Arsip Blog

Senin, 14 Desember 2009

ANALIS PRO meneropong kaya kerbau ditusuk ... 141209

14/12/2009 - 08:56
Antisipasi RUPS Awal Januari
Saatnya ‘Strong Buy’ BUMI
Ahmad Munjin

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (14/11) diprediksikan menguat seiring aksi beli mengantisipasi RUPS perseroan awal Januari 2010. Strong buy untuk BUMI!
Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, potensi penguatan BUMI hari ini karena factor rencana emiten yang akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 7 Januari 2010 mendatang. Karena itu, pergerakan saham sejuta umat ini tetap akan atraktif karena sudah mendekati RUPS tersebut.
Apa yang dilakukan emiten dalam RUPS itu sangat menentukan pergerakan harga sahamnya. “BUMIhari ini akan mengarah ke level resistance Rp2.625 dan Rp2.525 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (13/12).
Menurutnya, level Rp2.625 merupakan resistanceterdekat. Pasalnya, pada perdagangan akhir pekan lalu, saham ini setelah menyentuh Rp2.625 kembali lagi ke level Rp2.550. Artinya, BUMI sudah menciptakan levelresistance baru. “Jika BUMI memecahkan level resistance Rp2.625, Selasa besok saham ini akan bertengger di level Rp2.750,” ujarnya.
Pada akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (11/12) saham BUMI ditutup menguat Rp25 (0,98%) menjadi Rp2575 dibandingkan sebelumnya pada level Rp2.550. Harga tertingginya mencapai Rp2.600 dan terendahnya Rp2.500. Volume transaksi mencapai 120,7 juta unit saham senilai Rp307,7 miliar dan frekuensi 2.619 kali.
Lebih jauh Willy mengatakan, faktor window dressing menjelang tutup tahun 2009 juga sangat berpengaruh pada penguatan saham batubara ini. Pasalnya, banyak aksi korporasi yang telah dilakukan. “Sehingga pada saat tutup tahun harus berada di harga yang fantastis. Dengan patokan harga obligasinya di level Rp3.366,” paparnya.
Window dressing atas saham sejuta umat ini, lanjut Willy sudah dimulai sejak pekan ini hingga menjelang mendekati 30 Desember 2009. Sampai akhir tahun pun window dressing bisa saja masih berlangsung karena batas atas auto rejection BUMI di level 25%.
“Karena itu, pada hari terakhir perdagangan BUMI bisa terkena batas atas 25% itu,” imbuhnya. Pada saat semua pelaku pasar sudah libur, window dressing bisa terjadi.

Sementara itu, penurunan harga minyak dunia ke level US$69 per barel  tidak akan berpengaruh negatif. Pasalnya, harga minyak saat ini tidak lagi dijadikan faktor pergerak saham ini. Pada akhir tahun, harga minyak atau harga apapun tidak berpengaruh. “Yang berpengaruh adalah apa rencana aksi korporasi tahun depan,” ungkapnya.
Para fund manager melakukan tutup buku ataupun melakukan penjualan-penjualan untuk mempersiapkan diri menghadapi January Effect. Karena itu, harga minyak maupun harga apapun diabaikan. “BUMI tetap akan naik,” tandasnya.
Pasalnya, kontrak-kontrak usaha BUMI sudah terjadi untuk setahun ke depan. Karena itu, harga minyak tidak berpengaruh pada fundamentalnya. “Memang secara psikologis berpengaruh. Tapi, itu sangat kecil,” tukasnya.
Di atas semua itu, kisaran harga BUMI hingga akhir tahun, diperkirakan Willy berada di level support Rp2.525 dan Rp3.200 sebagai level resintance-nya. Pada saat RUPS saham BUMI sudah bertengger di atas level Rp3.000 per unit saham. “Saya rekomendasikan strong buy untuk BUMI,” pungkasnya. [mdr]
14/12/2009 - 10:00
Willy Sanjaya
‘Strong Buy’ untuk BUMI!


(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Aksi beli pasar sebagai antisipasi RUPS awal Januari 2010 mendorong saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (14/11) diprediksikan menguat. Strong buy untuk BUMI!

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, penguatan BUMI hari ini karena beberapa faktor. Salah satunya adalah rencana emiten yang akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 7 Januari 2010 mendatang. Karena itu, pergerakan saham sejuta umat ini tetap akan atraktif karena sudah mendekati RUPS tersebut.

Apa yang dilakukan oleh emiten dalam RUPS itu sangat menentukan pergerakan harga sahamnya. “BUMI hari ini akan mengarah ke level resistance Rp2.625 dan Rp2.525 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada akhir perdangangan pekan lalu, Jumat (11/12) saham BUMI menguat Rp25 (0,98%) menjadi Rp2575, dengan intraday Rp2.600 dan Rp2.500. Volume transaksi mencapai 120,7 juta unit saham senilai Rp307,7 miliar dan frekuensi 2.619 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Window dressing sudah mulai terjadi di pasar. Bagaimana pengaruhnya terhadap pergerakan harga saham BUMI hari ini?

Faktor window dressing menjelang tutup tahun menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada penguatan saham BUMI hari ini. Sebab, banyak aksi korporasi yang telah dilakukan. Sehingga, pada saat tutup tahun harus berada di harga yang fantastis. Dengan patokan harga obligasinya di level Rp3.366.

Window dressing atas saham ini, sudah dimulai pekan ini hingga menjelang 30 Desember 2009. Hingga akhir tahun pun window dressing bisa saja masih berlangsung karena batas atas auto rejection BUMI di level 25%. Karena itu, pada hari terakhir perdagangan BUMI bisa terkena bata atas 25% itu. Pada saat semua pelaku pasar sudah libur, window dressing bisa saja terjadi.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI hari ini akan mengarah ke level resistance Rp2.625 dan Rp2.525 sebagai level support-nya. Jika BUMI memecahkan level resitance Rp2.625, Selasa (15/12) besok saham ini akan bertengger di level Rp2.750. Level Rp2.625 merupakan resistance terdekat. Karena, pada perdagangan akhir pekan lalu, saham ini setelah menyentuh Rp2.625 kembali lagi ke level Rp2.550. Artinya, BUMI sudah menciptakan level resistance baru.

Bagaimana rencana RUPS perseroan 7 Januari mendatang?

Ya itu juga. Pengaruh positif dari window dressing diperkuat juga dengan faktor emiten yang akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) awal Januari 2010 mendatang. Karena itu, pergerakan saham ini tetap akan atraktif karena sudah mendekati RUPS tersebut. Apa yang dilakukan oleh emiten dalam RUPS itu sangat menentukan pergerakan harga sahamnya.

Pengaruh harga minyak yang saat ini turun ke level US$69 per barel ?

Penurunan harga minyak dunia tidak akan berpengaruh negatif. Harga minyak saat ini tidak lagi dijadikan faktor penggerak saham. Pada akhir tahun, harga minyak atau harga apapun tidak berpengaruh.

Bagaimana dengan persoalan tunggakan kewajiban pajak BUMI, KPC, dan Arutmin?

Tidak terlalu berpengaruh. Yang berpengaruh saat ini adalah apa rencana aksi korporasi tahun depan. Para fund manager melakukan tutup buku ataupun melakukan penjualan-penjualan untuk mempersiapkan diri menghadapi January Effect. Karena itu, harga minyak maupun harga apapun diabaikan. BUMI tetap akan naik.

Apalagi, kontrak-kontrak usaha BUMI sudah terjadi untuk setahun ke depan. Karena itu, harga minyak tidak berpengaruh pada fundamentalnya. Memang secara psiklogis berpengaruh. Tapi, itu sangat kecil.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Begini, kisaran harga BUMI hingga akhir tahun, diperkirakan berada di level support Rp2.525 dan Rp3.200 sebagai level resintance-nya karena faktor window dressing. Karena itu, pada saat RUPS saham BUMI sudah bertengger di atas level Rp.3.000 per unit saham. Saya rekomendasikan strong buy untuk BUMI. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini