Arsip Blog

Selasa, 19 Januari 2010

PAJAK BUMI, mosok seh ga beres (20) ... 040110

19/01/2010 - 10:01
Aji Martono
Sri Mulyani Takkan Goyang BUMI


(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Rumor pencopotan Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan, tidak akan menggoyahkan saham PT Bumi Resources (BUMI) pada Selasa (19/1). Investor dinilai punya alasan tersendiri untuk melakukan bargaining.

Aji Martono, technical analyst PT Indomitra Securities mengakui, rumor pelengserean Menkeu Sri Mulyani dari jabatannya, merupakan sentimen negatif. Namun, ia menilai, pelaku pasar masih punya amunisi untuk mengakumulasi saham BUMI. Terutama berpedoman pada faktor teknis dan analisis fundamental perseroan.

“Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI. Investor sekarang cenderung melakukan trading BUMI,”katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Senin (18/1) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,67%) menjadi Rp2.725, dengan intraday Rp2.775 dan Rp2.700. Volume transaksi mencapai 136,6 juta unit saham, senilai Rp372,8 miliar dan frekuensi 3.993 kali. Berikut wawancara lengkapnya

Setelah dua hari terkoreksi, apakah BUMI berpotensi menguat hari ini?

Ya. Tapi, penguatan ini semata karena faktor teknis, setelah dua hari sebelumnya mengalami koreksi teknis berkelanjutan. Dengan harga saat ini mendekati level support-nya, BUMI cenderung menguat meskipun terbatas.

Pergerakan saham BUMI sebelumnya sangat tergantung pada pergerakan harga minyak dunia dan aksi korporasi. Kenaikan dan penurunan harga komoditas sangat berpengaruh pada laju saham ini. Tapi, untuk saat ini pergerakan saham BUMI lebih dipengaruhi oleh faktor teknikal.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.875 dan Rp2.675 sebagai level support-nya. Range itu akan berpengaruh pada pergerakan saham BUMI hari ini. Jika saham ini turun kembali hari ini akan tertahan di level support Rp2.675.

Bagaimana dengan koreksi harga minyak dunia?

Saat ini sudah beranjak naik kembali. Tapi, harga minyak sendiri saat ini belum memberikan tanda-tanda melanjutkan penguatan lebih jauh. Kalaupun menguat, masih akan berfluktuasi di kisaran US$78-82 per barel . Meskipun memang, penguatan harga minyak di 2010 tetap akan terjadi sehingga menjadi sentimen positif bagi saham BUMI untuk jangka panjang. Tapi, untuk saat ini harga minyak masih akan berada di kisaran tersebut hingga akhir Januari.

Apakah rumor pencopotan Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan, ada pengaruhnya ke bursa, terutama BUMI?

Hal itu masuk dalam kategori econimical politic. Faktor itu hanya sedikit pengaruhnya. Itupun dari sisi marketnya bukan dari sisi BUMI secara langsung. Disebut-sebut Presiden SBY telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, sebagai pemilik Bakrie Grup termasuk BUMI, untuk membahas pencopotan Menkeu. Hasil pertemuan itu menyepakati Menkeu akan dicopot pada Februari.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI. Investor sekarang cenderung melakukan trading BUMI. Mereka berpedoman pada perkiraan analisis teknikal dan bukan faktor economical politic tadi. Selain berpedoman pada faktor teknis, pasar juga melihat faktor analisis fundamental. Artinya, di luar faktor politik, mereka memiliki alasan tersendiri untuk bargaining di saham BUMI. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini