Arsip Blog

Sabtu, 28 November 2009

bumi optimis, the bakries jual right issues, investor MERINDINK : 281109

EKONOMI
27/11/2009 - 21:54
Sepekan Anjlok 15,9%
ENRG-DEWA Picu Koreksi BUMI
Asteria


INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI) anjlok 15,9% pada pekan yang singkat ini. Rencana right issue ENRG dan DEWA menyeret turun saham-saham Bakrie dan IHSG sehingga terkoreksi 3,8%.

Awan mendung menggelayuti pergerakan BUMI pekan ini. Dominasi BUMI di lantai bursa, akhirnya melempar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia turun 3,8%, atau 93,846 poin selama sepekan.

Investor cenderung wait and see mengantisipasi libur Idul Adha. Adapun tutupnya Wall Street dan beberapa bursa regional Asia karena libur Thanks Giving, menjadi alasan minimnya sentimen penggerak pasar.

BUMI tertekan sentimen negatif saham Bakrie lainnya, seperti PT Energi Mega Persada (ENRG) dan PT Darma Henwa (DEWA) yang berencana menerbitkan rights issue di bawah harga pasar.

BUMI mengawali pekan ini Senin (23/11), dengan turun Rp 75 ke level Rp 2.750. Koreksi emiten produsen batubara ini pun membebani pergerakan bursa. Tak heran, mengingat BUMI mendominasi dengan nilai transaksi mencapai Rp1,57 triliun, atau 35,6% dari total transaksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun turun 0,24% ke level 2.481,416.

Koreksi masih berlanjut pada keesokan harinya, dimana BUMI ditutup turun Rp125 ke level Rp2.625. BUMI menyumbang sentimen pelemahan bursa terbesar, dengan nilai transaksi Rp1,211 triliun atau 29,5% total perdagangan. BUMI pada hari kedua pekan ini ditutup terkoreksi Rp125 (4,54%) ke posisi 2.625.

Investor melakukan aksi ambil untung terhadap saham sektor pertambangan dan Grup Bakrie. Pelemahan saham ini berimbas besar pada bursa sehingga ditutup melemah 0,39% ke 2.471,884.

Pasar mengkhawatirkan kondisi kas BUMI, seiring kabar bahwa perseroan tengah menjajaki pencarian dana lagi sebesar US$300 juta pada akhir 2009 dengan opsi strategic loan atau obligasi.

Dana tersebut di luar suntikan CIC US$1,9 miliar dan obligasi konversi US$300 juta. Perolehan dana dengan jaminan aset nonbatubara tersebut, sebagian untuk menutupi kekurangan pembeliaan saham Newmont.

Sentimen ini seakan mengabaikan kabar bahwa BUMI akan menggenjot ekspansinya hingga US$80 juta di manca negara. BUMI diberitakan akan mengalokasikan US$60 juta untuk mengembangkan bisnis bijih besi di Mauretania dan sisanya untuk bisnis berlian di Liberia.

Demikian juga kabar bahwa PT Multi Capital resmi menguasai 18% saham Nemwont pasca ditandatanganinya akta jual beli divestasi Newmont. Porsi kepemilikannya PT Multi Capital 18% saham dan Pemda NTB 6% saham.

Tekanan tampaknya belum berhenti. Pada perdagangan Rabu (25/11), BUMI terimbas sentimen negatif grupnya, sehingga ditutup turun Rp25 ke level Rp2.600. Dominasi emiten primadona yang mencapai 18,4% ini telah menekan bursa. IHSG pun berakhir melemah 0,41% ke level 2.461,528.

Hal ini terjadi pasca ENRG mengumumkan rights issue sebanyak 26.183.297.040 saham baru. Target dana yang akan diperoleh menurut prospektus tersebut sebesar Rp 4,173 triliun.

Dana perolehan akan digunakan untuk akuisisi Blok Masela dari PSC Inpex sebesar US$ 100 juta, pembiayaan kembali (refinancing) US$ 250 juta dan modal kerja serta belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 82,4 juta. Investor menyikapi negatif kabar ini karena rights issue dilakukan di bawah harga pasar.

Sementara di hari terakhir perdagangan, Kamis (26/11), BUMI tetap tidak mampu bangkit dari keterpurukannya. Emiten ini ditutup anjlok Rp225 (8,65%) ke level Rp2.375. Pergerakannya pun mendominasi lantai bursa, dengan nilai transaksi Rp1,214 triliun atau 25,4% total perdagangan. Alhasil, IHSG pun melemah 2,77% ke level 2.393,519

Koreksi dipicu turunnya harga minyak mentah yang diperdagangkan mendekati US$78 per barel di New York setelah dolar AS anjlok terendah dalam 15 bulan terhap euro. Pemerintah melaporkan permintaan bahan bakar meningkat untuk pekan kedua ini. Saham sektor tambang pun mencatatkan anjlok terbesar mencapai 4,2%,.

Sedangkan dari internal, aksi PT Darma Henwa (DEWA) yang mengumumkan rencana right issue, tidak menjadikan BUMI lebih baik. DEWA memang akan menerbitkan rights issue pada Januari 2010, dengan harga dipatok sebesar Rp 100 per saham.

DEWA akan menerbitkan 6,24 miliar saham baru dengan target dana perolehan sebesar Rp 624 miliar. Dananya akan digunakan untuk pembayaran utang sebesar Rp 427 miliar, membeli peralatan berat Rp 47,5 miliar dan sisanya Rp 149 miliar untuk modal kerja. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini