Arsip Blog

Rabu, 20 Januari 2010

produksi dan penjualan bumi NANJAK, bumi @3000 ... 200110

Rabu, 20/01/2010 06:45 WIB
Penjualan Batubara BUMI Naik 12,81%
Indro Bagus SU - detikFinance

Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat pertumbuhan penjualan batubara sebesar 12,81% sepanjang tahun 2009. Produksi batubara BUMI naik 6,89% pada tahun yang sama.

Demikian berdasarkan data dari BUMI yang diperoleh detikFinance, Selasa (19/1/2010) malam.

Produksi batubara BUMI sepanjang tahun 2009 tercatat sebanyak 62 juta ton, meningkat 4 juta ton (6,89%) dibanding tahun sebelumnya sebanyak 58 juta ton. Angka tersebut melampaui proyeksi semula sebanyak 58,7 juta ton.

Penjualan batubara BUMI pada tahun 2009 tercatat sebanyak 58,1 juta ton, naik 6,6 juta ton (12,81%) dibanding tahun 2008 sebanyak 51,5 juta ton.

Produksi batubara BUMI di 2009 dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebanyak 41 juta ton, sedangkan PT Arutmin Indonesia sebanyak 21 juta ton.

Sedangkan penjualan batubara BUMI di 2009 dari KPC sebanyak 38,7 juta ton, sedangkan Arutmin sebanyak 19,4 juta ton.

Mengacu pada harga rata-rata batubara yang diterima BUMI sebesar US$ 61 juta ton di triwulan III-2009, maka potensi pendapatan BUMI dari batubara di 2009 bakal mencapai US$ 3,544 miliar, naik 4,91% dibanding tahun 2008 sebesar US$ 3,378 miliar.


(dro/qom)
20/01/2010 - 09:02
Prediksi Saham Unggulan
Akhir Januari, BUMI Rp3.000
Ahmad Munjin


(inilah.com /Wirasatria)
Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan penguatan saham hari ini salah satunya karena faktor valuasi sahamnya yang masih murah. Hal ini dapat dilihat dengan membandingkannya terhadap saham lain di sektor pertambangan batubara.

Apalagi, jika melihat harga batubara di Newcastle yang sempat menyentuh US$100 per metrik ton saham BUMI masih sangat murah. “Karena itu, -nya akan mengarah ke level Rp2.925 dan Rp2.725 sebagai level -nya,” katanya kepada , di Jakarta, Selasa (19/1) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp75 (2,75%) menjadi Rp2.800 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.725. Harga tertingginya mencapai Rp2.800 dan terendahnya Rp2.725. Sedangkan volume transaksi mencapai 153,8 juta unit saham senilai Rp425,3 miliar dan frekuensi 3.420 kali.

Lebih jauh, Willy mengatakan meski saat ini harga batu bara turun ke level US$94 per metrik ton, menurutnya tidak menjadi masalah. Sebab, batubara sudah bergerak di atas kisaran US$90 per metrik ton.

Penguatan BUMI juga ditopang oleh rencana kedatangan (CIC) ke Indonesia dalam waktu dekat. Perusahaan investasi milik pemerintah China ini menurutnya akan melakukan suatu aksi korporasi dengan BUMI. “Kedatangan CIC dipastikan berpengaruh positif ke BUMI,” ujarnya.

Menurutnya, CIC nantinya akan menjadi penggerak utama saham ini dan aksi korporasinya akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Ditanya apa aksi korporasinya, Willy mengatakan pasar saat ini masih meraba-raba. Sebelumnya, dirumorkan setelah CIC memberikan pinjaman ke BUMI senilai US$1,9 miliar, CIC diperkirakan akan membeli saham BUMI dengan mengkonvesrsi utang BUMI menjadi saham.

CIC akan membeli saham anak usaha Grup Bakrie ini diperkirakan mencapai 15%. Jika hal itu menjadi kenyataan harga saham batubara ini diprediksikan menguat tajam.

Penguatan BUMI juga masih mendapat dukungan dari faktor yang belum berakhir. Akibatnya, koreksi harga minyak ke level US$78 dari sebelumnya US$83 per barel tidak berpengaruh negatif pada saham sejuta umat ini.

Pada saat yang sama, pasar juga melakukan di saham ini sebagai karena antisipasi Rapat Umum Pemengang Saham (RUPS) perseroan yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Januari ini. Willy menargetkan di level Rp3.000 untuk akhir bulan ini.

“Saya rekomendasikan untuk BUMI,” pungkasnya.[ast/mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini