Arsip Blog

Senin, 28 Desember 2009

cic AMBIL bumi, BUMI UPS TO THE LEVEL NEVER BEFORE IN 2009... (2):281209

e-trading: BUMI: Disinyalir Ajak Huaneng Beli Berau Coal, Jajaki CIC Konversi Utang

BUMI disinyalir tengah bernegosiasi dengan Huaneng Power International asal China untuk kerjasama dalam pembeliaan 90% saham Berau Coal .Sebelumnya, Huaneng menjadi salah satu calon pembeli saham Berau Coal tapi mengundurkan diri. Selain itu, perseroan juga disinyalir berkemungkinan untuk mengkonversi utangnya kepada CIC menjadi saham baru yang akan diterbitkan perseroan hingga 10% atau 1,94 miliar saham dari total 19,40 miliar saham.


Senin, 28/12/2009 00:00 WIB

Bumi & CIC jajaki konversi utang
Danatama Makmur ditunjuk jadi penasihat keuangan

oleh :

JAKARTA: PT Bumi Resources Tbk kemungkinan menempuh skema konversi sebagian utangnya kepada China Investment Corporation (CIC) menjadi saham baru yang akan diterbitkan perusahaan batu bara tersebut.



Seorang eksekutif yang mendengar informasi itu mengatakan manajemen Bumi mempertimbangkan untuk menerbitkan hingga 10% saham baru atau 1,94 miliar saham dari total saham yang dikeluarkan 19,40 miliar saham.



"Sebagian utang dari CIC bisa dikonversi menjadi saham baru yang akan diterbitkan oleh Bumi, sehingga beban pinjaman perusahaan batu bara bisa berkurang. Jika skema itu yang ditempuh oleh Bumi dan CIC, berarti tidak ada dana tunai tambahan yang masuk kantong Bumi," ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.



Sesuai dengan peraturan Bapepam-LK Nomor IX.D.4 tentang Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang telah direvisi, Bumi, emiten batu bara terbesar di Bursa Efek Indonesia itu, berencana melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu maksimum 10% saham.



Menurut dia, skema yang mendekati aturan itu adalah melalui mekanisme penukaran utang menjadi saham. Menurut dia, peraturan pasar modal di Indonesia belum ada yang secara langsung mengatur mengenai ini.



Dia juga mengatakan Bumi nantinya menerbitkan maksimum 10% saham baru kepada CIC dengan harga konversi tertentu. "Seandainya harga konversi itu di kisaran Rp2.700-Rp2.800 per saham, berarti utang Bumi bisa berkurang Rp5,24 triliun-Rp5,43 triliun," ujar eksekutif itu.



Bumi mengantongi pinjaman US$1,9 miliar atau setara dengan Rp18,05 triliun dari CIC 3 bulan lalu. Pinjaman itu memberikan bunga 12% per tahun dan internal rate of return 19%. Pinjaman tersebut digunakan oleh Bumi untuk melunasi utang senilai US$1,7 miliar, salah satunya yang diatur oleh Credit Suisse.



Setelah konversi utang menjadi saham, pinjaman Bumi kepada CIC berkurang menjadi Rp12,62 triliun-Rp12,81 triliun.



Selain negosiasi dengan CIC, Bumi juga menjajaki aliansi strategis dengan Huaneng Power International dalam akuisisi 90% saham PT Berau Coal melalui PT Bukit Mutiara yang 99% sahamnya dimiliki oleh PT Recapital Advisors.



"Secara konseptual sudah ada persetujuan, tetapi secara legal belum ada dokumen resmi yang ditandatangani karena menunggu kesepakatan harga [penentuan harga jual saham baru]," ujar eksekutif itu.



Struktur modal



Komisaris Utama Bumi Nalinkant Amratlal Rathod ketika dikonfirmasi menolak berkomentar seputar kemungkinan konversi utang menjadi saham. "Telpon Dileep [Corporate Secretary Bumi Dileep Srivastava] saja."



Dileep mengatakan tidak mengetahui mengenai negosiasi dengan sejumlah investor strategis itu. "Kami mempunyai tujuan mengoptimalkan struktur modal dengan menurunkan beban utang," ujarnya melalui layanan pesan singkat.



Seorang sumber lainnya mengatakan CIC dan Huaneng meminati aset batu bara Bumi karena negara itu sedang gencar mengamankan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik.



Namun, secara budaya perusahaan China enggan memperebutkan suatu aset. "Kemungkinan karena CIC sudah sedari awal bekerja sama dengan Bumi sebagai kreditur, CIC yang akan menyerap saham baru yang diterbitkan produsen dan eksportir batu bara itu. Lalu, Huaneng yang sudah sejak awal tertarik terhadap Berau Coal akan ditawarkan untuk terlibat dalam pembiayaan akuisisi pertambangan batu bara itu," paparnya.



Sumber itu menjelaskan untuk penerbitan saham baru ini, Bumi telah menunjuk PT Danatama Makmur sebagai penasihat keuangan. Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama Danatama Houston Jusuf membenarkan hal itu. "Ya, kami sebagai penasihat keuangan. Sekarang semuanya masih diproses. Kami ingin data soal jumlah saham yang ditawarkan dan harga jual pasti dan lengkap saat masuk ke Bapepam-LK" ujarnya singkat.



Berdasarkan riset dari J.P. Morgan pada 16 Desember, sekuritas asing itu menargetkan harga saham Bumi Rp4.000 per saham dengan tetap mempertahankan overweight. Harga itu naik dari target yang dikeluarkan pada 10 Desember sebesar Rp3.750 per saham.



"Estimasi harga batu bara kami US$80 per ton dan US$85 per ton pada 2010 dan 2011. Kami juga mendongkrak asumsi harga batu bara jangka panjang dari US$70 menjadi US$80 per ton," ungkap riset itu.



Harga saham Bumi pada Rabu pekan lalu ditutup stagnan di posisi Rp2.275 per saham, sehingga kapitalisasi pasarnya Rp44,14 triliun.



CIC adalah pemberi pinjaman senilai US$1,9 miliar kepada Bumi pada September. CIC merupakan pengelola dana milik Pemerintah China. Lembaga investasi yang didirikan pada September 2007 itu berinvestasi pada portofolio terutama saham, obligasi, dan aset alternatif lainnya di bursa negara maju dan berkembang.



Untuk utang itu, anak usaha Grup Bakrie tersebut menjaminkan sisa kepemilikannya di PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.



Huaneng adalah perusahaan pembangkit listrik yang tertarik terhadap aset batu bara di Indonesia, dan pernah ikut proses seleksi pembelian saham Berau Coal. (pudji.lestari@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)



Oleh Pudji Lestari & Wisnu Wijaya

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini