Arsip Blog

Rabu, 18 November 2009

sinetron badut: bumi melenggang lempeng dah

Bakrie Resmi Beli 14% Saham Newmont, Antam Mundur
18 November 2009 | 16:44 WIB

Bambang Setiawan
Egenius Soda
egen@majalahtambang.com

Jakarta-TAMBANG. PT. Multi Daerah Bersaing (MDB) perusahaan patungan antara Pemerintah Daerah NTB dengan PT. Multi Capital, cucu Grup Bakrie akhirnya resmi menjadi pembeli 14% saham divestasi PT. Newmont Nusa Tenggara. Dengan komposisi kepemilikan sahan PT. Multi Daerah Bersaing 75% untuk Multi Capital dan 25% saham Pemda, maka dapat dikatakan saham divestasi 14% jadi milik Bakrie.

Itulah hasil pertemuan antara Pemerintah Daerah NTB dengan pihak PT. Aneka Tambang,Tbk (Antam) yang juga dihadiri para wakil dari Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan dan Menteri Negara BUMN bertempat di kantor Direktorat Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi, Jln Soepomo, No. 10 Tebet, Jakarta, 18 November 2009.

“Antam berdasarkan analisa strategi korporasi mereka sudah menyatakan tidak bisa masuk dalam konsorsium pembelian 14% saham divestasi,”tandas Dirjen Minerba Pabum Bambang Setiawan usai pertemuan tersebut. Sekarang tinggal pihak Newmont dan Pemerintah Daerah bertemu untuk merumuskan dan sekaligus menandatangani Sales Purchase Agreement (SPA) “Yach kita harap tidak sampai tanggal 23 November semuanya sudah selesai, saya juga sudah mengirim Surat ke Pemda dan Newmont,”ujar Bambang.

Seperti diketahui sebelumnya pihak Antam telah menyatakan tidak bersedia ikut konsorsium karena porsi yang diberikan tidak sesuai dengan rencana bisnis perusahaan. Antam menghendaki pembagian saham untuk keseluruhan 31% masing-masing15,5% dengan pihak Pemerintah Daerah. Sementara pihak Pemda bersikukuh untuk memberikan masing-masing 37,5% kepada PT. Multi Capital dan PT. Aneka Tambang,Tbk.Karena Pemda tetap pada keputusannya maka pihak Antam menyatakan mundur.

Setelah menyatakan mundur, perusahaan tambang plat merah ini mengirim surat ke Meneg BUMN yang menyatakan bahwa meski pihaknya berminat tetapi karena tidak sesuai dengan strategi bisnis perseroan, perusahaan akhirnya menyatakan mundur. Namun sampai tanggal 12 November surat dari Menteri Keuangan belum diterima oleh pihak Newmont maupun Pemerintah Daerah.

Ini yang menjadi alasan dalam pertemuan tanggal 12 November di Kantor Dirjen Minerba Pabum, Jl. Soepono Mo. 10 memutuskan untuk menunda penandatanganan SPA sampai tanggal 23 November.

Selanjutnya dalam pertemuan di Kantor Meneg BUMN, kemarin, Selasa, 17 November Antam kembali didorong untuk terlibat dalam pembelian saham divestasi Newmont. Dan kemudian dilajutkan hari ini di Kantor Dirjen Minerba Pabum, pihak Antam bertemu dengan Pemda. Karena tidak mencapai kata sepakat akhirnya Antam kembali menyatakan tidak masuk dalam konsorsium pembelian saham divestasi.

Sehingga kini saham 14% resmi milik PT. Multi Daerah Bersaing. Setelah SPA-nya ditandatangani, pihak MDB tingga membayar US$ 493,64 juta kepada pihak pemegang saham asing, Newmont Indonesia Limited (NIL) dan Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini