Arsip Blog

Sabtu, 21 November 2009

pekan NYAMAN bumi

EKONOMI
21/11/2009 - 13:08
Eforia Newmont Angkat Pamor BUMI Sepekan
Asteria


(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Sepekan ini PT Bumi Resources (BUMI) berhasil membukukan kenaikan sebesar 15,3%. Hal ini dipicu merebaknya sentimen positif dari pembelian divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Eforia Newmont pacu penguatan saham BUMI(BUMI). Bahkan emiten batubara ini beberapa kali turut menginspirasi kenaikan saham grup Bakrie lainnya. Penguatan BUMI sudah terjadi di hari pertama perdagangan, Senin (16/11), dimana emiten ini naik Rp150 ke level Rp2.600. BUMI mendominasi penguatan bursa, dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun.

IHSG pun menguat 41,874 poin (1,73%) ke level 2.468,675. Naiknya harga minyak mentah ke level US$77,07 per barel, mengangkat saham sektor tambang sebesar 3,5%.

Harga minyak naik seiring ekspektasi pulihnya ekonomi berlanjut pada peningkatan permintaan energi. Selain adanya pernyataan bahwa OPEC belum berencana menaikkan produksi minyaknya.

Sentimen positif berasal dari perkembangan aksi korporasi perseroan, dimana PT Multicapital dikabarkan akan mengakuisisi 20% saham Pukuafu di NNT sehingga total kepemilikannya di NNT menjadi 51%. Demikian ungkap President Director PT Newmont Pacific Martiono Hadianto. Newmont Pacific adalah pemegang saham mayoritas NNT.

Seperti diketahui, dari 100% saham Newmont, 31% akan didivestasikan ke Pemerintah Indonesia, sementara 20% lainnya masih dimiliki PT Pukuafu. Kalau 20% saham dari Pukuafu berhasil diperoleh, maka Multi Capital akan menjadi operator proyek tambang Newmont.

BUMI pun menguat pasca Martiono Hadianto mengaku, telah menerima transfer dana akuisisi 10% saham NNT senilai US$ 391 juta dari BUMI. "Informasi yang saya dapat, merek transfer dari Bank Mandiri Singapura ke New York. Yang mentransfer adalah BUMI resources," ujarnya.

Namun, positifnya BUMI tidak berlangsung lama. Pada Selasa (17/11), BUMI turun Rp25 ke level Rp2.575.650. Koreksi BUMI menghambat pergerakan bursa. Terutama dengan nilai transaksi Rp910 miliar atau 20,9% dari total perdagangan.

Koreksi BUMI disebabkan adanya permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap manajemen BUMI tentang transfer dana sebesar US$ 391 juta kepada NNT. Kalau transfer ini dilakukan BUMI, maka manajemen sebaiknya segera memberikan keterbukaan informasi kepada publik agar tidak terjadi persepsi yang salah di pelaku pasar," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito

Belum adanya keterangan resmi dari perseroan, membuat pembelian saham Newmont ini belum bisa dikategorikan transaksi material, yaitu memenuhi 10% dari penghasilan atau 20% dari modal sendiri. Hal ini karena belum ada keterangan resmi dari perseroan.

Keesokan harinya, BUMI yang sempat melemah hingga sesi siang, berhasil rebound dan ditutup menguat Rp50 ke level Rp2.625. Emiten ini pun terus mendominasi bursa dengan nilai transaksi mencapai Rp885 miliar, atau 19,3% dari total perdagangan Rp 4,6 triliun. Penguatan BUMI membawa sentimen positif, sehingga saham lain di grupnya turut menarik diperdagangkan, seperti Henwa (DEWA) naik 8,04% dan PT Bakrie & Brothers (BNBR) naik 1,05%.

Shim Kong Wedbus, perusahaan investasi asal Taiwan membentuk aliansi strategis dengan Bumi Resources. Shin Kong berniat membiayai ekspansi Bumi di sektor pertambangan. Shin Kong akan memfasilitasi dan membantu kebutuhan pembiayaan Bumi.

Pada Kamis (19/11), BUMI ditutup flat di Rp2.625, setelah bergerak negatif menjelang penutupan. Emiten ini men-drive pergerakan bursa dengan nilai transaksi Rp579 miliar, atau 15,2% transaksi bursa.

Penguatan BUMI tertahan beberapa sentimen negatif, seperti memburuknya performa IHSG menyusul merosotnya bursa regional dan global serta pelemahan rupiah yang cukup tajam ke level 9525 per dolar AS. Demikian juga harga minyak mentah yang turun ke level US$79,52 per barel menekan sektor tambang sehingga turun 1,7%.

BUMI tidak mampu menguat, meskipun pihak manajemen dalam penjelasan tertulis yang dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), menyatakan tidak terlibat dalam perjanjian jual beli pada divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Ini berarti BUMI hanya memfasilitasi transaksi PT Multi Daerah Bersaing (MDB).

Namun, pada perdagangan hari terakhir pekan ini, BUMI melanjutkan laju penguatannya, naik Rp200 (7,62%) ke level Rp2.825. BUMI kembali menjadi penopang penguatan IHSG, dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,74 triliun, atau mengkontribusi 36,7% total perdagangan. Pasar terus memburu emiten batubara ini, menyusul beberapa kabar positif.

Salah satunya adalah kembali naiknya harga minyak di pasar Asia ke level US$77,8 per barel. Hal ini membuat sektor tambang memimpin penguatan bursa, dengan naik 2,7%. Sentimen positif lain adalah bertambahnya porsi kepemilikan saham BUMI menjadi lebih dari 99% dari sebelumnya 5% saham. Hal ini terjadi menyusul pengucuran dana pembeliaan saham Newmont US$391 juta. Meskipun perseroan belum mau memerinci detail sumber pendanaannya.[mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini