Arsip Blog

Rabu, 16 Desember 2009

habis pajak, TERBIT LAH LABA, analis pro mimpi lagi ... 161209

16/12/2009 - 09:58
Viviet S Puteri
Setelah Koreksi, BUMI Atraktif

Viviet S Puteri
INILAH.COM, Jakarta – Menyusul koreksi dua hari lalu, saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (16/12) diprediksikan menguat. Namun, penguatan ini hanya faktor psikologi pasar.

Buy on weakness BUMI!

Viviet S Puteri, Analis Anugerah Securindo mengatakan, potensi penguatan saham BUMI hari ini karena pembalikan arah (reversal) dari koreksi dua hari sebelumnya. Emiten ini merupakan saham dengan tingkat volatilitas yang sangat tinggi.

Para trader paham apabila BUMI terkoreksi, sangat menarik dan atraktif untuk dibeli kembali. “BUMI akan menguat ke level resistance Rp2.475 dan Rp2.350 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (15/12), saham BUMI ditutup melemah Rp50 (2,06%) menjadi Rp2.375, dengan intraday Rp2.425 dan Rp2.325. Volume transaksi mencapai 166,9 juta juta unit saham senilai Rp394,5 miliar dan frekuensi 5.479 kali. Berikut wawancara lengkapnya:

Setelah dua hari mengalami koreksi, apakah BUMI hari ini berpotensi menguat?

Saya perkirakan begitu, sebagai pembalikan arah (reversal) dari koreksi dua hari sebelumnya. Emiten ini merupakan saham dengan tingkat volatilitas yang sangat tinggi. Para trader paham apabila BUMI terkoreksi, sangat atraktif untuk dibeli kembali. Pada saat koreksi, risk appetite investor tumbuh meski berita-berita sebelumnya buruk. Inilah yang menjadi alasan penguatannya hari ini.

Bagaimana dengan tudingan tunggakan pajak itu?

Tunggakan pajak BUMI yang dilayangkan Direktorat Perpajakan senilai Rp2,1 triliun tidak akan menjadi sentimen negatif lagi, karena kasus ini telah membuat saham Grup Bakrie terkoreksi akibat tekanan jual dua hari lalu. Apalagi, situasi politik memanas karena perang dingin antara Abu Rizal Bakrie sebagai pemilik Bakrie Group dengan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI. Kemudian utang BUMI yang semakin meningkat turut juga menjadi sentimen negatif.

Di sisi lain rencana rights issue tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) menyebabkan investor khaawatir terdilusinya saham publik. BUMI akan meminta persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham 7 Januari 2010 mendatang. Karena itu, pemegang saham ini sangat hati-hati.

Pada saat sentimen negatifnya sangat besar, pasar akan melakukan aksi jual dan cenderung bermain trading jangka pendek. Semua isu aksi korporasi di Grup Bakrie termasuk BUMI ini sangat penting di mata pasar.

Meski begitu, BUMI tetap akan menguat?

Karena BUMI merupakan saham penggerak indeks dan merupakan saham favorit, saham ini tetap akan menguat hari ini. Apalagi, jika ada aksi korporasi baru. Pada saat yang sama, Grup Bakrie banyak sekali memiliki repo di sekuritas lain. Akibatnya, sangat susah mengetahui berapa nominal repo dan siapa penggeraknya.

Implikasinya, risiko bermain saham ini sangat tinggi sekaligus sangat atraktif. Setelah kemarin BUMI terkoreksi ke level Rp2.325 dan kemudian tertahan di angka Rp2.375, akan memicu penguatan harga hari ini. Penguatan ini hanya faktor psikologi pasar.

Apa sentimen menjadi pengangkat saham BUMI?

Kabar tentang PT Arutmin Indonesia, yang optimis terhadap target produksi batubara 2009, bisa jadi katalis penguatan BUMI. Apalagi, penjualannya diproyeksikan sama dengan produksinya. Lebih positif lagi, jika BUMI bisa menjelaskan tentang mengapa pembayaran pajaknya lebih kecil dibandingkan produsen batu bara lainnya.

Padahal, pendapatan BUMI tinggi. Hal ini akan semakin memperkuat harga sahamnya. Misalnya, jika BUMI bisa menjelaskan tunggakan pajak tahun 2007 akan sangat positif. BUMI bisa mengatakan kecilnya pembayaran pajak itu karena terjadi penurunan harga batu bara. Sehingga pajak ekspor batu bara yang harus dibayarkan tidak seperti hitungan Direktorat Pajak. Artinya, tidak terjadi penunggakan seperti yang dituduhkan senilai Rp2,1 triliun itu.

Macquarie Research telah merevisi target harga akhir tahun BUMI menjadi sebesar Rp3.000 per saham?

Bisa menjadi sentimen positif. target itu dipicu oleh masuknya Newmont dan kontrak pemasaran batubara dengan PT Berau Coal. Tapi, memang fokus pasar saat ini pada tunggakan pajaknya.

Sedangkan pelemahan harga minyak dunia ke level US$69 per barel , tidak berpengaruh. Karena, pelemahan komoditas ini bukan karena berkurangnya demand, melainkan faktor penguatan dolar AS. Karena itu, saat harga minyak turun, harga batu bara justru naik ke level US$81 per metrik ton jika mengacu ke pasar Australia.
Lantas, apa rekomendasi Anda?
BUMI akan menguat ke level resistance Rp2.475 dan Rp2.350 sebagai level support-nya. Saya rekomendasikan buy on weakness BUMI pada saat melemah. Level Rp2.350-Rp2.325 merupakan posisi cukup aman untuk beli. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini