Arsip Blog

Senin, 18 Januari 2010

isu YANG SENGAJA menghambat ... atawa menambat : 180110

18/01/2010 - 12:02
BUMI Picu Sesi I IHSG Ditutup Jeblok 9,06 Poin
Susan Silaban


(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan separuh hari ini ditutup jeblok 9,06 poin (0,34%) ke level 2.638,03.

Separuh hari ini, nilai transaksi sekitar Rp1,23 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,91 miliar lembar saham yang ditopang oleh 52 saham menguat, 111 saham masih koreksi, dan 58 saham masih stagnan.

Indeks koreksi pun tak mampu digerek oleh indek saham JII dan indeks saham LQ45 yang koreksi. Indeks saham JII jeblok 2,60 poin ke level 437,56 dan indeks saham LQ45 pun jeblok 2,23 poin ke level 518,88. Begitu juga dengan semua sektor di lantai bursa kian memerah. Sektor tambang anjlok 20,15 poin ke level 2.354.

Adapun saham-saham yang jeblok signifikan adalah MBAI turun Rp900 ke Rp3.900, HMSP turun Rp300 ke Rp13.600, UNTR turun Rp200 ke Rp18.250, ITMG turun Rp200 ke Rp34.000, GDYR turun Rp150 ke Rp9.300, INTP turun Rp150 ke Rp13.650, PGAS turun Rp100 ke Rp3.725, serta BUMI turun Rp75 ke Rp2.725.

Sementara itu, saham-saham yang naik signifikan adalah ISAT naik Rp200 ke Rp5.650, AUTO naik Rp100 ke Rp6.500, RALS naik Rp80 ke Rp800, SMAR naik Rp75 ke Rp3.200, PTBA naik Rp50 ke Rp17.900. [san/cms]

Aburizal-SBY Tak Pernah Deal Soal Pencopotan Sri Mulyani
Senin, 18 Januari 2010 - 11:43 wib

Ahmad Dani - Okezone

Menkeu Sri Mulyani
JAKARTA - Beredar kabar mengagetkan terkait adanya pertemuan antara Ketua DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait status Sri Mulyani. Isu beredar, hasil pertemuan itu menginginkan Sri Mulyani dicopot.

Gunjang-ganjing terkait isu pencopotan Sri Mulyani dari posisinya sebagai Menteri Keuangan mengingatkan kembali masyarakat soal lontaran Sri Mulyani atas ketidaksukaan Aburizal Bakrie terhadap dirinya.

Namun, sekali lagi, kubu Aburizal Bakrie menolak telah berseteru dengan Sri Mulyani. "Itu berita Bohong!" tegas orang dekat Aburizal Bakrie, Lalu Mara saat dikonfirmasi okezone, Senin (18/1/2009).

Sebelumnya, seorang elite Partai Golkar menyebutkan, ada kesepakatan antara Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melengserkan Sri Mulyani.

Bahkan disebutkan juga, Kepala Badan kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimnayu akan menggantikan Sri Mulyani. Padahal pekan lalu, Anggito batal dilantik menjadi Wakil Menkeu.

Sumber lain menyebutkan Anggito dinilai dekat dengan Ical dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Disebutkan juga, Presiden SBY kecewa atas keputusan Sri Mulyani menyetujui dana bailout Bank Century senilai Rp6,7 triliun.(ahm)

Harga Minyak Anjlok, BUMI & ADRO Kena Imbasnya
Senin, 18 Januari 2010 - 10:18 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso - Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA - Pergerakan dua saham emiten kelas kakap PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Adaro Energi Tbk (ADRO) tegantung harga minyak serta pergerakan bursa kawasan regional. Terpantau, harga minyak mentah di kawasan Asia kian melemah di kisaran USD77 per barel, sedangkan pergerakan bursa di kawasan regional juga terpantau melemah.

"Ada dua faktor pergerakan saham-saham batu bara dan tentunya berimbas ke saham BUMI dan Adaro, yakni harga minyak dan bursa regional yang terpantau melemah," ujar research analyst Bhakti Securities Reza Nugraha, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (18/1/2010).

Selain itu, harga batubara di China sangat tinggi di level yang cukup tinggi serta faktor January effect, menjadi pendukung saham-saham sektor pertambangan hari ini.

Bursa regional bergerak melemah, antara lain indeks Nikkei 255 anjlok 201,07 poin atau setara 1,83 persen ke posisi 10.781,125, indeks Shanghai Composite di China turun 19,38 poin ke posisi 3.204,772, dan indeks Hang Seng jeblok 295,53 poin ke posisi 21.358,63. Begitu pula indeks Seoul Composite juga turun 6,21 poin ke level 1.695,59.

BUMI saat ini memiliki batas support di kisaran level Rp2.650 per lembarnya. Sementara itu, keberadaan investor asing akan melakukan pembelian secara bertahap atas BUMI. Hari ini Rp100 miliar dan besoknya Rp100 miliar. Demikian juga seterusnya.

Harga komoditas di regional saat ini, sudah mulai beranjak naik sehingga saat ini aksi jenuh datang. “Apalagi, pada dasarnya tren pergerakan harga minyak masih berada dalam penguatan,” paparnya. Artinya, koreksi harga minyak saat ini hanya bersifat teknis.
(css)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini