Arsip Blog

Kamis, 07 Januari 2010

bumi TERTEKAN ... itung2an ... 070110

Kamis, 07/01/2010 00:00 WIB

PREDIKSI
Pemodal gencarkan beli selektif

oleh :

JAKARTA: Pemodal diperkirakan meningkatkan strategi pembelian selektif (selective buying) di tengah tekanan yang secara teknis mulai menerpa bursa saham sepanjang perdagangan kemarin.



Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih tertekan, meski sebagian saham komoditas berpotensi menguat, menyusul terjaganya harga minyak mentah dunia di level psikologis US$80 per barel.



Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan aksi ambil untung (profit taking) yang mulai menerpa bursa pada perdagangan kemarin sangat wajar terjadi, mengingat IHSG memang telah menguat 7 hari berturut-turut.



"Profit taking itu wajar, namun cenderung terbatas karena masih banyak saham komoditas yang permintaannya di pasar menguat. Permintaan batu bara di China masih sangat tinggi karena terjadi kekurangan pasokan," tuturnya kemarin.



Harga saham emiten nikel, lanjutnya, juga berpotensi meningkat menyusul proyeksi pergerakan harga nikel yang masih tinggi yakni berkisar US$18.500- US$19.500 per ton.



Di sisi lain, saham Grup Bakrie yang selama ini ikut mendominasi pasar dinilai berpotensi tertekan menyusul adanya ancaman denda pajak senilai Rp8 triliun ketika PT Bumi Resources Tbk terbukti melanggar ketentuan perpajakan.



"Denda ini akan menggerus laba dan ekuitas, di tengah pertanyaan bagaimana perseroan mengatasi beban utang yang makin membengkak dengan penurunan interest coverage ratio hingga sepertiga," ujar Edwin.



Koreksi saham perbankan memimpin penurunan Indeks BISNIS-27 pada perdagangan kemarin, sekaligus tercatat sebagai penurunan pertama indeks pada tahun ini. Indeks bergerak ke level 241,63 atau melemah tipis 0,37% dari posisi penutupan sehari sebelumnya.



Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia
Bareskrim Polri Bantu Sidik Tunggakan Pajak Grup Bakrie
Selasa, 05 Januari 2010 08:23 WIB 711 Dibaca | 1 Komentar
JAKARTA--MI: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dalam penyidikan kasus tunggakan pajak perusahaan Grup Bakrie. Direktur Intelijen dan Penyidikan DJP Pontas Pane mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan Bareskrim adalah sebagai pembimbing bagi penyidik DJP agar penyidikan kasus selesai dilakukan.

"Istilahnya kita di-back up agar cepat selesai, pemahaman aturan lebih mantap, dan proses BAP juga lebih tajam," ungkap Pontas, Selasa (4/1). Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih mengumpulkan dokumen-dokumen terkait dalam kasus tunggakan pajak yang dilakukan Grup Bakrie.

Pontas mengakui bahwa setiap penyidikan yang dilakukan DJP pasti dibimbing oleh Bareskrim. "Sejak awal juga sudah ada Bareskrim sebagai pembina PPNS. Setiap kasus penyidikan juga kita ajak Bareskrim, cuma kita tidak kasih tahu saja," tuturnya.

Perusahaan-perusahaan Grup Bakrie diduga menunggak pajak kepada DJP sekitar Rp2,1 triliun, dengan rincian Bumi Resources sebesar Rp376 miliar, Kaltim Prima Coal (KPC) Rp1,5 triliun, dan Arutmin sebesar Rp300 miliar.

Namun Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo mengatakan bahwa jumlah tersebut bisa lebih kecil atau lebih besar tergantung hasil penyidikan. Sebelumnya, Tjiptardjo mengatakan bahwa pihaknya telah membawa penyidikan kasus ini ke Bareskrim Polri. (*/OL-03)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini