Arsip Blog

Jumat, 08 Januari 2010

uda lewat dah... 3000 MELOTOT ke bumi : 080110

08/01/2010 - 09:10
Nico Simatupang
Trading Buy untuk BUMI

INILAH.COM, Jakarta – Rencana rights issue beberapa emiten di Grup Bakrie diprediksikan mengangkat saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Jumat (8/1). Trading buy untuk BUMI!
Nico Simatupang, analis investasi PT GMT Aset Manajemen mengatakan penguatan BUMI hari ini lebih karena faktor aksi korporasi di Bakrie Group yang akan melakukan rights issue.
Meski kemarin saham sejuta umat ini terkoreksi, tren pergerakannya masih menunjukkan penguatan. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.800 dan Rp2.600 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dariINILAH.COM, di Jakarta.


Pada perdagangan Kamis (7/1) saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,81%) menjadi Rp2.700, dengan intraday Rp2.800 dan Rp2.675. Volume transaksi mencapai 273,9 juta unit saham senilai Rp750,6 miliar dan frekuensi 6.366 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana prediksi pergerakan saham BUMI akhir pekan ini?

Saya kira masih menguat. Ini lebih karena faktor aksi korporasi di Bakrie Group, di mana beberapa emiten di grupnya akan melakukan rights issue. Meski kemarin saham ini terkoreksi, tren pergerakannya masih menunjukkan penguatan.

Menjelang rights issue, biasanya suatu saham terkoreksi karena pelaku pasar mengkhawatirkan saham yang dimilikinya akan terdilusi. Tapi, hal ini tidak terjadi pada Grup Bakrie. Menjelang rights issue, saham di grup ini justru dikerek naik oleh pihak yang berkepentingan. Tujuannya, agar harga saham yang di-rights issue-kan nantinya menjadi menarik bagi investor. Karena itulah, saham BUMI pun terbawa arus menguat.

Akan begerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.800 dan Rp2.600 sebagai level support-nya.

Apakah sentimen harga minyak yang tembus US$83 per barel juga mendukung BUMI?

Iya, itu juga mendukung kenaikan BUMI. Kenaikan harga minyak dipicu tren koreksi dolar AS. Begitu juga dengan harga batu bara, crude palm oil (CPO), nikel, dan timah. Harga batu bara saat ini berada di level US$84 per metrik ton jika mengacu pada harga di New Castle Coal Index. Harga CPO naik ke level RM 2.580 per ton. Begitu juga dengan nikel dan timah yang sama-sama mengalami kenaikan.

Penguatan harga minyak mentah dunia saat ini sudah memiliki fundamentalnya. Sebab, penguatannya sudah diwarnai oleh faktor demand yang riil. Meskipun, di AS sendiri penguatan harga minyak belum riil. Hal ini dapat dilihat dari oil invetory AS yang justru naik 1,3 juta barel.

Jadi, dari sisi demand, kadang ada dan kadang juga tidak ada. Sehingga belum bisa dipastikan bisa mengerek naik harga minyak di AS. Untuk AS, kenaikan harga minyak saat ini ke level US$82 per barel lebih karena faktor pelemahan dolar AS.

Pada saat yang sama para hedge fund melakukan lindung nilai terhadap komoditas sehingga harganya secara otomatis terkerek naik. Ini tentu sangat positif bagi saham pertambangan seperti BUMI.

Mana yang paling besar pengaruh positifnya antara kenaikan harga minyak dengan rencana rights issue di grupnya?

Pengaruh positif dari rencana rights issue lebih besar dari pada pengaruh dari penguatan harga komoditas. Sebab, jika melihat kenaikan harga saham di sektor komoditas lain tidak setinggi kenaikan saham BUMI.

Bagaimana dengan rencana perseroan yang akan membangun overland conveyor belt?

Itu baru berpengaruh positif dalam jangkan panjang. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi rantai pengiriman batubara. Tapi, ini kan baru wacana dan keinginan. Pembangunan itu merupakan rencana jangka panjang dan belum terealisasi saat ini. Karena itu, pengaruh positifnya tidak akan terefleksi pada pergerakan saham ini sekarang.

Terkait rencana tersebut, BUMI harus menganggarkan dana sebesar US$30 juta untuk membangun alat sepanjang 30 km yang membentang dari lokasi tambang PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia menuju pelabuhan.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan trading buy untuk BUMI. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini