Arsip Blog

Jumat, 22 Januari 2010

ga ngefek, tapi kejebur dah ... 220110

22/01/2010 - 10:01
Gina Novrina Nasution
Rapat CIC-Bakrie Tak Pengaruhi BUMI

Gina Novrina Nasution
INILAH.COM, Jakarta – Rapat CIC dengan Group Bakrie kemarin dinilai tak berpengaruh pada laju saham BUMI akhir pekan ini. Tapi secara teknis, anak usaha Bakrie ini masih berpeluang naik. Rekomendasi hold.

Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities memperkirakan saham PT Bumi Resources (BUMI) akan mengalami penguatan teknis. Sebab, secara umum belum ada sentimen yang bisa menopang pegerakannya.

Bahkan, rapat kemarin antara China Invesment Corporation (CIC) dengan Grup Bakrie pun dinilainya tidak berpengaruh apa-apa. “Titik support di level Rp2.675 sangat kuat sehingga hari ini berpotensi menguat ke level resistance Rp2.800,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Kamis (21/1) saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,80%) menjadi Rp2.725, dengan intraday Rp2.825 dan Rp2.675. Sedangkan volume transaksi mencapai 236,5 juta unit saham senilai Rp647,9 miliar dan frekuensi 5.686 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah dua hari terkoreksi, apakah BUMI berpeluang rebound akhir pekan ini?

Secara teknikal, BUMI berpeluang menguat, karena dua hari kemarin mengalami pelemahan berturut-turut. Tapi, dari sisi sentimen market, saham sejuta umat ini sangat tergantung pada pergerakan bursa regional, terutama Hang Seng.

Pada perdagangan kemarin pun, meski bursa Eropa positif, tapi Shanghai dan IHSG terkoreksi. Selain karena faktor profit taking, juga kenaikan indeks sudah cukup tinggi sehingga terjadi jenuh beli (overbouhgt).

Meski kemarin China mencatatkan pertumbuhan 2009 di atas ekspektasi di level 8,7%, tapi prediksi pertumbuhan untuk tahun ini akan lebih rendah. Karena itu, sentimennya menjadi negatif terhadap BUMI dari sisi market.

Bagaimana dengan koreksi harga minyak ke US$75 per barel ?
Minyak akan menjadi sentimen positif jika harga minyak mentah dunia menguat kembali ke level US$80 per barel , didukung penguatan harga batu bara. Semua itu akan mendorong penguatan BUMI lebih jauh. Tapi, untuk saat ini, BUMI lebih terpengaruh oleh regional.

Lalu, seperti apa sentimen dari BUMI yang mencatat pertumbuhan penjualan batubara 12,81% dan produksi batubara yang naik 6,89% sepanjang 2009?
Seharusnya menjadi sentimen positif. Tapi, pelaku pasar saat ini lebih melihat bagaimana peluang penjualan dan produksi batu bara BUMI di 2010. Sedangkan dari sisi valuasi sejak 20 Desember 2009, saham ini mengalami penguatan berkelanjutan. Ini berarti, kalaupun hari ini terkoreksi sehingga genap menjadi tiga hari, sangat wajar. Tapi, secara teknikal tetap potensi penguatan masih ada.
Secara umum, sentimen positif untuk BUMI belum ada. Sekarang tinggal menuggu bagaimana pergerakan bursa regional saja. Regional sendiri saat ini masih mengkhawatirkan perekonomian yang belum pulih. Meskipun pulih terjadi perlambatan sehingga menjadi sentimen negatif dalam dua hari terakhir ini.
Bagaimana pengaruh dari rapat China Invesment Corporation (CIC) dengan Grup Bakrie kemarin?
Sangat tergantung pada hasil dari rapat tersebut. Salah satu pembicaraannya adalah soal konversi utang BUMI menjadi 10% saham baru melalui penawaran umum terbatas tanpa HMETD (hak memesan efek terlebih dahulu).. Kalau soal itu, konversi sudah diserap pasar. Kecuali, kalau rapat itu menghasilkan aksi korporasi yang baru. Hal itu pasti akan direspon pasar.
Saya justru mengharapkan rapat itu membahas proyek-proyek baru yang akan dilakukan di 2010. Itu pun proyeksinya harus berada di atas ekspektasi pasar seperti strategi baru dalam pengembangan usaha yang memang di luar pikiran pasar. Baru sentimennya akan sangat positif bagi BUMI.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Secara tren saham BUMI untuk jangka menengah masih akan menguat. Tapi, di tengah minimnya sentimen untuk jangka menengah, saya rekomendasikan hold. Untuk jangka pendek, 3-4 hari, BUMI masuk ke area bearish jika titik support di 2.675 bisa ditembus. [jin/ast]
22/01/2010 - 08:59
Secara Teknis, BUMI Masih Bertenaga
Ahmad Munjin


(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Di tengah minimnya sentimen, saham PT Bumi Resources (BUMI), Jumat (22/1) diprediksikan menguat seiring koreksi teknis dua hari terakhir. Rekomendasi hold BUMI.

Analis riset dari Reliance Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, potensi penguatan BUMI hari ini semata faktor teknikal setelah dua hari mengalami pelemahan berturut-turut.

“Titik support di level Rp2.675 sangat kuat sehingga hari ini berpotensi menguat ke level resistance Rp2.800,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (21/1) petang.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,80%) menjadi Rp2.725 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.775. Harga tertingginya mencapai Rp2.825 dan terendahnya Rp2.675. Sedangkan volume transaksi mencapai 236,5 juta unit saham senilai Rp647,9 miliar dan frekuensi 5.686 kali.

Namun, Gina mengatakan dari sisi sentimen market saham sejuta umat ini sangat tergantung pada pergerakan bursa regional terutama Hang Seng. Pada perdagangan kemarin pun, meski bursa Eropa positif, tapi bursa China dan IHSG terkoreksi.

“Selain itu juga karena faktor profit taking, serta kenaikan indeks yang sudah cukup tinggi sehingga terjadi jenuh beli (overbouhgt),” ujarnya.

China mencatatkan pertumbuhan 2009 di atas ekspektasi di level 8,7%, tapi prediksi untuk tahun ini, pertumbuhan ekonomi negara tirai bambu itu akan lebih rendah. “Karena itu, sentimennya menjadi negatif terhadap BUMI dari sisi market,” paparnya.

Kecuali, imbuhnya jika harga minyak mentah dunia menguat kembali ke level US$80 per barel dari saat ini di level US$77 yang didukung dengan penguatan harga batubara. Semua itu akan mendorong penguatan BUMI lebih jauh. “Tapi, untuk saat ini, BUMI lebih terpengaruh oleh regional,” timpalnya.

Sementara itu, menurutnya, sentimen dari BUMI yang mencatat pertumbuhan penjualan batubara sebesar 12,81% sepanjang 2009 dan produksi yang naik 6,89% seharusnya menjadi sentimen positif. “Tapi, pelaku pasar saat ini lebih melihat bagaimana peluang penjualan dan produksi batubara BUMI di 2010,” tukasnya.

Di sisi lain, dari sisi valuasi sejak 20 Desember 2009, saham sejuta umat ini mengalami penguatan berkelanjutan. Karena itu, kalaupun hari ini terjadi koreksi kembali sehingga genap menjadi tiga hari sangat wajar. “Tapi, secara teknikal tetap potensi penguatan masih ada,” tandasnya.

Secara umum, sentimen positif untuk BUMI belum ada, dan tinggal menunggu bagaimana pergerakan bursa regional saja. Regional sendiri saat ini masih mengkhawatirkan perekonomian yang belum pulih. “Meskipun pulih terjadi perlambatan sehingga menjadi sentimen negatif dalam dua hari terakhir ini,” imbuhnya.

Sementara itu, sentimen dari rapat China Invesment Corporation dengan Grup Bakrie kemarin menurutnya sangat tergantung pada hasil dari rapat tersebut. Salah satunya pembicaraan dalam rapat tersebut adalah soal konvesrsi utang BUMI.

“Kalau konversi sudah diserap pasar,” timpalnya. Kecuali, kalau rapat itu menghasilkan aksi korporasi yang baru. Hal itu dipastikan akan direspon oleh pasar.

Seperti diketahui, salah satu masalah yang dibahas dengan CIC adalah rencana perusahaan itu mengkonversi sejumlah pinjamannya ke BUMI menjadi 10% saham baru yang akan diterbitkan melalui penawaran umum terbatas tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Gina justru mengharapkan rapat itu membahas proyek-proyek baru yang akan dilakukan di 2010. Itu pun proyeksinya harus berada di atas ekspektasi pasar seperti strategi baru dalam pengembangan usaha di luar pikiran pasar. “Baru sentimennya akan sangat positif bagi BUMI,” tuturnya.

Secara tren, saham BUMI untuk jangka menengah masih akan menguat. Tapi, di tengah minimnya sentimen untuk jangka menengah, Gina merekomendasikan hold. “Untuk jangka pendek, 3-4 hari, BUMI masuk ke area bearish jika titik support di 2.675 bisa ditembus,” pungkasnya. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini