Arsip Blog

Rabu, 18 November 2009

sesi 01 181109, saat bumi terendam BANJIR SAHAM UNGGULAN...

EKONOMI
18/11/2009 - 12:51
IHSG Siang Menguat
Saham Unggulan Redam BUMI
Ahmad Munjin & Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Penguatan saham-saham unggulan berhasil mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu (18/11) sesi pertama. Koreksi saham BUMI menahan laju pergerakan bursa.
Pada perdagangan Rabu (18/11) sesi siang, IHSG  naik tipis 1,93 poin (0,07%) ke level 2.475,72 dan indeks saham unggulan LQ45  naik 0,578 poin (0,12%) ke level 489.69.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi 2.890 juta lembar saham, senilai Rp 1,857 triliun dan frekuensi 47.867 kali. Sebanyak 64 saham menguat, 72 melemah, dan 86 stagnan.
Hampir semua sektor menguat, dengan industri dasar memimpin kenaikan sebesar 0,8%, disusul sektor infrastruktur yang naik 0,6%, manufaktur dan tambang 0,3%, industri dasar 0,08%, dan konsumsi 0,06%. Sedangkan beberapa sektor lain yang melemah antara lain perdagangan, perkebunan, properti dan finansial.
Penguatan bursa disokong oleh saham-saham unggulan seperti Adaro (ADRO) yang naik Rp20 ke level Rp1720, Astra International (ASII) yang naik Rp 50 menjadi Rp 33.700, dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang naik Rp75 ke Rp3.850. Emiten-emiten ini menjadi penggerak pasar dengan nilai transaksi masing-masing Rp153 miliar, Rp136 miliar dan Rp119 miliar.
Namun, saham Bumi Resources (BUMI) yang turun Rp 50 menjadi Rp 2.525, menahan penguatan bursa lebih lanjut. Apalagi BUMI masih mendominasi dengan nilai transaksi Rp234 miliar, atau 12,6% total perdagangan siang ini.
Analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono memperkirakan, IHSG hingga penutupan sore nanti akan melemah, seiring aksi profit taking jangka pendek pelaku pasar. “Indeks akan mengarah ke level support 2.450-2.440 dan 2.465-2.470 sebagai levelresistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (18/11).
Menurutnya, indikasi pelemahan indeks sebenarnya sudah terlihat sejak perdagangan kemarin, menyusul penguatan indeks empat hari berturut-turut yang cukup tinggi. Kondisi ini memicu profit taking jangka pendek pada bursa.
Meski hari ini melemah, namun tren pergerakan IHSG masih bullish, terutama jika melihat pergerakan pekan lalu yang menembus 2.400. “Artinya, sejak indeks menembus level tersebut tren pergerakannya menguat,” ulasnya.
Purwoko menambahkan, sentimen market global dan regional, seharusnya memicu penguatan indeks. Apalagi, harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di level US$79 per barel  juga turut menopang terangkatnya indeks. “Tren ini juga ditopang oleh sentimen positif dari keputusan para kepala negara yang tergabung dalam APEC untuk mempertahankan program stimulus,” imbuhnya.
Saham-saham pilihannya di sektor komoditas adalah PT Aneka Tambang (ANTM), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan PT Adaro Energy (ADRO). “Saya rekomendasikantrading buy untuk saham-saham tersebut,” ungkapnya.
Untuk sektor perbankan direkomendasikan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dan PT Bank Mandiri (BMRI). “Buy on weakness untuk kedua saham itu,” pungkasnya.
Henan Putihrai Securites mengatakan, indeks hari ini kemungkinan akan bergerakmixed. Melemahnya nilai tukar rupiah ditenah minimnya insentif yang ada diperkirakan akan membuat investor melakukan aksi wait and see. “Indeks hari ini kemungkinan akan bergerak pada kisaran 2.448/2.461 – 2.487/2.500,”katanya dalam riset Rabu (18/11).
Dari sisi teknikal, khususnya dengan menggunakan candlestick chart, indeks kembali pada pola spinning tops. Secara teoritis pola ini mengindikasikan neutral lines. Jika indeks hari ini benar-benar melemah maka target penurunannya adalah level 2427. “Namun bila indeks sanggup bertahan, maka target kenaikannya adalah resistance I dan II hari ini,” ujarnya. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini