Arsip Blog

Jumat, 20 November 2009

sinetron badut: eksekutif @ nnt ...(8)..more question marks 2 come

Divestasi Newmont tunggu Menkeu
Transaksi NNT tergolong material bagi Bumi
Cetak
JAKARTA: Penyelesaian divestasi 14% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) periode 2008-2009 masih menunggu pencabutan kuasa kepada PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam akuisisi terhadap perusahaan tambang emas itu.

Sesuai dengan diktum putusan final arbitrase Newmont diwajibkan mengalihkan 7% saham divestasi 2008 ke pemerintah. Saham itu diakumulasikan dengan program 2009 sehingga menjadi 14% dengan kesepakatan nilai sebesar US$496,3 juta.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati telah mengeluarkan surat No. S-683.1/MK.06/2009 ditujukan ke Meneg BUMN yang menyatakan persetujuan ke Antam untuk membeli saham Newmont.

Dirjen Mineral, Batu bara, dan Panas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Setiawan mengemukakan departemen itu sebagai pemegang kuasa pertambangan telah memberitahu ke Departemen Keuangan soal Pemda NTB melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang akan membeli 14% saham Newmont.

"Pemberitahuan kan sudah kita [Departemen ESDM] berikan kepada semuanya. Selain itu, rapat keputusan itu dihadiri semua pihak terkait," ujarnya kemarin.

Kondisi itu diakui oleh Dirut PT Daerah Maju Bersaing-perusda Pemda NTB dan mitra PT Multicapital (Grup Bakrie) di MDB-Andy Hadiyanto. Dia menargetkan penandatanganan SPA (sales and purchase agreement) diharapkan bisa selesai sebelum 23 November 2009.

"Mereka [Newmont] masih menunggu surat resmi konfirmasi dari Menkeu soal pembelian, jadi belum bisa ketemu dulu dengan Newmont sebelum surat itu keluar," ujarnya.

Dirjen Minerbapabum Departemen ESDM Bambang Setiawan juga merujuk pada hasil rapat pada Rabu, 18 November. Selain itu, Bambang telah mengeluarkan surat No.3217/87/DJB/ 2009 tertanggal 18 November. Isi surat itu, Pemda NTB atau badan yang ditunjuk sebagai pembeli 14% saham Newmont untuk divestasi 2008-2009.

Selanjutnya, Newmont mengeluarkan surat No.365/PD-MH/ NNT/XI/2009 yang meminta penjelasan pihak yang ditunjuk oleh pemerintah pusat sesuai dengan keputusan arbitrase.

"Kami kan melihat pemerintah daerah, kalaupun pemerintah pusat tidak. Mudah-mudahan dengan keterwakilan pemerintah daerah sudah ada," ujar Meneg BUMN Mustafa Abubakar.

Dana Bumi

PT Bumi Resources Tbk diperkirakan harus mengucurkan dana US$290,32 juta-US$293,25 juta untuk pembelian 10% saham Newmont, sebagai bagian dari kepemilikannya yang mayoritas di Multi Capital Indonesia.

Mengacu ke laporan keuangan perseroan, nilai transaksi ini material sehingga Bumi diwajibkan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan pemegang saham publik.

Corporate Secretary Bumi Dileep Srivastava dalam penjelasannya ke Bursa Efek Indonesia kemarin menyatakan perseroan melalui anak usaha yang dimiliki PT Bumi Resources Investment saat ini memiliki penyertaan secara tidak langsung lebih dari 99% saham melalui Multi Capital.

Namun, perseroan bukan sebagai pihak dalam perjanjian jual beli dan bukan pihak yang memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kewajiban PT Multi Daerah Bersaing selaku pihak pembeli.

Informasi mengenai kepemilikan mayoritas saham di Multi Capital ini telah berubah dari sebelumnya disebut-sebut Grup Bakrie melalui Bakrie Capital hingga 95%, dan 5% adalah Bumi.

Multi Capital tercatat memiliki 75% di Multi Daerah, perusahaan patungan dengan Pemda NTB yang memiliki 25% saham, untuk membeli 10% saham Newmont seharga US$391 juta.

Mengacu skema dan nilai transaksi itu, Bumi harus menyetor sedikitnya US$290,32 juta.

Ketika dikonfirmasi mengenai kewajiban ini, Dileep tidak merespons panggilan dan pesan singkat yang dikirimkan oleh Bisnis. (Ratna Ariyanti) (pudji.lestari@bisnis.co.id/agust.supriadi@bisnis.co.id/ibeth.nurbaiti@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari, Agust Supriadi, & Nurbaiti
Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini