Arsip Blog

Rabu, 06 Januari 2010

produksi NNT terganggu, imbas ke bumi ... 060110

Rabu, 06 Januari 2010 | 19:28

PRODUKSI EMAS DAN TEMBAGA

Tahun Depan, Produksi Tembaga dan Emas Turun Tajam


JAKARTA. Tahun depan, produksi tambang tembaga dan emas di Indonesia mengalami penurunan tajam. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Mineral Batubara Panas Bumi (Minerbapum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, produksi tembaga turun sebesar 36 % sedangkan untuk produksi tambang emas mengalami penurunan sebesar 21,4%.

Menurut Dirjen Minerbapum, Bambang Setiawan, penurunan tersebut karena adanya perluasan tambang milik PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). "Diakan (Newmont) baru dapat fase 6 dan 7 dari Kehutanan. Pada waktu dia perluasan tambang, produksi turun. Kemudian nanti naik lagi," ujar Bambang, Rabu (06/01).

Bambang mengatakan pada tahun lalu, produksi tembaga pada tahun ini mencapai 1.016.949 ton. Sedangkan produksi tembaga pada tahun 2011 berkurang sebesar 372.851 ton sehingga produksi tahun depan hanya sebesar 644.098 ton. Sementara itu, produksi emas pada tahun ini mencapai 115.998 kg. Dan produksi emas pada tahun depan sebesar 91.171 kg.

Masih berdasar data dari ESDM, produksi Tembaga dan Emas masih mengalami penurunan pada tahun 2012 meski penurunannya tidak sejauh dengan penurunan pada tahun sebelumnya. Produksi tembaga pada tahun 2012 hanya mencapai 609.171 ton dan produksi emas sebesar 60.488. Produksi tembaga dan emas baru akan naik pada tahun 2013. Kenaikan emas dan tembaga masing-masing mencapai 85% dan 47%. Produksi Tembaga pada tahun 2013 mencapai 899.923 ton sedangkan produksi emas mencapai 112.147 kg.

Dari jumlah produksi itu, sebagian besar diperuntukkan untuk ekspor. Tahun ini, Indonesia melakukan ekspor Tembaga sebanyak 915.254 ton. Tahun depan, ekspor tembaga sebesar 579.688 dan tahun 2012, jumlah ekspor mencapai 548.254. Sedangkan, untuk Emas, tahun ini, Indonesia mengekspor 104.399 kg, tahun depan sebesar 82.054 kg, tahun 2012 sebesar 54.439 kg dan tahun 2013 sebesar 100.932 kg.

Menurut Bambang, Newmont memiliki pangsa pasar yang paling besar sehingga produksi Newmont yang turun bisa mempengaruhi target produksi nasional. Pada 7 tahun pertama produksi, total penambangan bebatuan di Batu Hijau hingga lebih dari 200 juta ton per tahun. Atau, setiap harinya, Newmont menambang hingga 600 ribu ton. Namun pada 2008 dan 2009, bebatuan yang ditambang akan menurun menjadi 177 juta ton dan 119 juta ton. Ini akibat belum keluarnya izin pinjam pakai lahan dari Departemen Kehutanan yang digunakan untuk membuang batu sisa tambang.



Fitri Nur Arifenie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini