Arsip Blog

Senin, 16 November 2009

bandar bermain, investor KEGELIAN donk

16/11/2009 - 10:09
Irwan Ibrahim
‘Long Term Buy’ untuk BUMI!

INILAH.COM, Jakarta – Tren penguatan harga batu bara diprediksikan mendongkrak saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Senin (16/11). Untuk jangka panjang, rekomendasi buy untuk BUMI.

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan, BUMI berpeluang menguat karena mendapat sentimen positif dari tren naiknya harga batu bara saat ini yang bergerak pada level US$70-77 per metrik ton. Selain itu, BUMI juga mendapat sentimen positif dari sektor tambang, terkait aksi PT Adaro Energy (ADRO) yang listing obligasi di Singapura.

Hal ini berpengaruh positif bagi sektor pertambangan termasuk saham sejuta umat ini.

“BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.500-2.700 dan Rp2.400 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Jumat (13/11) pekan lalu, saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,08%) menjadi Rp2.450, dengan intraday Rp2.475 dan Rp2.350. Volume transaksi mencapai 216,7 juta unit saham, senilai Rp525,4 miliar dan frekuensi 5,763 kali. Berikut wawancara lengkapnya:

Bagaimana pergerakan saham BUMI mengawali pekan ini?

Saya kira BUMI akan melanjutkan penguatan karena mendapat sentimen positif dari tren naiknya harga batu bara yang saat ini bergerak pada level US$70-77 per metrik ton. Meski saat ini harga batu bara masih stabil, tren pergerakannya naik menjelang akhir tahun.

BUMI juga mendapat sentimen positif dari sektornya menyusul PT Adaro Energy (ADRO) yang listing obligasinya di Singapura. Hal ini berpengaruh positif bagi sektor pertambangan termasuk saham BUMI.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.500-2.700 dan Rp2.400 sebagai level support-nya.

Bagaimana dengan sentimen aksi korporasi BUMI?

Sentimen dari aksi koporasi BUMI sendiri sepertinya belum ada yang berpengaruh signifikan pada pergerakan sahamnya. Karena, semua aksi korporasi termasuk penerbitan obligasi senilai US$300 juta untuk divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sudah diserap oleh pasar.

Di sisi lain peluang PT Antam (ANTM) untuk kembali masuk ke dalam konsorsium divestasi NNT tidak akan berpengaruh pada pergerakan BUMI hari ini. Menurut saya, Antam merupakan salah satu perusahaan BUMN, sehingga tidak mungkin menarik kembali keputusannya yang sudah menyatakan mundur dari konsorsium. Lagian mungkin Antam juga tidak memiliki cashflow untuk membiayai divetasi sebesar itu.

Bagaimana dengan sentimen market?

Pergerakan bursa regional saat ini masih konsolidasi karena mendekati akhir tahun. Secara historis, market internasional tidak bergerak jauh dua bulan di akhir tahun. IHSG sendiri level 2.400 menjadi level support kuatnya saat ini.

Namun, BUMI pada kuartal pertama 2010 ditargetkan di level Rp5.000 dan Rp3.700 di akhir 2009 seiring tren penguatan harga batu bara itu. Selama harga komoditas naik terus hingga akhir tahun, saham pertambangan termasuk BUMI naik juga.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?






Perlu diketahui pergerakan bursa 85% dimainkan bandar


Saya rekomendasikan long term buy untuk BUMI. Saat ini, sebaiknya jangan trading jangka pendek. Saat harga BUMI berada di level bawah seperti sekarang dan pergerakannya tipis, menandakan bandar sedang mengoleksi saham ini. Karena bandar tidak mungkin mendongkrak BUMI langsung tinggi dalam sepekan. Perlu diketahui pergerakan bursa 85% dimainkan bandar. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini