Arsip Blog

Rabu, 06 Januari 2010

analis pro berekspektasi up-trend di bumi ... 060110

06/01/2010 - 10:01
Muhammad Alfatih
BUMI, Waspadai Level Rp2.600

Muhammad Alfatih
(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Banyak faktor positif yang akan mendongkrak saham BUMI pada Rabu (6/1). Namun, untuk menjadi up-trend, ada beberapa level resistance yang harus dilampaui.
Muhammad Alfatih, analis BNI Securities mengatakan potensi penguatan saham BUMI hari ini karena beberapa faktor. Salah satunya adalah harapan investor atas saham sejuta umat ini, seiring kenaikan harga minyak dunia ke level US$81 per barel .


Namun, untuk jangka menengah, kenaikan BUMI masih perlu diwaspadai karena emiten ini ternyata masih berada dalam down trend. Meksipun dua pekan terakhir sudah terjadi sideways, namun potensi up trend masih harus menunggu beberapa level resistance dilampaui. Ia pun menyarankan mecermati level 2.600.
“Koreksi di bawah level support Rp2.600, menunjukkan berlanjutnya pergerakan sideways BUMI dan menunda terjadinya up trend,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (5/1) saham BUMI ditutup menguat Rp250 (10,3%) menjadi Rp2.675, dengan intraday Rp2.700 dan Rp2.475. Sedangkan volume transaksi mencapai 658,8 juta unit saham senilai Rp1,7 triliun dan frekuensi 16.656 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah kemarin menguat tajam di atas 10%, apakah BUMI masih akan melanjutkan penguatan hari ini?

Saya kira BUMI masih akan menguat karena beberapa faktor. Membeli saham BUMI adalah membeli harapan. Harapan investor atas saham ini muncul seiring kenaikan harga minyak dunia ke level US$81 per barel. Hal ini memicu harga-harga komoditas lain cenderung naik, seperti batu bara dan harga energi lainnya. Semua itu menjadi sentimen positif bagi saham ini.

Bagaimana dengan sentimen market?

Positifnya pergerakan indeks regional dan penguatan nilai tukar rupiah yang menembus 9.300, turut menopang penguatan BUMI. Di sisi lain, pengalihan utang perseroan terhadap CIC (China Invesment Corporation) menjadi saham, juga berpengaruh positif.

Di sisi lain, asing masih banyak yang masuk ke pasar domestik dan melirik BUMI.

Sekarang sedang terjadi perubahan sistem psikologis yang tadinya negatif menjadi positif. Sebelumnya, terjadi tren penurunan dalam tiga bulan terakhir, sehingga sideways. Tapi sekarang berubah menjadi positif sehingga berpotensi up trend.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.800-2.900 dan Rp2.600 sebagai level support-nya.

Bagaimana sentimen penurunan laba BUMI 26,5% pada kuartal tiga 2009?

Itu sudah tercermin dalam pergerakan saham BUMI selama tiga bulan terakhir. Karena itulah secara umum saham ini akan menguat. Namun, untuk jangka menengah, kenaikan BUMI saat ini perlu diwaspadai. Sebab, melihat pergerakan beberapa bulan terakhir, ternyata BUMI masih berada dalam down trend. Meksipun dalam dua pekan terakhir sudah terjadi sideways sehingga ada potensi berbalik arah menjadi up trend. Untuk menjadi up-trend pun, masih ada beberapa level resistance yang harus dilampaui.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Untuk jangka pendek, saya rekomendasikan buy. Dan speculative buy untuk jangka menengah, dengan memperhatikan level support dan resistance tadi. Koreksi di bawah level supportRp2.600, menunjukkan berlanjutnya pergerakan sideways BUMI dan menunda terjadinya up trend. Jika itu yang terjadi, tergantung preferensi invstor terhadap risiko dan juga time prime yang dimilikinya.

Saya sarankan investor jangka pendek agar menjual sahamnya terlebih dahulu, jika BUMI menembus level support Rp2.600. Untuk investor jangka pendek-menengah, disarankan menghindar terlebih dahulu dari saham BUMI atau switching ke emiten lain.

Tapi, jika masih berada di atas Rp2.600, menandakan BUMI berpotensi memasuki pola up trend. Kalaupun terjadi koreksi, merupakan koreksi biasa dan wajar. Bagi yang berorientasi jangka panjang tidak menjadi masalah membeli saham BUMI, meski tembus level support-nya karena dari sisi fundamental, saham ini masih memiliki prospek. [jin/ast]
06/01/2010 - 09:10
BUMI Sebaiknya 'SOS'
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta - Perdagangan saham Bumi Reosurces Tbk (BUMI) hari ini, Rabu (6/1) sebaiknya Sell on Strenght dengan resisten bisa tembus 2.625.

"Potensi kenaikan harga saham BUMI ke resisten testing 2.750-2.850 dengan rekomendasi SOS," kata analis Trimegah Securities Satrio Utomo dalam risetnya Rabu (6/1) seperti dikutip INILAH.COM.

Ia melihat, harga saham pertambangan saat ini sudah overbought jadi perlu dicermari dengan seksama. Selain itu, harga komoditas tengah turun. Namun, kondisi ini cukup kondusif bagi IHSG untuk menguji resisten di kisaran resisten yang berupa gap.

Karena Bumi akan mencoba testing ke level resistennya, ia beralasan hari ini menaikkan stoploss level untuk IHSG ke level 2590. Artinya, kalau IHSG hari ini ditutup dibawah 2590, saya akan melakukan exit, setidaknya untuk posisi yang masih profit. [san/cms]
06/01/2010 - 08:57
Masih Banyak Sentimen Positif
BUMI Bisa Melaju ke Rp2.900
Ahmad Munjin


(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (6/1) diprediksikan menguat seiring banyaknya sentimen positif yang menyelimutinya. Salah satunya, kenaikan harga minyak. BUMI pun bisa melaju ke level Rp2.900.

Muhammad Alfatih, analis BNI Securities mengatakan, potensi penguatan saham BUMI hari ini karena beberapa faktor. Salah satunya adalah harapan investor atas saham sejuta umat ini seiring kenaikan harga minyak dunia ke level US$81 per barel .

Kenaikan harga minyak ini memicu komoditas lain seperti batubara dan harga energi lainnya. Semua itu, menjadi sentimen positif bagi saham produsen batubara thermal ini. “BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.800-2.900 dan Rp2.600 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (5/1) petang.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp250 (10,3%) menjadi Rp2.675. Harga tertingginya mencapai Rp2.700 dan terendah Rp2.475. Sedangkan volume transaksi mencapai 658,8 juta unit saham senilai Rp1,7 triliun dan frekuensi 16.656 kali.

Alfatih kembali memaparkan, positifnya pergerakan indeks regional dan penguatan nilai tukar rupiah yang menembus 9.300 turut juga menopang penguatan BUMI. “Di sisi lain, pengalihan utang perseroan terhadap CIC (China Invesment Corporation) menjadi saham juga berpengaruh positif. “Banyak faktor yang berpengaruh positif pada BUMI,” ujarnya.

Pada saat yang sama, lanjut Alfatih, asing masih berbondong-bondong masuk ke pasar domestik termasuk melirik BUMI. Saat ini sedang terjadi perubahan sistem psikologis yang tadinya negatif menjadi positif. Sebelumnya, terjadi tren penurunan dalam tiga bulan terakhir sehingga sideways, sekarang berubah menjadi positif berpotensi up trend.

Sementara itu, sentimen dari penurunan laba 26,5% pada triwulan ketiga 2009, menurutnya sudah tercermin dalam pergerakan saham BUMI selama tiga bulan terakhir. Karena itulah secara umum saham ini akan menguat.

Namun, untuk jangka menengah Alfatih mewanti-wanti, kenaikan BUMI perlu diwaspadai. Pasalnya, jika melihat pergerakan saham ini dalam beberapa bulan terakhir, ternyata masih berada dalam down trend. “Tapi, dalam dua pekan terakhir sudah terjadi sideways sehingga ada potensi berbalik arah menjadi up trend,” paparnya.

Untuk menjadi up-trend pun, lanjutnya masih ada beberapa level resistance yang harus dilampaui. “Untuk jangka pendek saya rekomendasikan buy dan speculative buy untuk jangka menengah dengan memperhatikan level support dan resistance tadi,” imbuhnya.

Jika terjadi koreksi hingga di bawah level support Rp2.600, hal ini menunjukkan berlanjutnya pergerakan sideways saham sejuta umat ini dan menunda terjadinya up trend. “Jika itu yang terjadi, tergantung preferensi investor terhadap risiko dan juga time prime yang dimilikinya,” ucapnya.

Namun, Alfatih menyarankan untuk investor jangka pendek agar menjual saham BUMI terlebih dahulu jika menembus level support Rp2.600. Untuk investor yang bertransaksi jangka pendek-menengah, disarankan menghindar terlebih dahulu dari saham BUMI atau switching ke emiten lain.

Tapi, jika masih berada di atas Rp2.600, menandakan BUMI berpotensi memasuki pola up trend. Kalaupun terjadi koreksi, merupakan hal yang wajar. “Bagi yang berorientasi jangka panjang tidak menjadi masalah membeli saham BUMI, meski tembus level support-nya karena dari sisi fundamental, saham ini masih memiliki prospek,” pungkasnya. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini