Menyusul libur nasional untuk memperingati Hari Nyepi pada Selasa (16/3). Keesokan harinya, BUMI ditutup menguat 50 poin pada level 2.550. Kamis (18/3), emiten penggerak pasar ini ditutup naik 25 poin ke 2.575 setelah sempat menyentuh titik tertingginya untuk pekan ini pada 2.600. Perdagangan pada hari itu juga merupakan yang tertinggi untuk BUMI, dimana volume mencapai 188,902 juta dengan valuasi pasar hingga Rp482,847 miliar.[ast/mdr]

Sabtu, 20 Maret 2010

pasti TUKH kata analis pro ... 200310

19/03/2010 - 09:47
Bayu Aji
BUMI Menguat Perlahan Tapi Pasti

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Jumat (18/3) diprediksikan menguat perlahan. Hal ini ditengarai ada unsur kesengajaan dari pemegang saham pengendali. Saatnya ‘akumulasi beli’!

Bayu Aji, analis dari First Asia Capital menengarai perlahannya penguatan saham BUMI saat ini dipicu oleh adanya kesengajaan dari pemegang saham pengendali untuk mempertahankan BUMI di level Rp2.500-an. Mereka melakukan swing dari saham BUMI ke saham yang lain terlebih dahulu.

Tapi, saham BUMI pun tidak ditinggal sehingga menguat secara bertahap. Meksi market domestik dan regional diwarnai swing, saham ini bisa bertahan di area positif. “BUMI menguat perlahan tapi pasti,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Kamis (18/2), saham BUMI ditutup menguat Rp25 (0,98%) menjadi Rp2.575, dengan intraday Rp2.600 dan Rp2.525. Volume transaksi mencapai 188,9 juta unit saham senilai Rp482,8 miliar dan frekuensi 3.658 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI akhir pekan ini?

Menurut saya, saham ini masih potensial naik karena kuatnya harga minyak mentah dunia di atas level US$80 per barel. Karena itu, meksi market domestik dan regional diwarnai swing, saham sejuta umat ini bisa bertahan di area positif. BUMI menguat perlahan tapi pasti.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.700 dan Rp2.450 sebagai level support-nya. Tapi, harus saya akui penguatan saham batubara thermal ini tidak sepesat kenaikan IHSG ^JKSE. Penguatan di grup Bakrie pun terbatas. Sehingga, penguatan indeks pun, pendorongnya bukan dari Grup Bakrie.

Tapi, BUMI sendiri masih bertahan di area positif untuk mencoba ke level Rp2.800. Meski penguatan BUMI perlahan, tapi saham ini menyesuaikan juga dengan kondisi market secara keseluruhan. Memang, sebelumnya BUMI merupakan motor penggerak indeks.

Apa alasan penguatan BUMI tidak sepesat kenaikan IHSG?

Saat ini, sepertinya ada kesengajaan dari pemegang saham pengendali untuk mempertahankan BUMI di level Rp2.500-an. Mereka bermain di saham yang lain terlebih dahulu. Keadaan ini, dapat dilihat dari kontribusi perbankan terhadap kenaikan indeks yang signifikan. Mereka melakukan swing dari saham BUMI ke saham yang lain terlebih dahulu. Tapi, saham BUMI pun tidak ditinggal sehingga menguat secara bertahap.

Ada anggapan terkait kisruh pajak perseroan?

Terhambatnya penguatan pesat BUMI, tidak ada hubungannya dengan kisruh pajak. Kalaupun terpengaruh pajak, BUMI seharusnya malah turun. BUMI tetap positif meskipun perlahan. Sebab, di sisi lain, penguatan BUMI juga mendapat dukungan dari penguatan rupiah ke arah level 9.000 per dolar AS. Apalagi, net buy asing sendiri kemarin masih signfikan meskipun tidak mencapai Rp1 triliun seperti hari sebelumnya. Bertahapnya penguatan BUMI, lebih dipicu oleh strategi investasi dari pemegang saham pengendali.

Bagaimana dengan aksi korporasi?

Dari sisi ini, BUMI juga mendapat dukungan dari anak usahanya, PT Multi Daerah Bersaing (MDB), yang menuntaskan pembayaran 7% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) periode 2009. Nilainya mencapai US$229,4 juta atau setara Rp2,08 triliun. Pembayaran itu direspons positif oleh market.

Sebab, BUMI sudah berhasil menunjukkan kemampuan untuk membayar divestasi itu. Dalam aksi korporasinya sendiri, BUMI akan semakin dipercaya. Apalagi, harga minyak berkontribusi pada kenaikan saham BUMI.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Pada saat ada peluang koreksi, BUMI bisa dikoleksi. Saya rekomendasikan ‘akumulasi beli’ untuk BUMI dengan target Rp2.800 dalam tiga bulan ke depan. [jin/ast]
18/03/2010 - 09:55
Ukie Jaya Mahendra
Faktor Pajak, Tak Jadi Hambatan BUMI

Ukie Jaya Mahendra
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Kamis (18/3) akan melanjutkan penguatan. Derasnya capital inflow menjadi sentimen positif, Kisruh pajak pun tak jadi hambatan. Strong buy BUMI!

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan, potensi penguatan saham BUMI hari ini masih dipicu besarnya capital inflow menyusul The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada level rendah 0-0,25%.

Karena itu, kisruh pajak yang selama ini diyakini mengghambat pergerakan saham sejuta umat ini, menurutnya tak lagi jadi hambatan. “BUMI tetap akan mengarah ke level resistance Rp2.700 dan Rp2.500 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (17/3), saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2%) menjadi Rp2.550 dengan intraday Rp2.575 dan Rp2.500. Volume transaksi mencapai 141,9 juta unit saham senilai Rp360,4 miliar dan frekuensi 4.137 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya yakin masih potensial menguat. Salah satu didukung positifnya sentimen market. Hal ini masih pengaruh positif dari The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada level rendah 0-0,25%. Di sisi lain, capital inflow masih deras. Apalagi, kondisi makro ekonomi Indonesia sangat kondusif bagi invstor. Di antaranya, laju pertumbuhan yang positif dan terkendalinya inflasi.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.700 dan Rp2.500 sebagai level support-nya. BUMI hari ini akan memasuki level Rp2.600. Tapi, sepanjang perdagangan, saham ini bisa menyentuh level Rp2.700. Sebab, support kuatnya sudah tercipta di level Rp2.500 akibat positifnya sentimen market. Pada saat yang sama, positifnya sentimen market diiringi dengan derasnya capital inflow. Pada perdagangan kemarin pun, arus dana masuk sangat besar mencapai Rp1 triliun dari broker asing. Saya pikir itu net buy.

Tapi memang, BUMI kemarin tidak terlalu banyak bergerak. Sebab, pembelian asing lebih banyak terjadi di saham seperti PT Astra Internasional (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Danamon (BDMN).

Kenapa asing tidak langsung memilih BUMI?

Ya memang asing belum fokus pada BUMI. Sebab, merela lebih mengutamakan saham bluechips lain terlebih dahulu. Asing mendahulukan saham-saham lain yang market kapitalisasinya besar. Sektor perbankan menjadi trigger. Begitu juga dengan saham-saham yang membagikan dividen seperti PGAS, PT Telkom (TLKM), PT International Nickel Indonesia (INCO), dan PT Aneka Tambang (ANTM).

Kapan BUMI akan bergerak sesuai kencangnya pergerakan IHSG?

BUMI akan naik kencang, pada saat saham-saham lain sudah mengalami overbought. Namun, saya tidak setuju atas anggapan, tidak pesatnya penguatan BUMI saat ini karena faktor persoalan pajak perseroan. Pajak menurut saya tidak jadi hambatan. Sebab, fundametal emiten ini sangat positif. Karena itu, saya yakin, saham BUMI ini masih akan menguat secara bertahap. Sebab, di lain pihak, saham ini juga mendapat topangan dari harga minyak mentah dunia yang sangat tinggi di level US$82 per barel .

Lalu, aliran dana asing pun dari hasil roadshow pihak manajemen ke AS, Eropa, Jepang, juga akan terus memperkuat pergerakan saham BUMI. Pasar juga saat ini mengantisipasi laporan keuangan BUMI untuk full year 2009.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Untuk mid-long term saya rekomendasikan strong buy. Kalau untuk trading, buy on weakness saja. [jin/ast]

csr ala NNT ... 200310

Newmont Peringkat 16 Perusahaan Terbaik Dunia
12/03/2010 11:00:19 WIB
MATARAM, investorindonesia.com
Perusahaan tambang Newmont menempati peringkat 16 dari 100 perusahaan terbaik dunia versi majalah Corporate Responsibility.

"Pengakuan ini merupakan penghargaan atas komitmen seluruh karyawan Newmont, manajemen, dan para pemegang saham yang terus menerus terhadap penerapan nilai-nilai perusahaaan," kata Vice President and Chief Sustainability Newmont Dave Baker.

Dalam memo internal dari kantor pusat Newmont di Denver, Colorado, AS, yang juga diterima Antara di Mataram, Jumat, menyebutkan, penentuan peringkat ini didasarkan atas analisis lebih dari 360 poin data informasi umum.

Informasi umum tersebut memuat tujuh kategori yang mencakup lingkungan hidup, perubahan iklim, filantropi, hubungan karyawan, kinerja keuangan dan tata kelola perusahaan.

Para pihak yang berkepentingan, dari investor, karyawan hingga pembuat kebijakan, memantau daftar 100 warga korporasi terbaik ini untuk memberikan penilaian atas kinerja suatu perusahaan.

Selain Newmont, sejumlah perusahaan terkemuka yang termasuk dalam daftar 20 besar antara lain, Hewlett-Packard, Intel, Coca-Cola, IBM dan Microsoft.

Menurut Baker, peringkat ini melengkapi prestasi yang telah diraih sebelumnya dimana Newmont terpilih dalam Indeks Sustainabilitas Dow Jones (DJSI) Dunia pada 2009, atau yang ketiga kalinya secara berturut-turut.

Pada 2007, Newmont menjadi perusahaan emas pertama yang tercantum pada DJSI Dunia. Selain itu, Newmont terpilih masuk dalam Indeks DJSI Amerika pada 2006, 2007, 2008 dan 2009.

"Newmont berkomitmen menjadi perusahaan tambang yang paling dihargai dan dihormati melalui pencapaian kinerja terdepan dalam industri tambang," ujarnya. (tk)

bumi @NNT dah ... 200310

Newmont Rampungkan Divestasi 7 % Saham PTNNT
18/03/2010 20:57:56 WIB
JAKARTA, investorindonesia.com
Newmont Mining Corporation (NEM) mengumumkan, anak perusahaannya Newmont Indonesia Limited bersama Nusa Tenggara Mining Corporation BV, afiliasi dari Sumitomo Corporation, telah merampungkan penjualan 7 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) untuk program divestasi 2009.

Siaran pers NEM seperti dilansir Antara, Kamis menyebutkan, setelah rampungnya penjualan saham tahun 2009, Newmont menerima dana tunai sekitar 129 juta dolar AS.

Penjualan saham dilakukan kepada PT Multi Daerah Bersaing (MDB), sebuah konsorsium yang beranggotakan perusahaan daerah milik pemerintah kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, dan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat serta perusahaan swasta PT Multicapital.

Angka itu merefleksikan 56,25 persen dari total nilai penjualan saham sebesar 247 juta dolar, dikurangi penyesuaian dividen sebesar 17 juta dolar yang dibayar ke PT MDB sebagaimana telah ditetapkan di dalam Perjanjian Penjualan Saham.

Dari divestasi saham 2009 ini juga akan diperoleh pendapatan pra-pajak sekitar 50 juta dolar yang dimasukkan sebagai tambahan atas ekuitas pada Neraca Terkonsolidasi Perusahaan.

Seiring dengan rampungnya penjualan saham tersebut, perjanjian kerja sama pengoperasian tambang antara Newmont, NTMC dan PT MDB langsung berlaku.

Berdasarkan perjanjian ini, Newmont dan Sumitomo akan tetap memegang hak untuk menerapkan standar dan praktik pengoperasian, teknik, keuangan Newmont serta standar terkait dalam pengoperasian dan pengelolaan tambang Batu Hijau, selama kepemilikan saham gabungan keduanya lebih besar dari saham PTMDB di PTNNT.

Standar tersebut mencakup bidang keselamatan kerja, perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Berdasarkan Kontrak Karya PTNNT, sisa 7 persen saham PTNNT akan ditawarkan untuk dijual oleh Newmont dan NTMC pada 31 Maret 2010. Setelah itu, kewajiban pelaksanaan divestasi sebagaimana tercantum dalam Kontrak Karya akan selesai.

Seiring dengan telah rampungnya penjualan saham 2009, kepemilikan saham Newmont pada proyek tambang Batu Hijau telah berkurang, yang semula 52,44 persen menjadi 48,50 persen, termasuk 17 persen saham efektif yang diperoleh sebagai jaminan atas pinjaman yang dilakukan oleh PT Pukuafu Indah dan saham langsung Newmont sebesar 31,5 persen.

Sehingga, efek bersih terhadap panduan operasional Newmont 2010 adalah penurunan produksi sekitar 25.000 ounce ekuitas emas dan 20 juta pounds ekuitas tembaga. (*)

Jumat, 19 Maret 2010

obrolan bandar @BuMi ... 190310

angka tertera di sisi kanan gambar harus DIKOREKSI, yaitu angka 0 harus ditambahkan, sehingga, misalnya, 450 berarti 4500, dst.

Rabu, 17 Maret 2010

uang di balik sengketa : pajak bumi mosok seh ga beres : 170310

Rabu, 17/03/2010 17:50 WIB
Dirjen Pajak: Penyidikan Tunggakan KPC Jalan Terus
Herdaru Purnomo - detikFinance

Jakarta - Tidak ada kata damai dalam kamus pajak, karena itu Ditjen Pajak terus mengejar kasus tunggakan pajak yang dilakukan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC). Saat ini proses penyidikan terus dilakukan.

Demikian ditegaskan oleh Dirjen Pajak M. Tjiptardjo ketika ditemui di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (17/3/2010).

"Itu (KPC) jalan terus. Ada penyidikan. Tiap penyidik menangani 55 kasus, salah satunya KPC. Ya bertahaplah," tandasnya.

Tjiptardjo mengatakan, pihaknya mempersilakan jika pihak KPC ingin menggunakan pasal 44B UU KUP yang berarti pihak KPC ingin menggunakan jalur damai dengan membayar denda 4 kali lipat dari nilai pajak yang ditagih.

"Kalau KPC mereka mau menggunakan 44B, silakan saja. Tapi mereka belum sounding. Kalau sounding ada aturannya, dia harus kirim surat ke Menkeu minta dihentikan penyidikannya dan sanggup membayar 4 kali," tandasnya.

Sebelumnya, pengacara KPC Aji Wijaya mengatakan pihak Ditjen Pajak tidak lagi melakukan penyidikan dan pemanggilan terhadap KPC sejak 3 pekan lalu.

Aji mengaku tidak mengetahui pasti alasan penghentian pemanggilan Ditjen Pajak, padahal sebelumnya Ditjen Pajak sangat berkeras melakukan penyidikan pada KPC. Bahkan KPC sampai meminta perlindungan resmi kepada Kapolri terkait penyidikan "paksa" Ditjen Pajak.

Selain itu, Tjiptardjo juga mengatakan pihaknya mendesak Kejaksaan Agung untuk membawa kasus tunggakan pajak Asian Agri ke pengadilan. Kasus ini sudah berlarut-larut selama 3 tahun namun belum ada penyelesaiannya. "Asian Agri sudah 3 tahun lebih, dalam waktu dekat akan P21 (siap disidangkan)," ujarnya.

(dnl/dnl)

Selasa, 16 Maret 2010

MDB @NNT, bagi2 posisi ... 160310

EKONOMI
01/03/2010 - 13:01
Kurtubi Jadi Komisaris Newmont Nusa Tenggara
Makarius Paru


INILAH.COM, Sumbawa - RUPS PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah memutuskan tiga personel dari PT Multi Daerah Bersaing (MDB) ke dalam jajaran direksi PT NNT.

"RUPS NNT telah memutuskan tiga orang perwakilan MDB ke dalam jajaran direksi PTNNT. Satu Direktur dan dua komisaris. Kurtubi juga terpilih menjadi komisaris PTNNT," kata Direktur Utama PTNNT Martiono

Hadianto di Sumbawa, Senin (1/3).

Adapun ketiga perwakilan MDB tersebut antara lain jabatan Direktur di isi oleh Canot Verrol, dan Komisaris Kurtubi serta Komisaris Abdul Haksalim. [hid]

Senin, 15 Maret 2010

bumi @KEYAKINAN ANALIS PRO, meragukan seh ... 150310

WAWANCARA
15/03/2010 - 09:50
Willy Sanjaya
Transaksi Tipis, BUMI Tetap Naik

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (15/3) diprediksikan menguat. Tipisnya transaksi di pasar menjelang libur Nyepi, justru jadi salah satu pemicunya. Strong buy BUMI!

Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan tipisnya transaksi di pasar memicu penguatan BUMI dengan mudah. Sebab, dalam kondisi ini dengan pembelian yang tidak terlalu besar harganya akan langsung terangkat. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.650 dan Rp2.440 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Akhir pekan lalu, Jumat (12/3) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.525, dengan intraday Rp2.550 dan Rp2.500. Volume transaksi mencapai 79,6 juta unit saham senilai Rp200,9 miliar dan frekuensi 2.280 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI awal pekan ini?

Penguatan masih terbuka lebar. Salah satu pemicunya karena tipisnya transaksi di pasar menjelang libur Hari Raya Nyepi, Selasa (16/3) besok. Dari sisi trading (bukan fundamental) untuk naik satu hingga dua level sangat gampang bagi saham ini. Sebab, pada saat transaksi tipis, susah juga bagi pasar untuk melakukan aksi jual.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.650 dan Rp2.440 sebagai level support-nya. Memang, kita mengkhawatirkan libur Nyepi memicu hengkangnya beberapa hedge fund maupun investor dari pasar. Sebab, kebanyakan sudah libur panjang sejak Jumat (12/2). Tapi saya yakin, meski hari ini terjepit, potential rebound BUMI masih terbuka lebar.

Meskipun beberapa invetor wait and see dengan melakukan pantauan jarak jauh atau mengabaikan pasar sehari ini saja, tidak akan memicu koreksi. Sebab, investor sudah merasa tenang dengan kenaikan indeks Dow Jones akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones ditutup positif 12,85 poin ke level 10.624. Hal ini membuat invsetor yang libur panjang, merasa aman. Karena itu, potensi untuk menguat terbuka lebar. Sebab, pasar beranggapan indeks tidak akan terkoreksi lebih jauh. Nggak usah ketemu market, nanti saja di hari Rabu (17/3). Karena itu, untuk trading saham BUMI akan menguat akibat tipisnya volume transaksi.

Apakah harga komoditas masih bisa menopang penguatan BUMI?

Apalagi itu. Harga komoditas saat ini, minyak mentah dunia sudah berada di atas US$80 per barel--US$81, US$82, dan US$83 per barel. Harga batu bara sendiri masih tinggi di level US$94 per metrik ton. Semua itu sudah sangat menggembirakan.

Bagaimana rencana perseroan yang akan menggenjot produksi hingga 85%?

Ya, itu juga. Di sisi lain, potensi penguatan BUMI dipicu oleh rencana perseroan yang akan menggenjot produksi sebesar 85% menjadi 111 juta ton batubara pada 2012. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Kenaikan BUMI belakangan ini juga membuktikan, road show pihak manajemen ke AS, Eropa, dan Jepang menunjukkan hasil yang memuaskan. Sebab, sebelum roadshow, saham BUMI berada di level Rp2.200-an. Roadshow-nya belum selesai pun saham ini sudah bertenger di level Rp2.475 dan melanjutkan penguatan ke level Rp2.525.

Bagaimana dengan sentimen market?

Sentimen market pun berpeluang positif hari ini. Sebab, meski indeks saat ini harganya berada level tinggi, tapi IHSG sudah ketinggalan dengan bursa Singapura. Dengan Singapura, indeks Indonesia sudah terpaut 220 poin di level 2.881 dibandingkan IHSG ^JKSE yang masih di level 2.666. Padahal sebelumnya hanya selisih 140 poin.

Indeks dengan susah payah memecahkan level 2.500 dan dengan gampang tembus 2.600. Sebab, Indonesia ketinggalan sehingga peluang penguatanya akan terus berlanjut mengejar Singapura. Ketinggalan terjadi karena adanya hal-hal yang tidak diinginkan seperti skandal Bank Century. Sehingga, hari ini indeks bisa pulih (recover) mengejar ketinggalan itu.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan storng buy untuk BUMI dengan target tetap di level Rp3.200 hingga Juni, dan Rp4.500 hingga akhir tahun ini. [jin/ast]

Welcome All of You

Cari di Blog Ini