Arsip Blog

Senin, 30 November 2009

BUMI di atas 2500, yummy ... 301109

30/11/2009 - 10:01
Arga Paradita Sutiono
BUMI Menuju Rp2.500-2650

INILAH.COM, Jakarta – Koreksi tajam empat hari berturut-turut, membuat valuasi saham PT Bumi Resources (BUMI) oversold. Hal ini membuka peluang penguatan bagi emiten batubara ini, pada Senin (30/11).

Arga Paradita Sutiono, research analyst Asia Kapitalindo Securities mengatakan, potensi penguatan BUMI karena saham ini sudah turun tajam sepekan kemarin. Karena itu, saham ini berpeluang mengalami technical rebound.

“BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.500-2650 dan Rp.2.325 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (29/11).

Pada perdagangan pekan lalu, Kamis (26/11), BUMI ditutup melemah Rp225 (8,65%) menjadi Rp2.375, dengan intraday Rp2.600 dan Rp2.325. Volume transaksi mencapai 500,9 juta unit saham senilai Rp1,2 triliun dan frekuensi 18.265 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Ada rumor Google akan membeli saham BUMI. Apakah ini akan mendongkrak harga sahamnya awal pekan ini?

Bisa saja itu menopang penguatan harga sahamnya. Tapi, investor juga harus memperhatikan, business core Google itu di bidang Informatin Technology, sementara BUMI adalah batu bara. Dari sisi ini memang aneh. Artinya, apakah mungkin Google melakukan ekspansi business core-nya ke batu bara.

Memang bisa juga Google melirik, karena BUMI didukung Credit Suisse dari sisi pendanaan. Bila Google jadi membeli saham BUMI, ini merupakan good news karena perseroan akan mendapatkan dana segar yang baru. Tapi terkait berita ini saya belum cross check.

BUMI juga sudah empat hari terkoreksi berturut-turut. Bisakah awal pekan ini BUMI menguat?

Bisa. Potensi penguatan BUMI karena saham ini sudah turun tajam empat hari, sehingga valuasi sahamnya oversold. Karena itu, saham ini berpeluang mengalami technical rebound. Selain itu, kemampuan buyer mendorong ke atas, bisa menjadi alasan penguatan BUMI.

Akan begerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.500-2650 dan Rp.2.325 sebagai level support-nya. Namun, penguatan BUMI masih terancam. Pelaku pasar masih mengantisipasi pelemahan BUMI yang akhir perdagangan pekan lalu mencapai 8,65% akibat ekspektasi kenaikan suku bunga di China.

Di saat yang sama, BUMI berutang US$1,9 miliar ke China Invesment Corporation (CIC).

Ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor, sehingga menghambat penguatan BUMI.

BUMI akan terbebani dari sisi pembayaran bunga. Data indeks consumer China yang tinggi menyebabkan kenaikan inflasi cukup tinggi menjadi 2% akibat kenaikan daya beli.

Hal ini memicu kenaikan suku bunga. Ini juga menjadi salah satu sentimen negatif terhadap IHSG ^JKSE selain faktor Dubai World yang meminta penangguhan utang. Pertumbuhan China sangat tinggi mencapai 9% tahun ini, sehingga suku bunga naik ke 3%.

Bagaimana dengan kondisi biaya utang BUMI sendiri saat ini?

Jika melihat cost of debt BUMI sebesar 18% dari pinjaman ke CIC itu, menimbulkan kekhawatiran di pasar. Bahkan ada yang mengatakan sentimen ini bisa menggiring BUMI kembali ke Rp2.000. Namun, jika melihat bunga pokok, pembayarannya tidak menjadi beban. Artinya, dengan akuisisi Newmont, BUMI memiliki kemampuan untuk meningkatkan pendapatannya.

Lalu, sentimen market bagaimana?

Itu juga. Meski BUMI menguat, pasar juga harus hati-hati karena saat libur panjang di Indonesia, bursa luar semuanya rontok. Karena itu, indeks Indonesia masih berpotensi rontok. Indonesia-Malaysia-Singapura libur sehingga masih ada sentimen negatif hari ini termasuk BUMI. Karena besaran saham BUMI ini 20% dari transaksi IHSG.

Apalagi, dari China hingga 2020 akan menurunkan emisi gas buang hingga 45%. Akibatnya, untuk sektor-sektor energi yang berbahan baku fosil akan menjadi warning, termasuk penggunaan batu bara. Malah, yang saat ini justru lebih baik adalah sektor nabati. CPO (Crude Palm Oil) berpeluang naik.

Terkait sentimen grup Bakrie, apakah masih menekan pergerakan BUMI?

Rights issue PT Darma Henwa (DEWA) dan PT Energi Mega Persada (ENRG) masih menekan laju saham ini dari sisi grupnya. Dari sisi teknikal juga tidak ada sinyal penguatan bagi BUMI, baik dari sisi RSI maupun dari MACD-nya.

Faktor penguatan BUMI hanya dari sisi valuasinya yang oversold dan terjadi pelemahan empat hari terakhir dengan harga terendah di Rp2.300. Jika buyer melakukan pullback, saham ini akan menguat terbatas. Jadi tergantung buyer.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Bagi yang sudah memilikinya, hold saja untuk saham BUMI. Tapi bagi yang belum, buy saja karena semua level support kuat BUMI sudah terlewati. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini