Arsip Blog

Minggu, 15 November 2009

sinetron badut: pisah jalan itu BIASA ...barengan lage AKH

15/11/2009 - 17:00
Pemda Belum Tahu Antam Masih Minat atau Tidak
Makarius Paru


(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta- Juru Bicara Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) Andi Hadianto mengungkapkan, Pemda belum mendapat kabar apakah PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih memiliki minat atau tidak.

"Sampai saat ini kami (Pemda) belum mengetahui apakah Antam masih berminat masuk konsorsium atau tidak," kata Andi yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing (DMB), ketika dihubungi INILAH.COM, Minggu (15/11).

Namun, Andi melanjutkan, pihaknya bersedia untuk melakukan pembahasan lagi dengan pihak Antam ataupun perwakilan pemerintah pusat lainnya. "Intinya masih ada peluang bagi Antam untuk jadi konsorsium lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary Antam Bimo Budisatrio mengatakan, pihaknya masih memiliki keinginan untuk masuk dalam konsorsium tersebut. Namun, tetap dengan pembagian porsi saham sesuai dengan rencana awal yaitu 15,5%. [mre/hid]

[ Sabtu, 14 November 2009 ]
Ingin Stand Alone, Antam Tolak Kongsi dengan Bakrie
JAKARTA - Kesempatan PT Aneka Tambang (Antam) untuk masuk dalam perburuan divestasi saham Newmont Nusa Tenggara (NNT) kembali terbuka. Ini setelah dukungan ke perusahaan tambang pelat merah itu menguat. Selain Kementerian BUMN yang ngotot agar Antam ikut masuk lagi, Menteri Koordinasi Perekonomian pun menyatakan dukungan ke Antam.

Deputi Menko Perekonomian Bidang ESDM dan Kehutanan Wimpy S. Tjetjep mengatakan, pemerintah tetap mendorong Antam iktu serta dalam divestasi. ''Sekarang, kita (pikir) lebih bagus, kan sangat cantik kalau semua pihak masuk dalam konsorsium,'' ujarnya di Kantor Menko Perekonomian kemarin (13/11).

Wimpy mengakui, mundurnya penandatanganan perjanjian jual beli (sales purchase agreement/SPA) saham divestasi Newmont, tidak hanya karena menunggu surat keputusan Menteri Keuangan (Menkeu), tapi juga untuk memberi kesempatan agar Antam kembali bernegosiasi dengan konsorsium Pemda NTB dan Multicapital. ''Pengunduran ini untuk melihat lagi semua lebih jernih. Agar tercapai kesepakatan,'' katanya.

Bahkan, kata Wimpy, pihak Pemda pun tidak keberatan dengan keinginan Antam untuk mendapatkan separo dari 14 persen saham jatah divestasi 2008 dan 2009 senilai USD 492,8 juta. ''Bukan itu persoalannya, itu sudah clear,'' ujarnya.

Menurut dia, permasalahan sebetulnya adalah keinginan Antam untuk stand alone atau tidak masuk dalam konsorsium. Artinya, Antam sebenarnya ingin membeli 7 persen saham divestasi Newmont, tapi tidak bergabung dalam konsorsium Multi Daerah Bersaing, yang merupakan joint venture antara BUMD dengan Multicapital, anak perusahaan Group Bakrie. ''Saya tidak tahu alasannya, itu sudah b to b (business to business). Jadi, alasannya kini tinggal financing saja.''

Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pihaknya hanya sebatas mengkoordinasikan para pihak yang terlibat dalam proses divestasi Newmont. Terkait keinginan Menneg BUMN Mustafa Abubakar agar Antam tetap bisa diikutsertakan dalam proses divestasi, Hatta memandang sebagai hal yang wajar. ''Menneg BUMN memang minta Antam ikut berapa persen pun sahamnya,'' ucapnya. (owi/kim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini