Arsip Blog

Senin, 16 November 2009

sinetron badut: win-win solution

Senin, 16/11/2009 18:14 WIB
Newmont Bebas dari Default
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance


Tambang Batu Hijau Newmont (dok detikcom) Jakarta - Pemerintah telah menyatakan PT Newmont Nusa Tenggara sudah melaksanakan kewajiban divestasi tahun 2006 hingga 2008 sesuai keputusan abitrase. Newmont merasa lega karena telah bebas dari ancaman default.

"Kita juga bersyukur, karena kita sudah tidak dihantui kemungkinan ancaman default karena tidak bisa menyelesaikan keputusan arbitrase," ujar Direktur Utama PT Newmont Pasific Nusantara, Martiono Hadianto di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (16/11/2009).

Martiono menyatakan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah mengenai siapa yang akan membeli 14 saham divestasi Newmont tersebut.

"Kami masih menunggu keputusan yang diambil pemerintah," ungkapnya.

Divestasi dianggap sudah terlaksana meski yang dibayar oleh konsorsium Pemda NTB baru untuk yang jatah 2006 dan 2007 sebanyak 10% senilai US$ 391 juta. Hari ini saham divestasi tersebut telah dibayar oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) selaku pemilik Multicapital. Seperti diketahui, Pemda NTB menggandeng Multicapital yang merupakan anak usaha Bakrie Capital dan BUMI untuk eksekusi divestasi ini.

Sementara itu terkait keterlibatan PT Aneka Tambang Tbk dalam proses divestasi saham Newmont, Martiono menilai BUMN itu masih berminat menjadi bagian dari pembelian 14 persen divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT).

"Antam tidak pernah menyatakan dia tidak berminat. Dia tetap berminat tapi tidak dalam konsorsium Pemda NTB," ujar Martiono.

Menurut Martiono, kabar itu diperolehnya dari Direktur Utama PT Antam Tbk Alwinsyah Loebis.

"Saya sudah cek ke Pak Alwin soal itu. Menurut Pak Alwin, Antam tetap berminat untuk masuk," ungkapnya.

Martiono menyatakan, keengganan masuknya Antam untuk masuk dalam konsorsium tersebut sebab Antam hanya akan memiliki 11 persen dari jatah 31 persen saham divestasi Newmont tersebut. Sementara meskipun Multicapital memiliki jumlah saham yang sama, namun Antam menilai Pemda NTB dikendalikan Multicapital sehingga Multicapital akan menjadi pengendali dalam 31 persen saham Newmont.

"Siapa sih Multicapital kok mau ngontrol Antam yang sudah punya reputasi?" ungkapnya.

Namun Martiono tidak dapat memastikan apakah Antam akan masuk lagi dalam proses ini atau tidak.

"Tanya pemerintah pusat, masa tanya Newmont," ungkapnya




(epi/qom)

Newmont Merasa Lega Penuhi Keputusan Arbitrase
Senin, 16 November 2009 - 19:06 wib
TEXT SIZE :
Andina Meryani - Okezone

Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) merasa lega telah terlepas dari ancaman default karena sudah mampu menyelesaikan divestasi saham sesuai keputusan arbitrase, yaitu sejak 2006 sampai dengan 2008.

"Kita sudah tidak dihantui kemungkinan ancaman default karena tidak bisa menyelesaikan keputusan arbitrase" ujar Direktur Utama PT Newmont Pasific Indonesia, Martiono, saat konferensi pers di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (16/11/2009).

Terkait penundaan keputusan pemerintah mengenai kepastian siapa saja yang menjadi pembeli 14 persen saham Newmont yang 2008-2009, pihaknya mengaku masih menunggu keputusan dari pemerintah.

"Saya kira itu yang penting, memberikan kesempatan kepada pemerintah memutuskan siapa saja yang akan membeli 14 persen saham yang ditawarkan Newmont. Dari pihak kita masih menunggu," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, dia pun menjelaskan bahwa pada hari ini PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai pemilik Multicapital yang menggandeng Pemda NTB telah melakukan pembayaran terhadap saham 10 persen yang 2006-2007 senilai USD391 triliun. (ade)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini