Arsip Blog

Rabu, 13 Januari 2010

harga batu item PENYOKONG bumi @3000 ... seharusnya: 130110

13/01/2010 - 10:02
Betrand Raynaldi
‘Trading Buy’ untuk BUMI!

INILAH.COM, Jakarta – Kenaikan harga batubara yang sempat tembus ke level US$100 per metrik ton diprediksikan mendongkrak saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Rabu (13/1). Trading buy BUMI!
Betrand Raynaldi, analis Panca Global Securities mengatakan potensi penguatan BUMI hari ini karena kenaikan harga minyak mentah dunia. Emas hitam ini sedang berada dalam tren penguatan yang saat ini berada di level US82-83 per barel . Pada saat yang sama, harga batubara sempat tembus di level US$100 per metrik ton.
Karena itu, harga komditas masih jadi penggerak BUMI sehingga emiten ini akan terus menanjak hingga ke level psikologisnya. “BUMI akan mengarah ke level resistanceRp3.000 dan Rp2.800 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dariINILAH.COM, di Jakarta.


Pada perdagangan Selasa (12/1), saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,86%) menjadi Rp2.875 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.900. Harga tertingginya mencapai Rp2.875 dan terendahnya Rp2.775. Sedangkan volume transaksi mencapai 359,4 juta unit saham senilai Rp1,01 triliun dan frekuensi 8.079 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah kemarin terkoreksi, apakah saham BUMI berpeluang naik hari ini?

Masih. Masih menguat. Sebab, penguatan harga minyak mentah dunia akan terus terjadi. Minyak sedang berada dalam tren penguatan yang saat ini berada di level US82-83 per barel.

Pada saat yang sama, harga batu bara sendiri bahkan sempat tembus di level US$100 per metrik ton. Karena itu, harga komditas masih jadi penggerak BUMI sehingga emiten ini akan terus menanjak hingga ke level psikologisnya.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.000 dan Rp2.800 sebagai level support-nya. Penguatan BUMI juga sebagai pembalikan arah dari koreksi kemarin.

Apalagi, dari sisi sentimen market masih sangat positif seiring momentum January effect. Saya perkirakan saham ini akan terus melanju hingga mencapai titik jenuhnya. Jika BUMI naik hingga Rp500, baru saham ini mengalami overbought.

Bagaimana dengan sentimen dari aksi korporasi?

Semua aksi korporasi BUMI sudah terfaktorkan di pasar. Misalnya, rencana rights issue tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Begitu juga dengan sentimen bahwa pada April mendatang, BUMI akan memfinalisasi kontrak baru dengan perusahaan Jepang periode April 2010-Maret 2011. Saat ini, BUMI sendiri menjual 20% hingga 25% dari total produksinya ke Jepang. Hal itu juga sudah terefleksi di pasar.

Karena itu, pada perdagangan Senin (11/1) saham BUMI mengalami penguatan tajam. Harga tertingginya mencapai Rp3.000. Koreksi BUMI pada perdagangan kemarin pun sebenarnya semata faktor teknikal karena penguatan sebelumnya itu.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan trading buy untuk BUMI. Tapi, untuk jangka panjang, memegang saham BUMI agak riskan. Sebab, investasi di emiten ini sangat terkait dengan aksi korporasinya dan harga batubara. Dari sisi aksi korporasi, menjadi riskan karena rasio utang terhadap rasio ekuitasnya sangat tinggi. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini