Arsip Blog

Selasa, 29 Desember 2009

bumi kadang maseh sebagai JURUSELAMAT ... 291209

29/12/2009 - 09:03
Ukie Jaya Mahendra
BUMI Masih Akan Melaju
INILAH.COM, Jakarta – Window dressing dan replacement saham di akhir tahun diperkirakan mendongkrak saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (29/12). Saatnya ‘beli’ untuk BUMI!

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securitas mengatakan, saham BUMI akan terangkat karena faktor window dressing dan replacement saham di akhir tahun. Kelebihan dana di departemen-departemen treasury tiap perusahaan membuat investor asing dan lokal kembali masuk ke pasar.
BUMI berpeluang menembus level resistanceRp2.525 menuju level resitance berikutnya di level Rp2.700. Sedangkan level support kuatnya berada di angka Rp2.300,” katanya kepada Ahmad Munjin dariINILAH.COM, di Jakarta.



Perdagangan Senin (28/12), saham BUMI ditutup menguat Rp125 (5,49%) menjadi Rp2.400, dengan intraday Rp2.425 dan Rp2.300. Volume transaksi mencapai 138,3 juta unit saham, senilai Rp328,5 miliar dan frekuensi 5.001 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah kemarin menguat tajam, bagaimana prediksi pergerakan saham BUMI dua hari terakhir perdagangan tahun ini?
Saya yakin menguat. Ini dipicu oleh faktor some thing like window dressing, baik ituwindow dressing sendiri maupun replacement saham di akhir tahun. Baik investor asing maupun lokal kembali masuk pasar akibat kelebihan treasury. Kelebihan dana berasal dari departemen-departemen treasury di tiap-tiap perusahaan. Karena itu, dua hari terahir perdagangan indeks akan terus mengangkat saham ini.
Akan bergerak di kisaran berapa?
BUMI berpeluang menembus level resistance Rp2.525 menuju level resitanceberikutnya di level Rp2.700. Sedangkan level support kuatnya berada di angka Rp2.30. Mereka yang memiliki kelebihan budget, memanfaatkan dana tersebut untuk berinvestasi di pasar. Hal itu dilakukan setelah perusahaan bersangkutan melakukan penghitungan atas keuangan mereka di akhir tahun.
Setelah melakukan pembukuan secara menyeluruh, mereka melakukan replacementsaham menjelang awal tahun. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi January Effect 2010.
Ada juga yang kembali masuk ke market dengan tujuan melakukan buy back saham untuk mengangkat harga. Ini adalah window dressing.
Saya yakin, window dressing pasti terjadi. Hanya saja tidak terjadi pada semua saham. Karena itulah saham BUMI hari ini potensial menguat. Bahkan, menurut rumor dalam dua hari perdagangan terakhir 2009 ini, BUMI akan dikerek naik ke level Rp3.000. Tapi, kalau saya lihat mencapai level Rp2.700 saja sudah hebat.
Bagaimana dengan rumor, perseroan tengah bernegosiasi dengan Huaneng Power International asal China untuk kerjasama dalam pembelian 90% saham Berau Coal?
Itu juga jadi sentimen positif. Sebelumnya, Huaneng menjadi salah satu calon pembeli saham Berau Coal tapi mengundurkan diri. Selain itu, BUMI juga disinyalir berkemungkinan untuk mengkonversi utangnya kepada China Investment Corporation (CIC) menjadi saham baru yang akan diterbitkannya hingga 10% atau 1,94 miliar saham. Ini menjadi sentimen positif bagi BUMI karena akan menurunkan rasio utangnya juga.
Tapi, menurut saya, BUMI secara teknikal sudah saatnya berbalik arah menguat. Hal ini didukung window dressing dan replacement karena harga saham BUMI masih murah sebagai persiapan January Effect. Market akan melejit sehingga mereka melakukan penempatan kembali dari sekarang. Setelah untung mereka akan merealisasikannya.
Apakah kondisi market mendukung BUMI juga?
Ya. Penguatan BUMI juga mendapat topangan dari sentimen market yang sangat positif. Hal ini ditopang data kredit sektor manufaktur Jepang yang sangat positif. Bursa saham di AS dan Eropa juga positif. Apalagi, saat ini harga minyak mentah dunia naik ke level US$78 per barel . Memang, pasar saat ini tidak terlalu fokus pada harga minyak kecuali jika level resistance berikutnya bisa ditembus di level US$85-90 per barel baru. Orang akan signifikan melakukan perburuan atas saham ini. Saat ini harga minyak masih berada di trading range antara US$70-83 per barel. Penguatan BUMI lebih karena faktor replacement pasar atas saham ini.

Lantas, apa rekomendasi Anda?
Saya rekomendasikan ‘beli’ untuk BUMI. Saya masih yakin akan untung sampai January Effect 2010. [jin/ast]


29/12/2009 - 12:57
Transaksi Bursa Sesi I
Tambang & BUMI Selamatkan IHSG
Ahmad Munjin


(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Pada pertengahan sesi perdagangan kali ini, IHSG masih mampu bertahan di zona positif, di tengah negatifnya bursa Asia. Saham tambang dan BUMI memimpin penguatan bursa.

Pada perdagangan Selasa (29/12) sesi pertama, IHSG () menguat tipis 1,444 poin (0,06%) ke level 2.511,136. Namun, indeks saham unggulan LQ 45 ) melemah 0,235 poin (0,05%) ke level 494,805.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup sepi dengan volume perdagangan hanya mencapai 1,577 miliar lembar saham, senilai Rp 1,509 triliun dan frekuensi 31.330 kali. Sebanyak 87 saham naik, 61 saham turun dan 51 saham stagnan.

Saham-saham bergerak variatif. Seektor tambang masih memimpin penguatan dengan naik 0,6%. Disusul sektor perdagangan yang naik 0,5%, perkebunan dan properti 0,4%, finansial 0,09%, konsumsi 0,02%. Sedangkan sektor aneka industri, infrastruktur, manufaktur dan industri dasar masih terpantau melemah.

Saham tambang menguat seiring naiknya harga komoditas di pasar dunia. Pelemahan dolar AS selama 3 hari, memanasnya situasi di Iran serta musim dingin di AS, membuat harga minyak terus menguat. Harga minyak naik untuk hari keempat, masih di kisaran US$78 per barel, setelah pengeluaran dalam musim liburan kali ini naik 3,6% dari tahun sebelumnya.

Sedangkan saham PT Bumi Resources (BUMI) yang menguat Rp75 menjadi Rp2.475, masih mendominasi perdagangan di lantai bursa. Anak usaha Bakrie ini mencatatkan nilai transaksi Rp174 miliar atau 11,5% dari total transaksi siang ini. Harga saham Grup Bakrie dijaga, menyusul adanya kepentingan right issue beberapa emiten kelompok ini pada 2010.
Purwoko Sartono, analis dari Panin Sekuritas memperkirakan pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan variatif (mixed) cenderung menguat. Hal ini dipicu aksi beli investor jangka menengah-panjang. “Indeks akan bergerak pada kisaransupport 2.500 dan 2.527 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (29/12).
Purwoko mengatakan, pergerakan indeks yang variatif akan terjadi hingga besok yang merupakan hari terakhir perdagangan tahun ini. Potensi penguatan indeks juga didukung sentimen positif pergerakan bursa regional. “Namun, investor harus hati-hati mencermati pergerakan bursa regional. Sebab, mulai Kamis (31/12) lusa pasar sudah libur,” imbuhnya.

Menurutnya, pasar saat ini lebih fokus pada saham-saham unggulan yang pergerakannya tidak terlalu fluktuatif. Namun, investasi ini dilakukan untuk jangka panjang, bukan trading harian. “Nilai transaksi tidak terlampau signifikan, sehingga tidak cocok untuk trading,” paparnya.
Ia pun menilai, isu skandal Bank Century senilai Rp6,7 triliun dan kontroversi buku Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Bank Century tidak berpengaruh besar ke market. Isu internal ini tidak berimbas pada pemain jangka panjang.
“Skandal Bank Century dan Gurita Cikeas hanya berpengaruh negatif pada pelaku jangka pendek. Mereka biasanya memanfaatkan momentum semacam ini dengan melakukan aksi profit taking sehingga terjadi tekanan jual di pasar,” imbuhnya.
Terkait hal tersebut, Purwoko menyarankan investor jangka pendek harus sudah mengamankan posisi dengan merealisasikan keuntungan di akhir sesi hari ini atau besok. Berbeda dengan investor jangka panjang yang lebih melihat prospek perekonomian dan pasar saham di 2010.
Beberapa sektor saham yang menjadi penggerak indeks hari ini berasal dari sektor perbankan, perkebunan, telekomunikasi, dan otomotif. Beberapa saham pilihannya adalah PT Delta Dunia Petroindo (DOID), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bumi Resources (BUMI), dan PT Holcim Indonesia (SMCB). “Saya rekomendasikan trading buy untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya.
Siang ini, beberapa emiten yang masih menguat antara lain PT Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp100 menjadi Rp3.575, PT London Sumatra (LSIP) terangkat Rp100 menjadi Rp8.250, PT Bank Danamon (BDMN) menguat Rp75 menjadi Rp4.550, dan PT Sampoerna Agro (SGRO) terangkat Rp125 menjadi Rp2.775. [ast/mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini