Arsip Blog

Jumat, 29 Januari 2010

bumi itu imbasnya kecil, TAPI MENOHOK FULL ... 290110

29/01/2010 - 10:38
Willy Sanjaya
BUMI, Aset yang Berharga

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources (BUMI), Jumat (29/1) diprediksikan melanjutkan penguatan seiring valuasi yang masih murah. Apalagi semua rumor negatif sudah dikonfirmasi tidak benar.
Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan potensi penguatan sahamBUMI hari ini salah satunya karena valuasinya yang murah dibandingkan perusahaan batubara lainnya. Selain itu, penguatan BUMI juga ditopang oleh terbantahkannya semua rumor negatif di pasar terkait emiten ini.

Ia memperkirakan, penguatan BUMI di semester pertama 2010 ini akan terjadi secara luar biasa. Apalagi emiten ini merupakan market leader. “Tanpa BUMI dan Grup Bakrie berapa sih perputaran kapitalisasi market. BUMI merupakan salah satu aset nasional yang sangat berharga,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.
Pada Kamis (28/1) BUMI menguat Rp75 (3,03%) menjadi Rp2.550 dengan intraday Rp2.550 dan Rp2.450. Volume transaksi 334,2 juta unit saham, senilai Rp838,5 miliar dan frekuensi 6.527 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Bagaimana prediksi pergerakan saham BUMI akhir pekan ini?
BUMI masih berpotensi menguat karena positifnya sentimen pasar. Koreksi BUMI sebelumnya akibat bursa regional anjlok dan bursa AS tidak stabil. Sekarang, pasar AS pontensial positif menyusul keputusan The Fed. Bank Sentral AS itu menahan suku bunga acuan di level rendah 0-0,25%. Ini menjadi kabar gembira bagi pasar dan akan direspon dengan penguatan lebih lanjut. The Fed meyakinkan pasar, pemulihan ekonomi AS sudah stabil sejak Desember lalu. Secara umum pasar sudah tenang.
Akan bergerak di kisaran berapa?
BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.675 dan support Rp2.475. Sebab, IHSG sendiri merupakan market kuat dengan kenaikan di atas 50 poin. Dibandingkan Singapura, indeks Indonesia hanya selisih 138 poin. Padahal beberapa tahun lalu masih 400-500 poin. Saat ini bursa Singapura di 2.757 dan Indonesia di 2.619. Indeks pun akan bertenger di 2.655–2.675 untuk Januari. Karena itu, BUMI masih potensial ke level upside-nya.
Bagaimana dengan semua rumor, seperti pertemuan dengan CIC di Bali?
Semua rumor negatif tentang BUMI setelah dikonfirmasi ke Senior Vice President Investor Relations, BUMI Dileep Srivastava, sudah terbantahkan. Dileep membantah bahwa China Invesment Corporation (CIC) bertemu dengan BUMI di Bali. Posisi CIC adalah mitra strategis BUMI setelah mengucurkan pinjaman senilai US$1,9 miliar beberapa waktu lalu. CIC memang berinvestasi di banyak negara terutama di sektor pertambangan. Salah satunya di Indonesia yang dipercayakan ke BUMI. BUMI menjadi perusahaan nasional yang patut dibanggakan.
Perseteruan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Aburizal Bakrie pun dibantah perseroan. Itu hanya rumor. Secara politik pun, sebenarnya Aburizal Bakrie dengan Sri Mulyani berteman.
Apakah BUMI juga membantah terkait tuduhan tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun?
Ya. Isu pajak merupakan ulah orang yang tidak menyukai kenaikan saham sejuta umat ini. BUMI merupakan market leader di Indonesia. Tanpa BUMI dan Grup Bakrie berapasih perputaran kapitalisasi market. BUMI merupakan salah satu aset nasional yang sangat berharga. Pendapatan perseroan sangat berkontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak negara. BUMI merupakan pembayar pajak terbesar dan sudah menyelesaikan pembayaran pajak tahunan dengan baik. BUMI, dengan jumlah karyawan sangat besar merupakan perusahaan nasional dengan tambang di luar negeri.
Apakah rencana rights issue yang selama ini ditunggu-tunggu, juga hanya rumor?
Ya. BUMI sudah membantah terkait rumor tentang rights issue. Begitu juga rights issuePT Bakrie and Brothers (BNBR) di Rp65 per lembar saham. Semua sama sekali tidak masuk akal. Sebab, anak usaha BNBR yaitu ENRG (PT Energi Mega Persada) baru melakukan rights issue.
Dana tesebut masih sangat kuat. Semua anak usaha Bakrie Group termasuk BUMI bisa menggunakan dana hasil rights issue ENRG. Jadi, dana IPO dari BNBR sendiri masih sangat solid. Karena itu, BUMI pun dalam waktu dekat ini tidak akan melakukan rights issue. Tekait berita BUMI akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Januari ini pun tidak benar. RUPS akan dilaksanakan setahun ke depan.
Bagaimana koreksi minyak ke US$73 per barel ?
Penurunan harga minyak tidak berpengaruh negatif pada BUMI. Sebab, kontrak BUMI jangka panjang. Secara fundamental, BUMI masih murah ketimbang perusahaan batubara lain. Bahkan, dengan PE 10 kali, BUMI sangat murah.
Penguatan BUMI berikutnya akan terjadi secara luar biasa di semester pertama 2010 ini.
Lantas, apa rekomendasi untuk BUMI?
Saya rekomendasikan strong buy untuk BUMI. Target saya di Rp3.250 untuk jangka pendek sebelum akhir Februari. Target Rp3.800 untuk jangka menengah, di akhir Maret setelah penutupan tahun pajak. Sedangkan target akhir tahun di Rp4.500. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini