Arsip Blog

Jumat, 01 Januari 2010

PAJAK BUMI, mosok seh ga beres (14) ... 161209

BUMI Raih Penghargaan Perusahaan Terpercaya 2009
Jum'at, 1 Januari 2010 - 14:21 wib

Widi Agustian - Okezone

JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan terpercaya 2009. Penghargaan tersebut diberikan oleh Indonesian Institute for Corporate Governance IICG berdasarkan penilaian indeks persepsi tata kelola perusahaan (Trusted company based in corporate governance perceptions indeks/CGPI).

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh SPV Investor Relations-Corsec BUMI Dileep Srivastava dalam keterbukaan informasi di BEI, Jumat (1/1/2010).

"BUMI menerima penghargaan sebagai salah satu 'Perusahaan Terpercaya' berdasarkan penilaian 'Indeks Persepsi Tata Kelola Perusahaan'," katanya.

Riset CGPI assessment tersebut dilakukan pada periode Mei-November 2009 terhadap perusahaan punlik yang terdaftar di BEI (emiten), BUMN dan perusahaan lain di luar kategori emiten yang meliputi empat tahap. Yakni self assessment, kelengkapan dokumen, makalah dan presentasi serta observasi.

Selain itu, BUMI juga mendapatkan perghargaan atas praktik tata kelola yang baik selama tahun 2009, yani penghargaan Titanium untuk kategori performa keuangan predikat terbaik, tata kelola perusahaan, tanggung jawab sosial perusahaan, kepedulian lingkungan dan hubungan investor dari The Asset Management di Hongkong.

Walau demikian, nampaknya pihak otoritas bursa, Bursa Efek Indonesia (BEI) nampaknya masih belum puas dengan informasi yang diungkapkan perseroan selama ini. Misalnya terkait isu BUMI dan anak usahanya yang memiliki tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun.

"Mengenai perpajakan, mereka mengatakan jika posisi catatan mereka tidak ada tunggakan. Kita mengimbau agar hal itu harap disampaikan ke publik," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito, belum lama ini.

Dijelaskannya, sebenarnya pihak bursa belum merasa puas dengan apa yang disampaikan oleh pihak manegement BUMI saat bertemu dengan pihaknya. "Belum banyak yang bisa kita dapat dari apa yang mereka sudah sampaikan," ucapnya.

Selain itu, Eddy mengungkapkan, jika banyak hal yang belum mereka sampaikan terkait dengan aktivitas yang tengah mereka lakukan. Misalnya, terkait dengan masalah Berau Coal serta Newmont Nusa Tenggara.

"Tapi kita tetap meminta mereka untuk menyampaikan progres yang bisa memperjelas ke pasar, itu harus mereka sampaikan," tegasnya. (wdi)
(rhs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini