Arsip Blog

Rabu, 23 Desember 2009

imink-iming doang ...(14): 231209

23/12/2009 - 12:47
Ukie Jaya Mahendra
‘Trading Buy’ untuk BUMI
INILAH.COM, Jakarta – Potensi positifnya pergerakan indeks hari ini diprediksi mendongkrak saham BUMI, Rabu (23/12) sebagai reversal dari koreksi tajam sebelumnya. Direkomendasikan Trading buy.
Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securitas mengatakan potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini sebagai lanjutan dari penguatan kemarin. Hal ini merupakan reversal dari koreksi yang lama dan tajam sepekan lalu. Emiten ini juga terimbas positif dari potensi pengautan indeks akibat window dressing pada saham-saham tambang BUMN. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke levelresistance Rp2.425 dan Rp2.175 sebagai levelsupport-nya,” katanya kepada wartawan INILAH.COMAhmad Munjin, di Jakarta, Selasa (22/12) malam.


Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp175 (8,33%) menjadi Rp2.275 ketimbang sebelumnya di level Rp2.100. Volume transaksi mencapai 242,6 juta unit saham senilai Rp533,2 miliar dan frekuensi 7.328 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Menjelang libur Natal 2009, bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI hari ini?

Potensi penguatan masih ada sebagai lanjutan dari penguatan kemarin. Ini merupakan reversal dari koreksi yang lama dan tajam sepekan lalu. BUMI juga terimbas positif dari potensi pengautan indeks akibat window dressing pada saham-saham tambang BUMN.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.425 dan Rp2.175 sebagai level support-nya. Meski sekarang merupakan hari menjelang libur panjang Natal tahun ini, 24-27 Desember, tidak akan memicu aksi profit taking di market termasuk juga BUMI. Sebab, untuk tahun ini perdagangan masih tersisa empat hari lagi. Hari ini satu dan tiga hari di pekan depan.

Jika situasi politik tidak terlalu memanas, indeks bepeluang menguat (upside). Saya masih percaya seperti itu. Karena itu, meski ada libur panjang tidak akan dimanfaatkan pasar untuk aksi ambil untung.

Apalagi, pekan lalu terjadi panic seling sehingga bursa turun tajam 78 poin dan kemarin market mengalami rebound. Kalau market regional masih tetap menguat dan kondisi politik tidak terlalu memanas, indeks akan rebound paling tidak 1%. Karena itu, BUMI terangkat lebih karena sentimen market.

Masih ada peluang window dressing?

Masih. Positifnya BUMI memang karena ada harapan window dressing. Tapi bukan pada BUMI sendiri melainkan dimotori oleh saham-saham tambang milik BUMN. Karena itu, meski peluang window dressing di BUMI sendiri sangat kecil, tapi saham ini akan terkena imbas positifnya.

Terkait tudingan tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun dan denda Rp8,4 triliun?

Saya nggak yakin hal itu akan berpengaruh pada pergerakan saham BUMI hari ini. Saya tidak tahu apakah hal itu bener-benar terjadi atau hanya semacam blackmail. Kalau blackmail artinya tidak terjadi apa-sapa sama BUMI.


Bagaimana dengan sentimen dari harga minyak mentah dunia?
Sentimen dari harga minyak, masih netral. Sebab, harga komoditas ini masih stabil di level US$73 per barel . Tapi, pasar secara umum masih tetap mencermati perkembangan skandal Bank Century senilai Rp6,7 triliun itu.

Saya turut berkumpul dengan Fuad Rahmani, Ketua Bapepam-LK dan beberapa pihak dari sekuritas. Intinya, kita mendukung Sri Mulyani-Boediono. Artinya, kalau hasil pansus nantinya menyudutkan keduanya, akan menjadi sentimen negatif di pasar. Kita mendukung, keduanya tetap kredibel. Kalau sampai ada apa-apa, artinya memang keduanya korban politik.

Kita berharap Sri Mulyani dan Boediono bisa mempertahankan jabatannya. Tapi, bola saat ini masih bergulir. Bahkan saya menduga bisa terjadi impeachment. Karena ada kemungkinan dana Rp500 juta yang akan terbukti masuk ke rekening Partai Demokrat.

Hal ini bisa mengarah pada impeachment presiden SBY. SBY sangat susah di-impeach dari sisi DPR karena partai Demokrat mayoritas. SBY berpeluang di-impeach dari sisi hukum. Itu yang kemungkinan terjadi.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Jika impeachment menjadi kenyataan, dampaknya akan sangat negatif bagi pasar. Sebab, hal ini menyangkut pidana. Terlepas dari semua itu, saya rekomendasikan trading buy untuk BUMI. [mdr]

23/12/2009 - 08:57
Didukung Sentimen Positif Market
BUMI Terangkat, ‘Trading Buy’
Ahmad Munjin


INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (23/12) diprediksi menguat sebagai reversal koreksi sebelumnya dan potensi positif pergerakan indeks. Trading buy BUMI!

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securitas mengatakan, potensi penguatan saham BUMI hari ini sebagai lanjutan dari penguatan kemarin. Hal ini merupakan reversal dari koreksi sebelumnya yang lama dan tajam sepanjang pekan lalu.

Emiten ini juga terimbas positif dari potensi penguatan indeks akibat window dressing pada saham-saham tambang BUMN. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.425 dan Rp2.175 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (22/12) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp175 (8,33%) menjadi Rp2.275 ketimbang sebelumnya di level Rp2.100. Harga tertingginya mencapai Rp2.75 dan terendahnya Rp2.100. Volume transaksi mencapai 242,6 juta unit saham senilai Rp533,2 miliar dan frekuensi 7.328 kali.

Lebih jauh Ukie mengaskan, meski sekarang merupakan hari menjelang libur panjang Natal, 24-27 Desember, tidak akan memicu aksi profit taking market termasuk juga BUMI. Pasalnya, untuk tahun ini perdagangan masih tersisa empat hari lagi. “Hari ini satu dan tiga hari di pekan depan,” ujarnya.

Menurutnya, jika situasi politik tidak terlalu memanas, indeks berpeluang menguat (upside). “Saya masih percaya seperti itu. Karena itu, meski ada libur panjang tidak akan dimanfaatkan pasar untuk aksi ambil untung,” paparnya.

Apalagi, pekan lalu terjadi panic seling sehingga bursa turun tajam 78 poin dan kemarin market mengalami rebound. Kalau market regional masih tetap menguat dan kondisi politik tidak terlalu memanas, indeks akan rebound paling tidak 1%. “Karena itu, BUMI terangkat lebih karena sentimen market,” timpalnya.

Selain itu, positifnya BUMI juga karena masih ada harapan window dressing yang dimotori saham-saham tambang milik BUMN. “Meski peluang window dressing di BUMI sendiri sangat kecil, tapi saham ini akan terkena imbas positifnya,” imbuhnya.

Sementara terkait tudingan tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun dan denda Rp8,4 triliun Ukie meragukan hal itu akan berpengaruh pada pergerakan saham BUMI hari ini. Ukie mengaku tidak tahu apakah hal itu bener-benar terjadi atau hanya semacam blackmail. “Kalau blackmail artinya tidak terjadi apa-sapa sama BUMI,” tukasnya.

Sedangkan sentimen dari harga minyak, menurutnya masih netral. Pasalnya, harga emas hitam tersebut masih stabil di level US$73 per barel .
Namun demikian, pasar secara umum masih tetap mencermati perkembangan skandal Bank Century. Ia menilai, hasil Pansus jika nantinya menyudutkan keduanya, akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Reaksi pasar akan lebih negatif lagi jika ternyata kekhawatiran terjadinya impeachment terbukti. “Karena ada kemungkinan dana Rp500 juta yang akan terbukti masuk ke rekening Partai Demokrat,” ucapnya.
Hal ini bisa mengarah pada impeachment presiden SBY. Ia mengakui, SBY sangat susah di-impeach dari sisi DPR karena Partai Demokrat mayoritas (simple majority...catatan gw)  di parlemen. “Namun SBY berpeluang di-impeach dari sisi hukum. Itu yang kemungkinan terjadi,” ungkapnya. “Terlepas dari semua itu, saya rekomendasikan trading buy untuk BUMI,” pungkasnya. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini