Arsip Blog

Selasa, 17 November 2009

ANALIS PRO jadi BLOON di depan nasib BUMI...(5)

17/11/2009 - 09:50
Aji Martono
‘Trading Buy’ untuk BUMI!

INILAH.COM, Jakarta – Seiring besarnya volume dan permintaan transaksi pada perdagangan sebelumnya, PT Bumi Resources (BUMI), pada Selasa (17/11) diprediksikan menguat. Rekomendasi trading buy!

Aji Martono, technical analyst PT Indomitra Securities mengatakan, BUMI masih berpeluang menguat,didukung faktor teknikal. Namun, kondisi ini harus mendapat dukungan juga dari sentimen market global dan regional.

“BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.675 dan Rp2.400 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Senin (16/11) kemarin, BUMI ditutup menguat Rp150 (6,12%) ke level Rp2.600, dengan intraday Rp2.650 dan Rp2.475. Volume transaksi mencapai 608,9 juta unit saham, senilai Rp1,5 triliun dan frekuensi 13,415 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin ditutup melonjak, bagaimana pergerakan BUMI hari ini?

Jika melihat volume dan permintaan transaksi kemarin yang besar, BUMI masih berpeluang menguat. Namun, jika sentimen market global dan regional tidak mendukung, terutama Hang Seng dan Nikkei, BUMI bisa saja melemah. Tapi, secara teknikal, BUMI sangat potensial menguat.

Untuk hari ini, penguatan BUMI juga ditopang bargaining position asing yang luar biasa seperti terjadi pada perdagangan kemarin. Dengan demikian, perdagangan awal hari ini masih menyisakan energi yang kuat bagi BUMI untuk rebound kembali. Tapi, kondisi indeks secara keseluruhan masih mengkhawatirkan, sehingga laju BUMI bisa melambat.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.675 dan Rp2.400 sebagai level support-nya. BUMI akan bertahan di atas level Rp2.675, meskipun untuk mencapai resistance selanjutnya sangat berat. Penguatan BUMI saat ini belum merupakan pembalikan arah (reversal) ke kenaikan lebih lanjut.

Kemarin pun, ada upaya BUMI mengejar level Rp2.675 sebagai resistance, tapi ternyata ditutup di level Rp2.600. Karena itu, saat BUMI melampaui level Rp2.675, terancam aksi profit taking. BUMI akan menguji level ini, apakah akan terjaga dengan manis atau tidak.

Bagaimana dengan sentimen dari aksi korporasi?

Aksi korporasi berupa bond dengan bunga 12% dari sebelumnya 10%, memang berpeluang menjadi daya tarik bagi investor. Karena, cash flow menjadi positif untuk membiayai proyek-proyeknya. Karena itu, masih memungkinkan ke depannya penguatan BUMI jadi dominan.

Tapi, untuk harian, pasar harus melihat semua situasi. Jika semua indeks baik global dan regional negatif, IHSG pun akan bergerak minus menyusul kenaikan yang signifikan kemarin. Secara teknikal BUMI berada di Rp2675. Hal itu akan terjadi jika market secara keseluruhan mendukung.

Begitu juga dengan sentimen dari BUMI yang menargetkan proyek Dairi milik Herald Resources Ltd akan menyumbang EBITDA sebesar US$200 juta per tahun. BUMI akan mengenjot proyek di Dairi senilai US$211 juta hingga 2011. Ini berpengaruh ke depannya.

Hal ini tidak bisa dijadikan patokan perdagangan hari ini. Namun, untuk jangka panjang, saham BUMI di level Rp2.900 pun sebenarnya masih cukup murah. Dengan pengambilan saham Herald 100%, akan sangat positif bagi BUMI.

Berapa target BUMI akhir 2009?

BUMI bisa mencapai harga Rp3.475 yang merupakan level tertinggi setelah mengalami penurunan di titik nadir Rp385. Saya rekomendasikan buy untuk jangka panjang dan trading buy untuk jangka pendek. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini