Arsip Blog

Senin, 11 Januari 2010

mirip analisis teknikal, euforia bumi nyaris berakhir ... 110110

11/01/2010 - 17:03
Penutupan IHSG
BUMI Stagnan, IHSG Agak Seret
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – IHSG awal pekan ini berhasil ditutup di zona positif. Namun, penguatan indeks agak terhambat aksi ambil untung pada sektor pertambangan. Apalagi saham BUMI mengalami stagnasi.

Pada perdagangan Senin (11/1), IHSG berakhir menguat naik 17,834 poin (0,68%) ke level 2.632,204. Indeks saham unggulan LQ45 juga naik 3,574 poin (0,69%) ke level 518,762 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 4,208 ke posisi 439,416.

Di awal sesi, IHSG menguat signifikan 0,87% ke level 2.637 dan terus berada di teritori positif sepanjang perdagangan, seiring penguatan bursa Asia. Namun, profit taking saham tambang memperlambat laju indeks sehingga ditutup di level 2.362.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG mengalami peningkatan dipicu sentimen positif penguatan bursa regional Asia dan naiknya harga komoditas dunia. Namun, aksi profit taking atas saham sektor tambang sedikit menghambat penguatan indeks. “Meski masih positif, kenaikan indeks sore ini tidak sepesat sesi pertama,”ujarnya.

Menurutnya, aksi ambil untung investor ini terjadi, setelah saham-saham berbasis komoditas mengalami kenaikan yang signifikan pada sesi perdagangan sebelumnya. Selain penurunan tipis harga batu bara serta minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar internasional.

“Hal ini menyebabkan sektor tambang menjadi satu-satunya yang mengalami pelemahan,”katanya.

Hampir semua sektor menguat, dipimpin sektor perdagangan yang melesat 2,4%, kemudian sektor industri dasar yang naik 1,5%, serta aneka industri, manufaktur dam konsumsi yang menguat 1,4%.Demikian pula sektor properti dan perkebunan yang naik 0,4%, finansial naik 0,3% dan infrastruktur naik 0,25%.
http://petajalaninvestasigw.blogspot.com/2010/01/bumi-kisses-saceng-donk-100110.html ... bandingkan dengan analisis teknikal bumi di link ini ... 
Sedangkan tambang menjadi satu-satunya sektor yang memerah, terimbas aksi profit taking investor. Selain karena stagnannya saham grup Bakrie, PT Bumi Resources (BUMI) di posisi Rp 2.900.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 5,683 miliar lembar saham, senilai Rp 4,371 triliun dan frekuensi 107.025 kali. Sebanyak 104 saham naik, 93 saham turun dan 63 saham stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Bir Bintang (MLBI) naik Rp 3.300 ke Rp 180.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 23.150, United Tractors (UNTR) naik Rp 850 ke Rp 17.250, Astra International (ASII) naik Rp 550 ke Rp 34.950, Goodyear (GDYR) naik Rp 550 ke Rp 9.700, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 32.950, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 14.250.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 24.950, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 200 ke Rp 10.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 18.100, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 ke Rp 4.750, International Nickel (INCO) turun Rp 25 ke Rp 3.975, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 ke Rp 3.925 dan PT Aneka Tambang (ANTM) melemah Rp 25 menjadi Rp 2.325.

Penguatan IHSG terjadi ditopang sentimen positif bursa regional Asia, meskipun bursa Jepang tutup karena libur. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 114,77 poin (0,51%) ke level 22.411,52, indeks Straits Times naik 12,48 poin (0,43%) ke level 2.935,24 dan indeks KOSPI turun 1,14 poin (0,07%) ke level 1.694,12. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini