Arsip Blog

Kamis, 10 Desember 2009

aksi korporasi bumi memang bikin investor mumeeeetttt ... 101209

10/12/2009 - 10:02
Betrand Raynaldi
BUMI Akan Terseret Profit Taking

Betrand Raynaldi
INILAH.COM, Jakarta – Menyusul penguatan kemarin, saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (10/12) ini diprediksikan melemah karena aksi ambil untung. Direkomendasikan ‘beli’ untuk jangka tiga bulan mendatang.

Betrand Raynaldi, analis Panca Global Securities mengatakan, meskipun terkoreksi, potensi pelemahan BUMI hari ini hanya faktor teknikal. Selain itu, tren saham ini masih berada dalam fase konsolidasi.

“BUMI akan mengarah ke level support Rp2.425 dan Rp2.650 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (9/12), saham BUMI ditutup menguat Rp100 (4,04%) menjadi Rp2.575, dengan intraday Rp2.575 dan Rp2.425. Volume transaksi mencapai 154,7 juta unit saham, senilai Rp387,7 miliar dan frekuensi 4.549 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah pemberian pinjaman kepada anak usaha PT Recapital Advisors sebesar US$300 juta, apakah BUMI masih bisa melanjutkan penguatan hari ini?

Di sesi pertama, BUMI masih bisa naik karena mendapat sentimen positif dari pemberian pinjaman perseroan kepada anak usaha Recapital sebesar US$300 juta guna membiayai akuisisi 90% saham Berau Coal senilai US$1,48 miliar. Sebagai balasannya, BUMI ditunjuk Recapital untuk menjadi agen pemasarannya.

Dana itu diperoleh BUMI dari convertible bond dengan yield hanya 5%. Sementara BUMI mendapat kontrak penjualan Berau Coal sangat besar dari spread margin antara saat beli dari Berau dan saat menjual. Itu menjadi sentimen positif bagi BUMI kemarin dan hari ini di sesi pertama. Apalagi Indeks Dow Jones bergerak positif.

Tapi, pada sesi kedua, BUMI akan melemah karena aksi profit taking pelaku pasar sampai penutupan. Potensi pelemahan BUMI hari ini hanya faktor teknikal, menyusul penguatan kemarin. Selain itu, tren saham ini masih berada dalam fase konsolidasi, sehingga polanya masih sideways meski kemarin naik Rp100. Saham ini akan ditutup melemah. Faktor Recapital sudah terefleksi pada pergerakan kemarin dan masih tersisa hari ini.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level support Rp2.425 dan Rp2.650 sebagai level resistance-nya. Sebaliknya, BUMI akan melanjutkan penguatan lebih jauh, jika hari ini berhasil menembus di atas level resistance Rp2.650. Namun untuk itu, membutuhkan berita positif baru. Karena itu, koreksi BUMI hari ini pun hanya faktor teknikal, bukan fundamental. Jadi, pasar membeli di support dan jual di resistance, sehingga BUMI ditutup melemah.

Bagaimana dengan window dressing menjelang akhir tahun?

Untuk pekan ini BUMI bisa saja berpotensi terdongkrak oleh faktor window dressing yang biasanya dilakukan pada pekan kedua dan ketiga bulan ini. Secara umum saham yang berkapitalisasi besar tidak terkoreksi dalam. Begitu juga dengan BUMI. Karena itu, BUMI menjadi salah satu target untuk window dressing, akumulasi beli dari asing.

Bagaimana dengan penurunan harga minyak ke level US$73 per barel?

Penurunan harga minyak mentah dunia sudah terfaktorkan, sehingga tidak menjadi sentimen negatif lagi. Di akhir tahun, pelaku pasar melihat tahun depan, di mana ekonomi tumbuh. Banyak negara yang sudah keluar dari resesi. Permintaan akan minyak tumbuh lagi. Ke depan, harga batu bara pun akan naik. Karena berdasarkan survei, banyak negara termasuk Indonesia mulai mengalokasikan power plan-nya ke batu bara dibandingkan yang lain.

Kalau begitu, kapan momentum penguatan BUMI lebih lanjut?

BUMI akan menemukan momentum penguatan menjelang RUPS 7 Januari mendatang. Apalagi, kabarnya, pada RUPS itu BUMI akan melakukan replacement ke China Invesment Corporation (CIC) yang harganya akan menjadi benchmark bagi market.

BUMI mengeluarkan saham dan meminta RUPS menyetujuinya yang saat ini diperbolehkan Bapepam sebesar 5%. Bapepam sedang menggodok agar bisa 10% dan harganya boleh berapa saja. Ini adalah rights issue tanpa HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu). Hal ini akan mendilusi kepemilikan saham perseroan, tapi belum tentu mendilusi harga sahamnya karena tergantung di harga berapa placement-nya itu.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan ‘beli’ untuk BUMI di level support Rp2.400-an untuk dipegang hingga tiga bulan sampai ada kejelasan tentang CIC-nya. Biasanya, kalaupun RUPS dan harganya belum diketahui, harga BUMI dipastikan naik. Logikanya, jika harga convertible bond lalu di level Rp3.366, tidak mungkin BUMI menjual ke CIC di bawah itu. Itu akan membuat image BUMI buruk di mata orang yang membeli convertible bond. Setidaknya, harganya akan sama atau bahkan lebih dari itu. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini