Arsip Blog

Jumat, 22 Januari 2010

beli BUMI, dah ... 220110

WAWANCARA
21/01/2010 - 10:01
Bayu Aji
Sentimen Kawasan Tentukan Arah BUMI

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Kamis (21/1) diprediksikan menguat. Apalagi jika mendapat dukungan dari kondusifnya bursa regional. Buy on weakness untuk BUMI!

Bayu Aji, analis dari First Asia Capital mengatakan, penguatan BUMI hari ini sangat tergantung pergerakan bursa regional. Bila bursa kawasan positif, ada potensi kenaikan pada anak usaha Bakrie ini.
BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.850-Rp3.000, dan support kuat ada di Rp2.725-2.650,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (20/1) saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,89%) menjadi Rp2.775 dengan intraday Rp2.875 dan Rp2.725. Volume transaksi mencapai 392,7 juta unit saham senilai Rp1,1 triliun dan frekuensi mencapai 7.783 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin terkoreksi, apakah BUMI berpotensi menguat hari ini?

Ya. Tapi penguatan ini semata faktor teknis, menyusul aksi profit taking yang terjadi pada perdagangan kemarin. Aksi ambil untung ini terjadi dipicu bursa regional yang kurang kondusif. Untuk hari ini, saya melihat saham sejuta umat ini masih menyisakan potensi penguatan.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.850-Rp3.000, dan support kuat ada di Rp2.725-2.650. Jika kondisi regional mendukung, saham ini potensial mengarah ke level Rp3.000. Jika tidak, BUMI akan bergerak dalam kisaran yang cukup sempit di level resistance dan support pertama.

Apa sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan BUMI?

Pergerakan BUMI saat ini lebih terpengaruh oleh kondisi market baik domestik maupun global.

Keadaan ini tampak pada saat bursa regional memburuk kemarin, dimana saham BUMI turut terkoreksi. Namun, pelemahan BUMI tidak terlalu buruk hanya 25 poin. Karena itu, tren penguatan masih ada. Apalagi, pelemahan indeks pun kemarin sangat tipis sehingga tidak ditutup negatif dan berada dalam kondisi wajar.

Jika kondisi market regional kurang kondusif, BUMI akan melemah. Namun, pelemahannya akan sangat terbatas. Market regional hari ini masih berpotensi melemah secara teknikal. Namun pasar harus mengantisipasi juga potensial up-nya kembali yang mungkin terjadi hari ini. Bermain di saham BUMI harus juga mencermati pergerakan bursa regional dan harga komoditas.

BUMI melaporkan pertumbuhan penjualan batubara 2009 sebesar 12,81% dan produksi batubara naik 6,89%. Apa ini akan mendukung penguatan perseroan?

Bisa saja jadi sentimen positif. Tapi, menurut saya tetap pasar harus fokus pada pasar regional. Sebab, dari sisi aksi korporasi sendiri BUMI sebenarnya belum mengeluarkan berita yang ‘spektakuler’ lagi. Untuk saat ini BUMI bertahan pada indikator-indikator tadi saja.

Bagaimana dengan valuasi BUMI saat ini?

Jika melihat valuasinya, saham BUMI saat ini masih murah. Dengan penguatan indeks ke atas level 2.600-an saham BUMI seharusnya sudah berada di level Rp3.000. Dari sisi fundamental di sektor batubara emiten ini sangat kuat. Level Rp3.000 merupakan angka yang wajar.

Di sisi lain, harga batubara sendiri sempat tembus di level US$102 di Newcastle. Dengan melihat itu, saham BUMI juga masih murah. Kalaupun harga batubara saat ini turun, tapi masih di kisaran yang sangat tinggi di level US$98 per metrik ton. Batubara masih di atas level US$90. Tapi, untuk saat ini, pergerakan saham BUMI sangat tergantung pada kondisi market global. Jika market Asia mendukung, akan memicu penguatan BUMI lebih agresif ke level Rp3.000.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk trading saja atas BUMI. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini