Arsip Blog

Kamis, 07 Januari 2010

iming-imink doank bah (24) : 070110

Saham BUMI Siap Sentuh Rp2.850/Lembar
Rabu, 6 Januari 2010 - 10:38 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso - Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) diprediksi kian mahal menuju level Rp2.850 per lembar sahamnya hari ini, seiring banyaknya sentimen positif yang datang menyelimuti. Salah satu satunya, kenaikan harga minyak dunia yang pagi ini kian menanjak ke USD82 per barel.

"Potensi penguatan BUMI hari ini karena beberapa faktor. Salah satunya adalah harapan investor atas saham sejuta umat ini seiring kenaikan harga minyak dunia di atas USD81 per barel," ujar Kepala Riset PT Bhakti Sekuritas Edwin Sebayang, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Rabu (6/1/2010).

Terpantau sejak pukul 10.20 JATS, saham sejuta umat ini kian menguat Rp75 atau setara 2,8 persen menjadi Rp2.750. Harga tertingginya sempat mencapai Rp2.775 per lembar saham. Sedangkan volume transaksi hingga saat ini mencapai 333,866 juta unit saham. Sedangkan pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp250 atau setara 10,3 persen menjadi Rp2.675 per lembar sahamnya.

Kenaikan harga minyak ini memicu komoditas lain seperti batu bara dan harga energi lainnya. Semua itu, menjadi sentimen positif bagi saham produsen batu bara thermal ini. “BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.850-Rp2.900 dan Rp2.600 sebagai level support-nya,” katanya.

Positifnya pergerakan indeks regional dan penguatan nilai tukar rupiah yang menembus Rp9.300 turut juga menopang penguatan BUMI. “Di sisi lain, pengalihan utang perseroan terhadap CIC (China Invesment Corporation) menjadi saham juga berpengaruh positif. “Banyak faktor yang berpengaruh positif pada BUMI,” ujarnya.

Pada saat yang sama, asing masih berbondong-bondong masuk ke pasar domestik termasuk melirik BUMI. Saat ini sedang terjadi perubahan sistem psikologis yang sebelumnya negatif menjadi positif. Sebelumnya, terjadi tren penurunan dalam tiga bulan terakhir sehingga sideways, sekarang berubah menjadi positif berpotensi up trend.

Sementara itu, sentimen dari penurunan laba 26,5 persen pada triwulan ketiga 2009, menurutnya sudah tercermin dalam pergerakan saham BUMI selama tiga bulan terakhir. Karena itulah secara umum saham ini akan menguat. Namun, untuk jangka menengah dirinya mewanti-wanti, kenaikan BUMI perlu diwaspadai. Pasalnya, jika melihat pergerakan saham ini dalam beberapa bulan terakhir, ternyata masih berada dalam down trend. “Tapi, dalam dua pekan terakhir sudah terjadi sideways sehingga ada potensi berbalik arah menjadi up trend,” paparnya.

Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih selama kuartal III-2009 hingga 26,5 persen menjadi USD360,224 juta, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD490,147 juta.

Penurunan laba bersih perseroan dipicu oleh menurunnya pos pendapatan perseroan sebesar 4,23 persen menjadu USD2,33 miliar, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD2,433 miliar. Sementara itu, perseroan mencatatkan laba (rugi) selisih kurs yang melonjak menjadi 312,96 persen menjadi USD35,311 juta, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya minus USD16,581 juta.

Sementara pagi tadi, bursa regional cenderung bergerak menguat, antara lain indeks Nikkei 255 menguat 44,30 poin atau setara 0,41 persen ke posisi 10.726,13, indeks Shanghai Composite di China naik 14,539 poin ke posisi 3.277,139, dan indeks Hang Seng menguat 92,48 poin ke posisi 22.372,06. Sementara itu, indeks Seoul Composite melonjak 9,42 poin ke level 1.700,04.
(css)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini