Arsip Blog

Senin, 04 Januari 2010

bumi uda KENA JEWER TUKH ... lapkeu BURUAN donk : 040110

Senin, 04/01/2010 15:26 WIB
Telat Setor Laporan Keuangan, BUMI Kena Peringatan
Indro Bagus SU - detikFinance


Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberikan peringatan pertama kepada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) lantaran belum menyerahkan laporan keuangan triwulan III-2009.

"BEI akan memberikan peringatan pertama kepada BUMI," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (4/1/2010).

Berdasarkan peraturan BEI, perusahaan tercatat wajib menyerahkan laporan keuangan selambat-lambatnya 3 bulan setelah berakhirnya periode triwulanan. Itu berarti, BUMI wajib menyerahkan laporan keuangan triwulan III-2009 paling lambat pada 31 Desember 2009.

"Kan paling lambat seharusnya itu Desember," ujar Eddy.

Semula, BUMi berencana menyerahkan laporan keuangan triwulan III-2009 pada pertengahan Desember 2009. Namun hingga saat ini, BUMI belum menyerahkan laporan keuangan triwulan III-2009 kepada BEI.

Kendati demikian, BEI belum akan memberikan sanksi denda kepada BUMI. Berdasarkan peraturan BEI, sanksi denda baru diberikan setelah peringatan tertulis sebanyak 3 kali.

"Belum akan sejauh itu, kita hanya akan kirimkan peringatan saja. Itu hal biasa kok," ujarnya.

(dro/qom)
[ Selasa, 05 Januari 2010 ]
BUMI Kena Peringatan
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menjatuhkan sanksi pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Hal itu dikarenakan anak perusahaan Grup Bakrie ini tak kunjung menyelesaikan kewajiban untuk menyerahkan laporan keuangan kuartal III-2009.

''Kami akan mengenakan peringatan pertama,'' kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito usai acara pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2010 di Gedung BEI, Jakarta, kemrin (4/1). Eddy mengatakan, seharusnya BUMI menyerahkan laporan keuangan paling lambat akhir Desember 2009. ''Itu kan sudah jelas aturannya paling lambat akhir Desember,'' tegasnya. Tetapi, pihak otoritas bursa belum akan menjatuhkan sanksi denda kepada BUMI. ''Belum akan sejauh itu, kita hanya akan kirimkan peringatan saja. Sebab, hal itu (keterlambatan, penyerahan laporan keuangan, Red) masih tergolong biasa,'' tukasnya.

Seharusnya, BUMI sudah merilis laporan keuangan per September 2009 pada akhir Desember lalu. Tetapi, hingga hari ini laporan keuangan tersebut nampaknya belum juga diserahkan kepada otoritas bursa.

Saat dikonfirmasi, SPV Investor Relations-Corporate Secretary PT BUMI Tbk Dileep Srivastava mengatakan, awalnya BUMI berencana akan menyampaikan laporan keuangan interim per 30 September 2009 paling lambat akhir November 2009. Akan tetapi penyerahan laporan keuangan tersebut kembali molor hingga dijadwal ulang paling lambat akhir Desember 2009 dan hingga saat ini belum juga laporan keuangannya. (luq/kim)

BUMI Bakal Kena Peringatan
Senin, 4 Januari 2010 - 13:15 wib

Widi Agustian - Okezone

JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bakal dikenai peringatan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, anak usaha Grup Bakrie ini, tak kunjung menyelesaikan kewajibannya untuk menyerahkan laporan keuangannya per kuartal III-2009.

"Kita akan kenai peringatan pertama," kata Direktur Penilain Perusahaan BEI Eddy Sugito usai acara alam peresmian pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2010 di Gedung BEI, Jakarta, Senin (4/1/2010).

Dijelaskannya, seharusnya BUMI menyerahkan laporan keuangannya paling lambat pada akhir Desember 2009 lalu. "Kan paling lambat seharusnya itu Desember," tambahnya.

Walau demikian, Eddy menambahkan jika pihak bursa belum akan menjatuhkan sanksi denda kepada BUMI. "Belum akan sejauh itu, kita hanya akan kirimkan peringatan saja. Hal itu sudah biasa," tukasnya.

Seperti diberitakan, seharusnya BUMI sudah merilis laporan keuangan per September 2009 pada akhir Desember lalu. Tetapi, hingga hari ini laporan keuangan tersebut nampaknya belum juga diserahkan kepada otoritas bursa untuk rilis.

"Sepertinya akan di-publish pada akhir minggu ini," kata SPV Investor Relations-Corsec BUMI Dileep Srivastava saat dikonfirmasi okezone, di Jakarta, Jumat (1/1/2010).

Awalnya, BUMI berencana akan menyampaikan laporan keuangan interim per 30 September 2009 paling lambat akhir November 2009. Akan tetapi penyerahan laporan keuangan tersebut kembali molor hingga dijadawal ulang paling lambat pada akhir Desember 2009.

Tetapi nyatanya hingga sekarang ini belum juga laporan keuangannya. "Segera (dirilis laporan keuangannya)," ujar Dileep.(rhs)
Senin, 04/01/2010 11:46 WIB

Saham Bumi turun ikuti laporan kinerja

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis.com): Harga saham PT Bumi Resources Tbk turun pada perdagangan hari ini menyusul penurunan laba bersih sebesar 26% pada kuartal III/2009 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.



Harga saham produsen dan eksportir batu bara terbesar nasional berkode BUMI itu turun 1,03% atau Rp25 ke level Rp2.400 pada pukul 11.40 WIB. Harga saham sempat anjlok 2,1% ke level Rp2.375 pada pukul 10.05 WIB. Volume transaksi tercatat sebanyak 60,12 juta saham. Mengacu pada harga saham Rp2.400 tersebut, nilai kapitalisasi pasar Bumi mencapai Rp46,57 triliun. Volume transaksi tercatat sebanyak 60,12 juta saham.



Penurunan harga saham ini diduga terpicu sentimen negatif yang muncul dari laporan laba bersih Bumi yang anjlok menjadi US$361 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$430,15 juta.



Direktur Utama Bumi Resources Ari Saptari Hudaya menuturkan kontribusi laba bersih tersebut berasal dari penjualan batu bara dari dua perusahaan besar yang dimiliki perseroan, yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin.



Berdasarkan data Bloomberg, rasio harga saham dibandingkan dengan laba bersih (price to earning ratio/PER) Bumi kini berada di level 8,21 kali. PER itu diperkirakan naik menjadi 12,22 kali pada tahun ini.



Konsensus analis memprediksi produsen batu bara milik keluarga Bakrie ini dapat membukukan penjualan sebesar US$3,24 miliar dan laba bersih disesuaikan US$393,46 juta pada akhir 2009.

bisnis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini