Arsip Blog

Selasa, 17 November 2009

sinetron badut: BAYAR TUNAI, beneran (9)

e-trading : Bakrie Akhirnya Bayar Lunas Ke Newmont

Grup Bakrie melalui anak perusahaannya PT Multi Daerah Bersaing (MDB) akhirnya menuntaskan transaksi 10% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$391 juta. Sementara itu pemerintah akan mempertemukan Pemda NTB dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk membahas kembali bagian porsi 14% saham perusahaan pemilik tambang batu hijau pekan Rabu ini.
Selasa, 17 November 2009 | 08:34

DIVESTASI NEWMONT

BUMI Bayar Lunas 10% Saham Newmont



JAKARTA. Satu tahap penjualan saham divestasi Newmont Nusa Tenggara (NNT) sudah selesai. Kemarin, PT Multi Daerah Bersaing menyetor uang pembayaran 10% saham NNT US$ 391 juta.

Presiden Direktur Newmont Pacific Nusantara, Martiono Hadianto, mengaku sudah menerima bukti bahwa Multi Daerah telah mentransfer uang ke rekening Newmont International Limited (NIL) di Citibank, New York, rekening milik Nusa Tenggara Mining Company (NTMC) di Mitsui Bank, Jepang. Keduanya adalah pemilik NNT.

Martiono bilang, uang itu dikirim dari Bank Mandiri Singapura. Si pengirim adalah PT Bumi Resources (BUMI). "Bukti setor sudah kami terima. Hasil kliring baru bisa diketahui Selasa (17/11)," ujarnya, kemarin. Dus, setelah ini, Newmont akan segera menyerahkan 10% saham NNT kepada Multi Daerah Bersaing.

Multi Daerah adalah konsorsium pembeli 10% saham NNT. Pemilik perusahaan ini ada dua, PT Daerah Maju Bersaing, serta anak usaha Grup Bakrie, PT Multicapital.

Daerah Maju Bersaing merupakan perusahaan patungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Sumbawa Barat. "Ini menjadi bukti keseriusan kami mengakuisisi saham NNT," kata Andi Hadiyanto, Direktur Utama Daerah Maju.

Catatan saja, 10% saham NNT ini merupakan porsi divestasi periode 2006-2007. Setelah itu, Newmont masih harus menjual 14% saham NNT sebagai porsi divestasi periode 2008-2009, dan 7% porsi tahun 2010. Jadi, total saham divestasi NNT 31%. "Kami menunggu keputusan pemerintah pusat," kata Martiono.

Sebelumnya, Multi Daerah berniat membeli juga 14% saham tersebut. Belakangan, PT Aneka Tambang TBk (Antam) ingin masuk sebagai pembeli tunggal. Kepastian soal pembelian itu akan diumumkan 23 November nanti.



Fitri Nur Arifenie KONTAN

Selasa, 17/11/2009 02:10 WIB

Bakrie akhirnya bayar lunas ke Newmont
Pemda NTB & Antam kembali dipertemukan

oleh :

JAKARTA: Grup Bakrie melalui anak perusahaannya PT Multi Daerah Bersaing (MDB) akhirnya menuntaskan transaksi 10% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$391 juta.



Sementara itu, pemerintah kembali akan mempertemukan Pemda Nusa Tenggara Barat dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk membahas kembali pembagian porsi 14% saham perusahaan pemilik tambang Batu Hijau Rabu pekan ini.



Proses transaksi saham hak pemerintah pusat itu diharapkan tuntas sebelum 23 November.



Presdir NNT Martiono Hadianto membenarkan pihak MDB telah menunjukkan bukti perintah transfer dari Bumi Resources kepada Bank Mandiri Singapura senilai US$391 juta pada pukul 15.05 WIB atau pukul 03.00 waktu New York.



"Itu masih dalam bentuk bukti perintah transfer. Dalam ketentuan di SPA [sales and purchase agreement], bukti itu dinyatakan bayar bila dananya sudah diterima di rekening NIL dan NTMC. Jadi kami [Newmont] masih menunggu konfirmasi dari City Bank New York hingga pukul 20.00 WIB dan Mitsui Bank Tokyo hingga pukul 07.00 WIB besok [hari ini]," ujarnya kemarin.



Proses transaksi antara MDB dan Newmont untuk divestasi 2006-2007 berlangsung cukup dramatis itu dimulai ketika kuasa hukum perusahaan patungan Pemda Nusa Tenggara Barat dan PT Multi Capital Indonesia (Bakrie) dari Aji Wijaya, Sunarto, Yudo & Co mendatangi kantor Newmont di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pukul 13.00 WIB.



Setelah proses verifikasi semua berkas untuk kepentingan transaksi tuntas, kuasa hukum MDB itu kemudian menyerahkan bukti surat perintah Bumi Resources kepada Bank Mandiri Singapura untuk membayarkan saham senilai US$391 juta kepada rekening pemegang saham Newmont.



Rekening Newmont Indonesia Limited (NIL) melalui City Bank New York dan Nusa Tenggara Mining Corp (NTMC), grup Sumitomo, melalui Mitsui Bank Tokyo.



Tepat pada pukul 21.45 WIB, Newmont menyatakan dana dari Bumi itu telah masuk ke rekening mereka. Dari total pembayaran senilai US$391 juta itu, NIL akan mendapatkan porsi dana sebesar 56%, sedangkan sisanya 44% masuk ke rekening NTMC.



Berkaitan dengan sumber pendanaan Bakrie yang berasal dari Bumi Resources, Martiono tidak mempersoalkannya. "Dalam putusan arbitrase kan sudah jelas, baik Newmont maupun pemerintah tidak perlu tahu soal dana pembeliannya dari mana. Kami patuh dengan itu."



"Alhamdulillah, MDB [Multi Daerah Bersaing] resmi sebagai pemegang saham Newmont. Surat-surat saham juga telah resmi diterima MDB," ujar Dirut PT Daerah Maju Bersaing-perusda milik Pemda NTB Andy Hadianto. Dia juga menginformasikan dana dari Bumi telah masuk ke rekening pemegang saham Newmont.



Antam tetap masuk



Sehubungan dengan penyelesaian divestasi 14% saham yang menjadi hak pemerintah pusat, Menko Perekonomian Hatta Rajasa perlu mengadakan rapat koordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, Meneg BUMN Mustafa Abubakar dan Dirjen Minerbapabum Bambang Setiawan, kemarin malam.



Berkaitan dengan hasil rakor, Hatta mengharapkan Pemda NTB dan Antam segera bertemu untuk kembali membahas soal divestasi 14% saham perusahaan tambang itu.



"Kami minta kedua belah pihak ada titik temu. Kami juga minta Antam bisa ikut dalam divestasi tersebut," harapnya.



Namun, dia menegaskan, pemerintah tetap menjaga proses perundingan divestasi 14% saham itu berjalan dengan benar, akuntabilitasnya terjaga serta tetap terjaganya iklim investasi selain tetap menganut skema business to business.



Dalam rangka keikutsertaan Antam pada divestasi saham yang menjadi porsi pemerintah pusat, Menkeu telah mengeluarkan surat No. S-683.1/MK.06/ 2009. Surat tertanggal 9 November itu menyebutkan Menkeu setuju Antam diberi kesempatan membeli saham Newmont.



Surat sejenis juga dikeluarkan Meneg BUMN dan ditujukan kepada Menteri ESDM.



"Pemda dan Antam akan bertemu segera [Rabu, 18 November]. Masih ada ruang untuk berunding. Diharapkan Jumat sudah jelas semua," ujar Meneg BUMN Mustafa Abubakar. (M. Munir Haikal) (agust.supriadi@bisnis. co.id/ibeth.nurbaiti@bisnis.co.id)



Oleh Agust Supriadi & Nurbaiti



Bisnis Indonesia

bisnis.com



DIRUT PT DAERAH MAJU BERSAING ANDY HADIANTO, Bakrie Siap Bayar Newmont
16/11/2009 23:58:54 WIB
Oleh Alexander Yopi

JAKARTA, INVESTOR DAILY
Grup Bakrie melalui anak usahanya, PT Multi Capital, akan membayar 10% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$ 391 juta sesuai perjanjian yang telah disepakati. Multi Capital dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak akan merundingkan kembali harga saham divestasi NNT periode 2006 dan 2007.

Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing (MDB) Andy Hadianto mengatakan, pihaknya siap membayar 10% saham divestasi sesuai harga yang sudah disepakati dengan Newmont Indonesia Limited (NIL) dan Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC) selaku pemegang 80% saham NNT.

Pembayaran akan dilakukan PT Multi Daerah Bersaing (MDB), konsorsium bentukan PT Multi Capital dan DMB. DMB adalah perusahaan daerah tiga pemda, yaitu Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat, dan Pemkab Sumbawa.

“Soal harga sudah final, tidak ada negosiasi lagi. Pembayaran mengacu pada akta jual beli (share sales agreement/SSA) yang diteken oleh NIL dan NTMC dengan MDB di Jakarta, pada 6 November 2009,” ujar Andy kepada Investor Daily saat dihubungi di Mataram, Sabtu (14/11).

Andy menambahkan, pembayaran tersebut dilaksanakan dua hari kerja, setelah ada pemberitahuan resmi tentang persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (ESDM), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kemudian dilaporkan ke Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Pemberitahuan itu baru diterima PT MDB dari NIL dan NTMC pada pukul 16.33 WIB, Jumat (13/11), sore,” jelas dia.

Berdasarkan SSA, pemberitahuan yang disampaikan di atas pukul 16.00 WIB dianggap diterima pada hari kerja berikutnya. “Karena bertetapan dengan hari libur, interpretasi kami, penyelesaian transaksi dilakukan dua hari kerja setelah Senin. Artinya, Senin konfirmasi protokoler pembayaran, dan Selasa penuntasan pembayaran,” kata Andy.

Di tempat terpisah, Dirut Multi Capital YA Didik Cahyanto mengatakan, pihaknya siap menuntaskan pembayaran saham divestasi 10% senilai US$ 391 juta itu sesuai jadwal. “Kami ikuti jadwal saja. Tidak ada masalah dengan pendanaan,” ujar dia.

Sebelumnya, Authorized Representative NIL Alan Blank dan NTMC Toru Tokuhisa dalam surat bernomor 117/ARB-NIL/XI/2009 kepada Dirut MDB YA Didik Cahyanto Kamis (12/11), mengingatkan manajemen MDB soal kewajiban perusahaan tersebut untuk membayar 10% saham NNT setelah terbit verifikasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kamis (11/11), Direktur Aplikasi BKPM Lestari Indah menerbitkan verifikasi yang menyetujui perubahan penyertaan dalam modal PT NNT. Surat itu menyatakan, penyertaan modal NNT semula adalah NIL Amerika Serikat sebanyak US$ 360 juta, NTMC (Sumitomo Jepang) US$ 280 Juta, dan perusahaan nasional PT Pukuafu Indah sebanyakUS$ 169 juta berubah menjadi NIL US$ 269 juta, NTMC US$ 209 juta, Pukuafu US$ 136,68 juta, dan masuk perusahaan nasional PT MDB sebanyak US$ 68,34 juta.

NIL dan NTMC mengingatkan MDB bahwa pembayaran saham harus dilakukan pada Senin (16/11) maksimum pukul 17.00 WIB. NIL dan NTMC telah membuka akun di Bank New York untuk pembayaran saham dari MDB.

Bila MDB gagal melunasi kewajibannya, NIL dan NTMC berhak menjual saham itu kepada pihak lain. Sesuai kontrak karya Desember 1986, bila pemerintah daerah tak sanggup membeli, NNT berhak menentukan pembeli selanjutnya dengan pendekatan bisnis (business to business).

Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM Bambang Setiawan mengatakan, mekanisme dan kesepakatan pembayaran saham divestasi 10% itu merupakan persetujuan bisnis dua pihak.

“Kami hanya berkewajiban menyetujui dan memberikan rekomendasi administratif soal pelepasan saham, perubahan komposisi pemegang saham di NNT, sehingga pembayaran saham itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Jika terjadi gagal bayar (default) dalam transaksi tersebut, Departemen ESDM akan mengkaji detail persoalan. Proses lanjutan dikembalikan pada ketentuan kontrak karya. “Kami harapkan proses pengalihan dan pembayaran saham divestasi 10% itu berlangsung lancar, tanpa ada masalah,” katanya.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Priagung Rakhmanto menilai, MDB mampu membayar saham divestasi NNT tepat pada waktunya. “Risikonya sangat besar kalau default, pasti Multi Capital akan menyelesaikan dengan baik,” ujar dia.

Sumber Investor Daily menyebutkan, hari ini, NNT akan mengundang manajemen MDB. Setelah pukul 17.00 WIB, manajemen NNT akan mengumumkannya.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama NNT Martiono Hadianto belum bisa diminta konfirmasinya. Sementara itu, juru bicara NNT Rubi Wrapasta Purnomo menjelaskan, kedua pihak sudah mendandatangani SSA. “Tapi saya tidak hafal isinya. Kita tunggu besok ya,” kilah dia.

Kepentingan Nasional

Direktur Utama DMB Andy Hadianto juga mengungkapkan, pemda NTB berharap dapat memiliki 31% saham NNT periode divestasi 2006-2010. Dengan kepemilikan saham dalam porsi besar ditambah dengan 20% saham yang dimiliki PT Pukuafu Indah, kepentingan nasional di NNT dapat diakomodasi.

“Dividen NNT yang diterima asing sangat besar dan tanggung jawab sosial perusahaan relatif kecil. Dengan masuknya nasional menguasai 51% saham NNT. Kini saatnya kepentingan nasional dapat menikmati tambang Batu Hijau,” ujar Andy.

Sebelum kesepakatan SSA antara NIL dan NTMC dengan MDB diteken Jumat (6/11), saham NNT dikuasai oleh Nusa Tenggara Partnership (NTP) sebanyak 80% dan Pukuafu sebanyak 20%. NTMC menguasai 43,7% saham NTP dan NIL sebanyak 56,3%.

Sebelumnya, Pemda NTB hampir menyepakati kerja sama dengan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk untuk berbagi saham divestasi NNT 2006-2010. Namun, rencana itu urung terlaksana karena Antam tiba-tiba mundur dari rencana semula.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pengunduran diri Antam tidak menafikan peran pemda NTB sebagai pembeli saham divestasi NNT.

Dokumen risalah rapat pembahasan divestasi NNT antara pemda NTB dan Antam pada Rabu (11/11), Dirut Antam Alwin Syah Loebis dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi bersepakat soal pembelian saham NNT. Ada empat poin yang menjadi kesimpulan rapat tersebut, yaitu Antam berminat membeli saham divestasi NNT sebanyak 31% bersama pemda NTB dengan skema 50%:50%.

Di sisi lain, pemda NTB menawarkan skema 37,5% untuk Antam, 37,5% untuk Multi Capital, dan 25% untuk pemda NTB. Para pihak juga saling memahami kepentingan strategis tersebut yang berujung pada kesepakatan bahwa Antam tidak jadi ikut membeli saham divestasi NNT dan menghargai keputusan yang ditetapkan pemda bahwa pemda membeli seluruh saham divestasi 2008 dan 2009.

Pada Rabu (11/11) sore, Alwin mengirim surat kepada Menneg BUMN Mustafa Abubakar. Kepada Menneg BUMN, Alwin menyatakan, Pemda NTB enggan menerima usulan Antam. Perusahaan pelat merah itu menghendaki untuk mendapatkan 15,5% saham (50%) dari keseluruhan divestasi NNT 2006 dan 2010 sebesar 31%. “Namun usulan kami tersebut tidak dapat diterima oleh pemda NTB,” tulis Alwin dalam suratnya.

Alwin menghargai penawaran pemda NTB tersebut. Namun, tulis dia, skema pembelian yang ditawarkan oleh pemda NTB itu tidak sejalan dengan strategi investasi Antam di NNT dan rencana pertumbuhan Antam untuk menjadi perusahan tambang kelas dunia. Karena itu, “Kami memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam konsorsium pemda NTB untuk pembelian saham divestasi NNT dengan skema tersebut,” tulis Alwin. (c136)
Daerah Bayar Lunas 10 Persen Saham Newmont
Senin, 16 November 2009 | 23:16 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram - PT Multi Daerah Bersaing (MDB) sudah melunasi kewajibannya membayar seluruh harga 10 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) jatah divestasi 2006-2007 senilai US$ 391 juta. "Sudah dilakukan pembayaran secara tunai dan sekaligus," ujar Kuasa Pemerintah Daerah (Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat, pemkab Sumbawa) Andy Hadianto, melalui pesan singkatnya kepada Tempo, Senin (16/11).

Menurut dia, penyelesaian harga saham tersebut dilakukan melalui rekening MDB di Bank Mandiri Singapura pukul 14.45 ke rekening Newmont Indonesia Ltd (NIL), dan Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC-Sumitomo). "Uang telah terbang ke rekening NIL dan NTMC, yang karena ada perbedaan waktu mereka mau cek ke bank mereka," ucapnya.

Jumlah pembayaran sebesar US$ 391 juta itu telah dilunasi secara tunai dan sekaligus sebagai bukti komitmen dan itikad baik MDB dan pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan pembelian 10 persen saham divestasi tersebut. Saat ini, pemerintah setempat bersama mitranya siap pula untuk segera menyelesaikan divestasi 14 persen.

SUPRIYANTHO KHAFID

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini